Rombongan diberangkatkan dari Boven Digoel dan tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, sekitar pukul 15.29 WIT. Enam tenaga pengajar yang ikut dalam evakuasi tersebut yakni Aan Suek, Risa, Ema, Monik, Yonar, dan Non
"Sejak pagi personel kami sudah berhasil mengamankan area bandara dan mengevakuasi kedua korban ke Timika. Keselamatan masyarakat dan stabilitas wilayah menjadi prioritas utama kami," ujarnya. Ia menegaskan, langkah cepa
Pilot dan Co Pilotnya dilaporkan tewas, sementara 13 penumpang selamat. Sebelumnya, setahun yang lalu kasus serupa menimpa Pesawat Susi Air pada 2024 lalu di Lapangan Terbang Bayabiru, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. Pes
Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenko Polkam Kolonel Infanteri Honi Havana menyampaikan bahwa informasi awal berkaitan dengan peristiwa penembakan pesawat tersebut sudah diperoleh.
Danlanud Beny Aprianto menjelaskan, pesawat tersebut ditarik ke Base Ops Lanud Merauke atas permintaan dari pihak Imigrasi. Pihaknya sendiri mencoba untuk memanaskan selama berada di base ops tersebut, tapi ternyata kunc
Kepala Pilot Alda Air, Capt. Indra Haris Pratama, menjelaskan bahwa pesawat dalam kondisi normal saat mendarat di Bandara Mulia. Semua proses pendaratan berjalan lancar hingga pesawat berhenti dengan sempurna di runway.
Penandatanganan kerja sama itu di lakukan di Kantor Yayasan Advent Doyo Sentani Jayapura yang dihadiri oleh Bupati Yalimo Dr. Nahor Nekwek,SPD.MM bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Yalimo Papul Yare,SPd dan pihak
Direktur Yayasan Keadilan Dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) Theo Hesegem menyatakan setelah mendapatkan laporan terkait dengan pembunuhan warga sipil Abral Wandikbo yang jasadnya di buang dalam keadaan terikat di perkeb
"Dinamika perkembangan situasi dan kondisi kamtibmas di Papua seperti aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata dan perang suku, secara umum dapat dikendalikan dan dikondisikan dengan baik oleh anggota melalui pendekatan yang persuasif dan humanis serta bantuan dari berbagai elemen masyarakat," jelas Patrige.
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Fajar Zadiq menjelaskan, kasus pembakaran terhadap helikopter ini diduga merupakan rangkaian dari kasus pembunuhan terhadap warga negara asing (WNA) atas mama Glen Malcolm Conning pada Juli 2024 lalu yang berprofesi sebagai pilot dan bekerja untuk PT Intan Angkasa Air Service.