Kegiatan diikuti 15 peserta dari 4 kelompok pelaku UKM yang ada di Distrik Unurum Guay, Depapre dan Sentani, berlangsung selama tiga hari dari tanggal 28-30 Agustus di aula SMKN 1 Sentani. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pj Bupati Jayapura diwakili Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jayapura Hariyanto.
Asisten II Setda Kabupaten Jayapura Delila Giay mengaku bangga dan senang atas terselenggaranya kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan ini salah satu cara yang dilakukan Pemkab Jayapura melalui Disbudpar Kabupaten Jayapura untuk mempertahankan kesenian tradisional yang ada di Kabupaten Jayapura.
Melihat pentingnya upaya pencegahan ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan Kota Jayapura yang belum lama terbentuk sebagai OPD baru di lingkup Pemkot Jayapura ini, mulai mengintensifkan upaya pencegahan dengan melalui kegiatan sosialisasi di tengah masyarakat. Termasuk yagn digelar di Gereja GKI Sion Dok VIII Distrik Jayapura Utara ini.
F. Mondouw menjelaskan, dalam kegiatan pelatihan ini nanti pihaknya akan mendatangkan 2 nara sumber dari Dewan Kesenian Adat Tanah Papua dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua.
“Ini kegiatan Tailor Made Training (TMT) bagi ibu-ibu yang dilaksanakan di dua jemaat di Kampung Yafdas dan juga di Jemaat GKI Bukit Moria Adainasnosen. Kegiatan pertanian yatu pengolahan roti dan kue, dan budi daya sayuran hidropnoik, dan ini kegiatan berbasis masyarakat,” ungkap Yalon Kbarek.
Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari 29-30 Juli 2024 ini, diikuti lebih dari 60 peserta berasal dari perwakilan OPD di Pemkab Puncak. Adapun sebagai pemateri atau narasumber adalah Johan Albert Piter Ginuny, salah satu pamateri yang sudah sering membuat pelatihan public speaking dan pembawa acara.
Pj Sekda Papua, Derek Hegemur, berharap peserta begitu keluar menjadi seorang pemimpin yang memahami kondisi dimana dia bekerja, terlebih hari ini sudah ada 6 provinsi di tanah Papua.
Derek berharap peserta begitu keluar bisa menjadi seorang pemimpin yang memahami kondisi dimana dia bekerja, terlebih hari ini sudah ada 6 provinsi di tanah Papua. “Peserta harus memahami kondisi di tanah Papua, dan sebagai pemimpin tidak boleh mengeluh melainkan harus membuat perubahan perubahan yang baik dan cepat agar pembangunan di Papua bisa maju,” kata Derek.
Untuk itu, bagi OAP di Kabupaten Jayapura tidak perlu takut dan ragu jika ada kesempatan untuk mandiri dalam berkarir tentu bisa dioptimalkan, yang penting dapat membagi waktu saat sudah berada di rumah bisa menjadi ibu rumah tangga yang melayani keluarga.
Sekda Kabupaten Jayapura Hana S. Hikoyabi mengaku senang dan bangga, karena pelatihan ini kali pertama dilakukan Pemkab Jayapura melalui Disnakertrans Kabupaten Jayapura.