Bupati Jayawijaya Athenius Murib, SH, MH menyatakan hari ini 100 orang Satuan Polisi Baliem yang telah di rekut oleh pemerintah daerah akan mendapatkan perlengkapan mereka baik berupa pakian dan sepatu sebelum masuk pena
"Peristiwa di Anggruk sangat melukai kita semua. Dengan kegiatan ini, kami ingin memberikan penguatan kepada para guru agar trauma yang mereka alami tidak mematahkan semangat mereka, tapi justru memotivasi untuk terus me
Menurut Bupati, pembangunan desa harus menjadi prioritas nasional dalam rangka memperkuat Indonesia dari pinggiran. Ia menegaskan bahwa data PODES sangat penting sebagai dasar perencanaan pembangunan yang merata dan b
Kepala Dinas Kesehatan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya Lesman Tabuni, S.KM, MM menyatakan berkaca dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya untuk bangkit, bersatu dan membagun, berarti dimulai
Ada sejumlah fakta menarik dalam penyelenggaraan DBL Camp tahun ke-16 ini (harusnya tahun ke-18 tapi dua tahun terhenti karena pandemi). Dalam skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2025 terlihat bahwa semangat mempe
Kata Rustan Saru, ini merupakan bagian dari visi-misi walikota untuk menekan angka pengangguran di masyarakat khususnya kalangan generasi muda. "Dari 250 orang ini akan dibagikan tiap kelurahannya. Selain pelatihan kit
Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke Yermias Paulus Ruben Ndiken seusai membuka kegiatan itu mengatakan bahwa pelatihan ini sangat penting dalam rangka menertibkan asset-aset daerah yang ada di sekolah.
Pdt. John mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk melatih para pemimpin anak muda atau disebut Master Guide. Ia menjelaskan Master Guide ini adalah pemimpin anak-anak muda di dalam Gereja Advent yang dilatih sejak
Tahapan seleksinya juga berjalan sangat kompetitif. Setelah menjalani pelatihan secara intensif selama tiga hari di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta sejak Selasa (29/4). Ratusan peserta (131 putra dan 131 putri) disar
Rangkaian kegiatan ini berlangsung selama satu Minggu, mulai 21-26 April 2025. melalui pelatihan secara tatap muka yang berlangsung di aula Bapelkes Padang Bulan, Distrik Heram. Pelatihan ini diikuti oleh sebanyak 29
Peluncuran resmi Koperasi Desa Merah Putih dijadwalkan pada 2 Juli 2025. Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan sinergi berbagai lembaga dan instansi, baik dari kementerian maupun pemerintah daerah, termasuk dinas
"Melalui workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa, yang melibatkan kepala-kepala kampung, serta kepala-kepala distrik, dapat meningkatkan pengalaman dan wawasan bagi mereka, karena kita bicara terkait
Pembukaan pelatihan yang diikuti oleh 130 peserta se-Distrik Elelim ini, juga dihadiri tenaga ahli DPMK Yalimo Welis Doga para Pendamping Distrik Elelim Yalimo, para Kepala Kampung se Distrik Elelim Kabupaten Yalimo dan
Agustinus Joko Guritno mengatakan Ha Anim Sehat itu bukan sekedar penugasan melainkan panggilan hati untuk mengabdi kepada sesama manusia. Ini karena masyarakat Papua Selatan masih menghadapi tantangan dalam akses dan mu
Pelatihan sesi terakhir dari kegiatan pelatihan bertajuk “Pengembangan Diri SDM OAP: Mengasah Kualitas SDM Papua” ini, dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai latar belakang.
"Pesan saya untuk para calon jamaah haji, hendaknya bersama-sama keluarga melakukan doa bersama sehingga bisa diberikan kekuatan dan kesehatan sampai pada kembali lagi ke Kabupaten Jayapura," jelasnya.
Kepala Sekolah SMAK Seminari, St Fransuskus Asisi Jayapura, Sr. Justanti Rerawati, OSU menyampaikan bahwa pihaknya melihat bahwa Cenderawasih Pos masih menjadi media utama penyebar informasi di Papua. Ada banyak informasi yang dibagikan setiap hari sehingga tak salah pihak sekolah menggandeng Cepos untuk memberikan materi jurnalistik.
Katri mengatakan, salah satu program yang dijalankan bersama UNCEN adalah Program Kokarya Studentpreneurship. Kokarya terdiri dari dua kata yakni Ko (kamu) dan Karya. Sedangkan Studentpreneurship merupakan salah satu program kewirausahaan di Fakultas Ekonomi Bisnis UNCEN.
Tetapi juga merupakan penjaga nilai-nilai adat budaya dan hak-hak dasar orang asli Papua, dalam peraturan pemerintah nomor 54 tahun 2024, yang kemudian disederhanakan dalam peraturan pemerintah nomor 4 tahun 2008, serta peraturan daerah Provinsi Papua nomor 4 tahun 2008, MRP di amanat untuk melaksanakan tugas-tugas penting
Kegiatan yang dilakukan adalah kelas-kelas pendampingan, kemudian mereka juga masuk dalam komunitas krealogi di mana setelah kelas-kelas offline atau tatap muka dilakukan, mereka tetap bisa berkomunikasi untuk mendapatkan ilmu, berkonsultasi untuk usaha-usaha yang dimiliki.
"Program ini kami peruntukkan bagi 10 sekolah dasar di Kabupaten Jayapura, khususnya di wilayah Sentani, kita disini mendukung program pemerintah, agar sekolah ditingkatkan kapasitasnya dan didampingi agar bisa menyelenggarakan pembelajaran yang berfokus pada kesehatan fisik dan gizi bagi anak-anak," katanya kepada Cenderawasih Pos
Dalam keterangannya, belum lama ini, Kamaruddin menyampaikan bahwa sebanyak 217 guru telah mengikuti pelatihan sepanjang tahun 2024. Pelatihan tersebut meliputi kegiatan pelatihan penilaian angka kredit, workshop penguatan profil pelajar Pancasila, bimbingan teknis peningkatan mutu seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG), pelatihan Higher Order Thinking Skills (HOTS), program Indonesia Teaching Fellowship (ITF), serta pelatihan guru penggerak. Menurutnya, program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan para guru tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap proses belajar mengajar di sekolah.
Pelatihan yang mengundang mentor dari yayasan GASING hasil didikan Profesor Yohanes Surya itu, mengajarkan cara menguasai matematika dengan lebih mudah. Pj Wali Kota Jayapura, Christian Sohilait menyampaikan metode cara berhitung dengan mudah atau biasa disebut Gasing ini sedang digaungkan di sekolah seluruh Indonesia, diharapkan di Kota Jayapura juga bisa dijalankan.
Oleh karena itu, para pilar-pilar sosial diingatkan untuk senantiasa melaporkan permasalahan masyarakat yang ditemukan di lapangan dan memastikan masyarakat rentan untuk mendapatkan akses dan bantuan.
Melalui momentum itu, Guritno menjelaskan Papua Selatan sebagai salah satu provinsi muda yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2022. Hingga kini, lanjut Guritno, provinsi ini masih dipimpin oleh penjabat gubernur yang sudah dua kali diganti. Hal ini mencerminkan tantangan besar dalam membangun struktur pemerintahan yang solid.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan untuk membekali para guru dengan kemampuan merancang pembelajaran yang mampu mengasah kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif siswa.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Erid Rumansara mengatakan, kegiatan itu sebagai upaya pemerintah melalui pihaknya untuk meningkatkan sumber daya manusia bagi masyarakat dan juga pegawai di dinas tersebut. Selain itu juga, diberikan pelatihan tata bahasa dari Balai Bahasa Papua kepada ASN Dinas Pariwisata.
Pulau Owi, yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan, sangat membutuhkan pelatihan ini. Pasalnya, motor tempel merupakan alat vital dalam aktivitas penangkapan ikan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat Pulau Owi dapat melakukan perawatan motor tempel sendiri sehingga lebih efisien dan mengurangi biaya operasional.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mimika Paulus Yanengga menyebut, latihan berwirausaha bagi ratusan OAP di Mimika merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Mimika untuk mengembangkan kemampuan dan pengetahuan OAP dalam berwirausaha.
Pelatihan ini merupakan bagian dari Kerjasama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pendidikan dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) tenaga pengajar di Mimika dalam mendongkrak keterampilannya untuk menyesuaikan diri dengan kurikulum merdeka serta sistem pembelajaran yang lebih modern.
Adapun PKN tingkat II merupakan implementasi dari peraturan pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 tentang perubahan atas PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang manajemen pegawai negeri sipil (PNS). Dimana pemimpin strategis harus memiliki kompetensi untuk menjamin akuntabilitas jabatan pimpinan tinggi pratama.
Rabit Kuncoro selaku Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Jayapura mengatakan, TRC PB BPBD Kota Jayapura mempunyai tugas pengkajian secara cepat dan tepat di lokasi bencana dalam waktu tertentu, dalam rangka mengidentifikasi cakupan lokasi bencana, jumlah korban, kerusakan prasarana dan sarana, gangguan terhadap fungsi pelayanan umum dan pemerintahan. Serta kemampuan sumber daya alam maupun buatan.
Dia menjelaskan dana otonomi khusus itu digunakan kepada pembiayaan bantuan pembelanjaan sarana dan prasarana perikanan, kemudian program peningkatan sumber daya manusia masyarakat asli Papua, melalui program pelatihan. Kemudian penguatan kelembagaan melalui, pendampingan pada kelompok-kelompok yang sudah dibentuk.
Widhi melihat bahwa peluang untuk menjadikan film sebagai satu sektor ekonomi yang menjanjikan sehingga harus bisa membaca peluang. “Tapi saya minta ini dievaluasi, harus bisa menghasilkan sutradara, penulis dan produser yang professional termasuk produk film,” pintanya.
Dia mengatakan tujuan dari kegiatan pelatihan manajemen event itu, untuk memberikan pemahaman informasi kepada para peserta untuk untuk mengetahui bagaimana cara merencanakan sebuah kegiatan, mengorganisasi sebuah kegiatan mengawasi dan mengontrol.
Meski sudah menjadi sentral budi daya ikan, namun hampir proses pembudidayanya masih menggunakan kolam tanah dan belum memiliki sistem penjernihan air kolam, sehingga membuat kualitas air menjadi kurang baik untuk budidaya ikan.
Nur Jaya mengatakan tujuan dari PKM ini agar pariwisata di Papua khususnya di Kota Jayapura setara dengan pariwisata di tingkat nasional. "Tidak hanya itu, dengan adanya PKM ini diharapkan nantinya sarana dan prasarana pariwisata dapat terus berkembang," imbuhnya.
Usai menjalani pelatihan ini, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Papua juga memberikan bantuan peralatan kepada para peserta, agar bisa mengembangkan ketrampilan yang diperoleh untuk membuat mebeler. Termasuk untuk melatih masyarakat adat lain dalam mengolah hasil hutan kayu, menjadi beraneka macam jenis mebeler. Diharapkan bekal ketrampilan ini bisa meningkatan ekonomi masyarakat adat.
Rektor Uningrat Papua Dr. H.M. Husni Ingratubun, mengatakan pelatihan tersebut mengacu Peraturan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek). No. 53 Tahun 2023 Tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (PMPT)
Hal itu disampaikan Kepala BPBJ Provinsi Papua, Debora Salosa usai bimbingan teknis dan ujian kompotensi pengadaan barang dan/jasa pemerintah level-I pada Biro Pengadaan dan Jasa Setda Provinsi Papua, bekerjasama dengan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kota Jayapura
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Raya dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam pemantauan status gizi masyarakat melalui platform digital.
Acara dibuka Kristijanindyati Puspitasari selaku Kepala Sekretariat Perwakilan Kementerian Keuangan Papua. Puspitasari menyatakan Provinsi Papua memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang sangat besar, sehingga bisa diolah menjadi produk-produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) berkualitas.
Ketua Panitia Yulius Karet, menjelaskan kegiatan itu sangat penting untuk dilakukan supaya ke depan para pelaku usaha terutama perusahaan-perusahaan mampu menyusun perencanaan kebutuhan tenaga kerja di masing-masing perusahaannya.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura Erid Rumansara mengatakan pelatihan pemasaran digital bagi masyarakat di Kota Jayapura itu, bertujuan untuk melatih masyarakat, terutama kaum muda Papua, untuk membantu Pemkot Jayapura dalam hal ini Dinas Pariwisata untuk promosi destinasi wisata yang ada di Kota Jayapura.
Dalam pelatihan yang digelar selama 10 hari kedepan ini, DKLH mengundang instruktur dari luar daerah untuk melatih para peserta yang didominasi pria. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Papua, Aristoteles Ap mengatakan pentingnya pelatihan mebel bagi masyarakat adat Papua.
Dijelaskan, rencana membuat kegiatan sertifikasi pelatihan dewan juri kesenian Kabupaten Jayapura, sangatlah penting dilakukan, hal ini bertujuan supaya jika ada berbagai lomba apakah itu lomba bernyanyi solo, vokal grub atau lomba kesenian lainnya di Kabupaten Jayapura sudah memiliki dewan juri kesenian yang telah memiliki sertifikat /lisensi, yang benar benar dinyatakan profesional dan dari penilaian dewan juri inilah yang nantinya bisa menentukan kwalitas terbaik bagi para peserta yang telah mengikuti lomba dan dinyatakan sebagai pemenangnya.
Plt. Kepala DKLH Provinsi Papua, Aristoteles Ap mengatakan, program pelatihan budidaya jamur dilakukan dengan melihat potensi-potensi yang ada di dalam kawasan hutan terutama terkait dengan pemanfaatan hasil limbah yang telah dibuang atau tidak digunakan lagi, namun bisa dimanfaatkan salah satunya dengan budidaya jamur ini.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura Erid Rumansara mengatakan pelatihan tersebut sekaligus memberikan informasi pengetahuan dan inovasi serta rasa percaya diri dalam membangun kampung menjadi sebuah desa wisata.
Plt Sekda Biak Numfor Zakarias Leonard Mailoa, ST.,MM mewakili Pj Bupati Biak Numfor berkesempatan bersama Dinas Sosial Kabupaten Biak Numfor, menyerahkan secara simbolis bantuan 24 unit Booth Kontener untuk tempat usaha bagi warga masyarakat yang memiliki keadaan ekonomi kurang mampu.
Metode ini dianggap sangat cocok untuk dikembangkan di Papua, terutama di Kabupaten maupun Kota Jayapura yang masih memiliki hutan yang sangat luas di mana dengan memanfaatkan daun tanpa harus merusak pohon.
Menurutnya, sistem dan prosedur yang membelenggu fleksibilitas pelayanan yang masih berbelit-belit sangat membutuhkan sumber daya aparatur yang mampu berperan secara baik dan benar tentang konsep reformasi birokrasi itu sendiri.
Tajuk utama latihan SAR gabungan tahun 2024 ini bertemakan teknik pertolongan di air. Tema ini dipilih mengingat dominasi kejadian kecelakaan di wilayah Merauke adalah di perairan. Sehingga latihan gabungan ini dipandang penting guna mengantisipasi dan meminimalisir jatuhnya korban kecelakaan laut.
Ketiga kejuruan ini saat kata Yalon Kbarek masing-masing kelas diikuti sebanyak 16 peserta. Setiap hari kerja, ketiga kejuruan ini akan aktif hingga enam jam pelajaran. Didampingi para instruktur yang memang sudah ahli pada bidang mereka masing-masing.
Pelatihan usaha ini, diharapkan bisa mendorong pengembangan usaha dari skala mikro menuju usaha skala kecil. Kepala Perindagkop dan UMKM Kabupaten Nduga Erias Gwijangge, SIP mengungkapkan bahwa beberapa wilayah Kabupaten Nduga masih dianggap sebagai "daerah merah" yang masih ada gangguan keamanan. Dimana program kegiatan pembangunan masih sering terkendala faktor keamanan, sehingga hal ini berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
“Pelatihan Hidroponik ini diajarkan oleh Instruktur Hidroponik dari LLK Biak, yaitu Instruktur Atta Prayitno. Mengajarkan tentang bercocok tanam secara hidroponik mulai dari tahapan semai, pembuatan rangka khusus hidoponik, pembibitan, pemindahan bibit, perawatan, dan panen. Selama 18 hari diajarkan proses-proses tersebut,” ujar Yalon.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Jayapura Ted Y. Mokay mengatakan, melalui pelatihan tersebut diharapkan para pimpinan grup dan sanggar seni tradisional di Kabupaten Jayapura bisa mendapatkan wawasan dan ilmu dari apa yang telah disampaikan para nara sumber.
Kegiatan diikuti 15 peserta dari 4 kelompok pelaku UKM yang ada di Distrik Unurum Guay, Depapre dan Sentani, berlangsung selama tiga hari dari tanggal 28-30 Agustus di aula SMKN 1 Sentani. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pj Bupati Jayapura diwakili Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jayapura Hariyanto.
Asisten II Setda Kabupaten Jayapura Delila Giay mengaku bangga dan senang atas terselenggaranya kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan ini salah satu cara yang dilakukan Pemkab Jayapura melalui Disbudpar Kabupaten Jayapura untuk mempertahankan kesenian tradisional yang ada di Kabupaten Jayapura.
Melihat pentingnya upaya pencegahan ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan Kota Jayapura yang belum lama terbentuk sebagai OPD baru di lingkup Pemkot Jayapura ini, mulai mengintensifkan upaya pencegahan dengan melalui kegiatan sosialisasi di tengah masyarakat. Termasuk yagn digelar di Gereja GKI Sion Dok VIII Distrik Jayapura Utara ini.
F. Mondouw menjelaskan, dalam kegiatan pelatihan ini nanti pihaknya akan mendatangkan 2 nara sumber dari Dewan Kesenian Adat Tanah Papua dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua.
“Ini kegiatan Tailor Made Training (TMT) bagi ibu-ibu yang dilaksanakan di dua jemaat di Kampung Yafdas dan juga di Jemaat GKI Bukit Moria Adainasnosen. Kegiatan pertanian yatu pengolahan roti dan kue, dan budi daya sayuran hidropnoik, dan ini kegiatan berbasis masyarakat,” ungkap Yalon Kbarek.
Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari 29-30 Juli 2024 ini, diikuti lebih dari 60 peserta berasal dari perwakilan OPD di Pemkab Puncak. Adapun sebagai pemateri atau narasumber adalah Johan Albert Piter Ginuny, salah satu pamateri yang sudah sering membuat pelatihan public speaking dan pembawa acara.
Pj Sekda Papua, Derek Hegemur, berharap peserta begitu keluar menjadi seorang pemimpin yang memahami kondisi dimana dia bekerja, terlebih hari ini sudah ada 6 provinsi di tanah Papua.
Derek berharap peserta begitu keluar bisa menjadi seorang pemimpin yang memahami kondisi dimana dia bekerja, terlebih hari ini sudah ada 6 provinsi di tanah Papua. “Peserta harus memahami kondisi di tanah Papua, dan sebagai pemimpin tidak boleh mengeluh melainkan harus membuat perubahan perubahan yang baik dan cepat agar pembangunan di Papua bisa maju,” kata Derek.
Untuk itu, bagi OAP di Kabupaten Jayapura tidak perlu takut dan ragu jika ada kesempatan untuk mandiri dalam berkarir tentu bisa dioptimalkan, yang penting dapat membagi waktu saat sudah berada di rumah bisa menjadi ibu rumah tangga yang melayani keluarga.
Sekda Kabupaten Jayapura Hana S. Hikoyabi mengaku senang dan bangga, karena pelatihan ini kali pertama dilakukan Pemkab Jayapura melalui Disnakertrans Kabupaten Jayapura.
Delila Giay mengatakan, kegiatan ini sangat penting dan diharapkan para peserta yang mengikutinya baik itu kepala kampong maupun direktur Bumkam harus benar- benar mengikutinya dengan baik materi yang disampaikan narasumber, baik dari Bank Papua, BNI maupun Perwakilan BPKP Papua.
"Pelatihan ini merupakan salah satu langkah penting PLN untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja. diharapkan dengan pelatihan ini, seluruh pegawai PLN dapat mengetahui dan memahami bagaimana cara menghadapi dan menangani kebakaran dengan baik, baik di lingkungan kerja maupun di tempat lain," jelas Manager PLN UP3 Wamena, Dani Tabianus Womsiwor.
Kepala Dinas Sosial Nickolas Itlay, S.STP, MSi menyatakan terkait dengan penyandang disabilitas adalah kelompok masyarakat yang mengalami cacat dan tersebar di 40 Distrik dan julahnya juga cukup besar sehingga yang dibantu oleh pemerintah ini berpatokan pada sumber dana yang dianggarkan sehingga dibatasi hanya 55 orang.
Sekretaris Distrik Mimika Baru, Alan Jaya Tassa mengatakan, sosialisasi ini bertujuan agar kedepannya pegawai di kelurahan dan kampung bisa memperbaiki tata cara surat menyurat terkait tata naskah dinas.
Dia menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang industri di Kota Jayapura saat ini memang masih memiliki peluang yang besar. Hanya saja, kesiapan tenaga kerja terampil masih sangat terbatas, sehingga masih banyak tenaga kerja yang belum terserap.
Ketua Kelompok Perajin Keramik Kampung Kayo Batu, Popi Puy menceritakan bahwa perajin keramik Kampung Kayu Batu ini merupakan kelompok kecil yang dibentuk pasca mengikuti pelatihan di BBPPSK Jayapura. Mereka awalnya mengikuti pelatihan di BBPPSK selama 14 hari.
Kepala Seksi Fasilitasi UMKM Yuliana menjelaskan, guna meningkatkan dan memberdayakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Mencegah di Kabupaten Jayapura, pihaknya mengadakan pelatihan kuliner kue dari bahan lokal sagu.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya Thony M Mayor, S.Pd, MM menyatakan, kebutuhan tenaga kerja yang terampil dan kompeten yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, hingga kini belum dapat terpenuhi oleh Lembaga Pendidikan dan vokasi yang ada, namun tenaga kerja yang terampil dan berkompeten sangat dibutuhkan dalam mendukung prioritas pemerintah.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Abdul Majid memberikan apresiasi kepada Pokja bunda PAUD Kota Jayapura yang begitu peduli dengan upaya memajukan dan memperbaiki kualitas pendidikan di kota Jayapura dimulai dari jenjang TK/PAUD.
Pelatihan menjahit yang didgagas Kementerian Sosial ini, memang dikhususkan untuk melatih mama-mama Papua, bisa memproduksi sandal hotel. Karena itu, instruktur didatangkan langsung dari Surabaya untuk memandu mama-mama melatih menjahit. Bukan jahit manual, tapi mengunakan mesin jahit.
Untuk program padat karya ini Pemerintah Kota Jayapura mendapatkan alokasi anggaran dari DPA Dinas Tenaga Kerja sementara untuk pelatihan bersumber dari dana otonomi khusus dan dana alokasi umum Pendidikan.
Pelatihan tersebut, berlangsung mulai Senin 15-18 Januari 2024 mendatang di Jayapura. Dengan menghadirkan 2 orang narasumber yakni Ketua IDI Kota Jayapura dr. Hartono dan Ketua IBI Papua Dionesia Pri Utami.
"Kami menginisiasi pelaksanaan kegiatan penguatan kelembagaan Bunda PAUD dan juga Pokja Bunda PAUD serta pelatihan terhadap pelatih untuk penanganan anak-anak stunting, penanganan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus dan lain sebagainya,” ungkap Bunda PAUD Kota Jayapura, Maria Yuvita G. Pekey, Senin (18/12).
Tentunya ini akan menjadi bekal untuk memberikan pelayanan pemerintahan yang baik di setiap distrik karena tujuan program Diklat Kepamongprajaan bagi kepala distrik untuk mencetak pamong praja penyelenggara pemerintahan yang kompeten, handal, profesional dan berwawasan nusantara.
Aspek fisik berkaitan dengan lokasi pemindahan atau penyaluran produk, sementara aspek non fisik berkaitan dengan pengetahuan penjual mengenai apa yang diinginkan oleh konsumen.
Kegiatan pelatihan terkait peningkatan kapasistas atau keahlian untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, gencar di lakukan oleh Kementerian Sosial melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) di Abepura. Selain pembuatan VCO, juga ada pelatihan pembuatan keramik.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, Wicklif Tegai mewakili Pj Bupati Jayapura Triwarno Purnomo mengatakan, Diklat Kepamongprajaan bagi kepala distrik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura tahun 2023 sangat penting, karena ini untuk memberikan output yang baik, untuk meningkatkan kapasitas setiap kepala distrik dalam memberikan pelayanan kepada publik.
“Dalam hubungan ini, Diklat prajabatan dan orientasi mempunyai arti yang cukup penting dan mendasar. Karena penyelenggaraan Diklat ini secara nasional dimaksudkan untuk memberikan pengembangan sumber daya manusia dengan mengacu kepada standar kompetensi agar mampu mengoperasionalkan pekerjaan secara efektif dan efisien untuk terwujudnya penyelenggaraan "goodgovernance",” ucap Derek.
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua Jan Jap Ormuseray (JJO) mengatakan, melalui kegiatan itu pihaknya berharap masyarakat di kampung-kampung bisa bangkit dari sisi ekonomi. Artinya output dari pelatihan itu bisa memberdayakan ekonomi masyarakat di kampong, yang kemudian bisa mengarah pada kehidupan yang lebih sejahtera.
Seperti yang diceritakan oleh Ketua Kelompok Perajin Gerabah Tradisional, Titian Hidup Kampung Abar, Kabupaten Jayapura, Naftali Felle. Mereka membuat gerabah sejak tahun 2008 silam. Gerabah yang diproduksi selama ini hanya terdapat dua jenis, diantaranya sempe belanga (Mangkuk ukuran besar) dan juga pot bunga rias.
Sebanyak 50 peserta yang berasal dari TNI,POLRI, Instansi pemerintah, Pramuka dan organisasi masyarakat mengikuti penutupan pelatihan ini. Kegiatan ditutup langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Jayapura Sunarto,S.IAN didampingi Oleh Observer dari pusat dan Kepala Sumber Daya yang juga Ketua Panitia Pelatihan Iwan Gunawan,S.E.
Kepala BPSDM Provinsi Papua Aryoko, AF Rumaropen, SP, M.Eng menerangkan, PKN Tk II angkatan XXX diikuti 59 orang, PKA II diikuti oleh 40 orang dan PKP III diikuti oleh 40 orang.“Peserta berasal dari Provinsi dan Kabupaten se-Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Pepua Pegunungan dan Papua Selatan,” ucap Aryoko.