Menurut Derek, pengembangan infrastruktur untuk ekspor langsung ke luar negeri membutuhkan persiapan yang matang. Termasuk pengembangan pelabuhan laut dan udara.
Kepala Kantor Kesyahbandara dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Jayapura, Agustinus mengatakan bahwa khusus kapal penumpang baik itu perintis maupun kapal penumpang (Kapal Putih) sudah sebanyak 60 kali masuk di Pelabuhan Jayapura, sejak Januari - April 2024.
  Kepala Kantor KSOP Merauke Capt. Julivan CH Sakindeho saat menutup posko lebaran tersebut mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan pergerakan penumpang angkutan laut di Pelabuhan Merauke, penyelenggaraan angkutan laut lebaran tahun 2024 yang dilaksanakan mulai 26 Maret sampai 26 April 2024, untuk penumpang turun atau tiba mengalami peningkatan sebesar 10,26 persen dibandingkan tahun 2023 lalu.
Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran Pelabuhan Jayapura, Semuel Yabes Yermia menjelaskan bahwa bertepatan dengan momen arus balik terakhir, posko angkutan laut lebaran juga telah ditutup.
Hal tersebut disampaikan Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran Pelabuhan Jayapura, Semuel Yabes Yermia bahwa puncak arus balik di Pelabuhan Jayapura, puncaknya Rabu (24/4) menggunakan KM. Labobar. Pasalnya dari beberapa kapal yang sudah masuk di Jayapura sebelumnya masih di kisaran 1.200, 1.400 dan kali ini 1.673 penumpang.
Dimana menurut perkiraan, untuk arus balik berjumlah 7.000-an penumpang sementara dari dua kapal yang sandar yakni KM Sinabung dan KM Gunung Dempo baru 2.000-an lebih penumpang yang sudah turun di Pelabuhan Jayapura.
 Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran Pelabuhan Jayapura, Semuel Yabes Yermia menjelaskan, pertemuan tersebut, telah dilakukan pada Senin (15/4) kemarin, guna menyikapi insiden yang terjadi di Pelabuhan Sorong.
Kendati demikian, kata Rachmansyah jumlah tersebut merupakan yang terdaftar di sistem penjualan tiket dan memiliki tiket. Ia mengatakan, ada juga penumpang yang tidak memiliki tiket dan diperkirakan cukup banyak.
 Setiap ada kendaraan roda empat yang masuk tak segan-segan mereka pun memberhentikannya dan mengetuk kaca jendela mobil lalu meminta uang. Warga yang datang ke pelabuhan sering dibuat resah akibat ulah oknum-oknum masyarakat itu.Â
Perkelahian tersebut bermula dari adanya anggota TNI AL Marhanlan XIV /Sorong yang menegur personel Brimob Polda Papua Barat yang sedang ada di lokasi. Dia pun tidak menjelaskan dengan detail kata apa yang dilontarkan dalam teguran tersebut.