Dalam kegiatan ini, Tim Kesehatan yang dipimpin Ipda dr. Richard Adson bersama anggotanya melaksanakan program KELADI SAGU (Kesehatan Lambang Diri Sehat Guna) dengan memberikan obat cacing dan vitamin kepada anak-anak di Kampung Kimak, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.
Wonime Labene merupakan Kepala Suku di Distrik Mabugi, Kabupaten Puncak yang menerima sebanyak 3 ekor ternak babi dari Satgas Binmas Ops Damai Cartenz pada bulan Mei yang lalu.
Dalam kesempatannya, Kabid Humas Polda Papua mengatakan bahwa hari ini Bid Humas Polda Papua mengajak komunitas untuk bersama-sama melestarikan alam yang ada di tanah Papua khususnya Kota Jayapura.
Korwil Binmas Noken Wilayah Puncak Ipda Yan Amos Wambraw, S. Sos mengatakan pada ini bertempat di Ruang Sat Bias Polres Puncak kami mengajari anak anak dalam pelafalan Sumlah pemuda.
Korwil Binmas Noken Jayawijaya Iptu Made Sujana, A.md, P.d menyampaikan semangat belajar anak-anak semakin meningkat dengan rutinnya Personel turun di lapangan guna mengajarkan mereka membaca dan menulis huruf abjad yang baik dan benar.
Kegiatan penyerahan tersebut dilaksanakan di Jalan Nuri Distrik Dekai, Sabtu (22/10), dimana anggota Binmas Noken yang dipimpin Ipda I Made Budi Dumariawan memberikan bibit sayuran kepada Ketua Kelompok Tani Yali Hubla Bapak Ebenius Amohoso.
Kasat Binmas Polres Asmat AKP Sudirman pada kesempatannya mengatakan, trauma healing yang dilakukan pihaknya untuk mengurangi dampak trauma pada anak-anak yang tinggal di lokasi kebakaran, sehingga dirinya bersama anggota Polwan Polres Asmat melakukan kegiatan tersebut.
Pelayanan kesehatan merupakan rutinitas yang diberikan kepada masyarakat setiap harinya berupa pengecekan hingga pengobatan gratis guna memberi kesehatan bagi kehidupan masyarakat.
Proses belajar mengajar ini dilakukan di GPDI Agape, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Rabu (19/10). Polisi mengajari anak-anak tentang materi dasar seperti cara baca, tulis dan berhitung.
Dalam kesempatan tersebut, Bripda Yairus Magai mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan sebuah bentuk aksi dan upaya dalam mencegah adanya buta aksara kepada anak-anak Papua, dimana mereka adalah generasi penerus bangsa dan juga sebagai roda pembangunan kedepannya.