Dalam keputusan tersebut, Menteri Dalam Negeri mengesahkan pengangkatan Yoas Beon yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati Nduga menjadi Bupati Nduga sisa masa jabatan 2025–2030, serta menetapkan hak keuangan dan tunjangan
Direktur Eksekutif YKKMP Pembela HAM di tanah Papua, yang juga Ketua Tim Kemanusiaan Distrik Gearek, Theo Hesegem menyebut, keluarga korban aparat bertanggung jawab. Dalam laporan investigasi awal, Tim Kemanusiaan mengun
Menurut Purwanto, kegiatan yang dilakukan TNI di wilayah tersebut merupakan patroli rutin Satgas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan), bukan operasi penindakan sebagaimana yang diberitakan.
Theo juga mengatakan, akibat penyerangan itu, masyarakat setempat memilih mengungsi ke luar dari Distik Gearek dan kini menuju ke Kenyam Ibu kota Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan. “Pada 10 Desember 2025, masyar
 Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Wilayah Numbay Nason Kelnea menyebutkan bahwa, tragedi Abepura berdarah menjadi salah satu catatan kelam pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat di Papua.
Kejadian konflik antar warga ini terjadi Minggu, 9 November 2025 yang disebabkan adanya warga dianiaya kelompok warga lainnya hingga mengalami luka berat. Tak terima akhirnya terjadi aksi balasan. Kabid Humas Polda Papua
Salah satu Keluarga Korban bencana alam di Mebrok Arim Tabuni menyebutkan dalam pencarian para korban, mungkin di Distrik Dal yang memiliki akses jelas karena bisa melalui Distrik Mbua, sementara untuk Distrik Mebrok ini
Ketua DPRP Papua Pegunungan Yos Elopere menyatakan dari lima korban baru satu orang yang ditemukan, karena medan yang berat dan akses yang sulit karena adanya pos- pos militer yang menduduki wilayah tersebut untuk melaku
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa penangkapan tersebut berawal dari hasil penyelidikan tim sejak pukul 07.05 WIT. Petugas mendeteksi keberadaan pelaku di sekitar lokasi pa
Adapun titik yang menjadi tempat Pengalangan dari mahasiswa yakni di Pertigaan Lampu Merah Abepura. Aksi dipimpin oleh Iyalek Gwijangge (Koorlap) dan diikuti sekitar 30 orang.
Dari pantauan Cenderawasih Pos aksi mulai pu