Karennu menjelaskan, dari 3.168 siswa di 7 sekolah yang akan menjadi sasaran pemberian makanan bergizi gratis di Kabupaten Merauke,  telah melakukan uji coba pemberian MBG tersebut di 4 sekolah yakni SD YPK Ermasu, SMPN Buti, SD YPPK Budi Mulia dan TK Kartika dengan jumlah 1.200 siswa.  Â
‘’Jadi pemberian makanan bergizi gratis ini secara bertahap. Tidak seluruhnya. Untuk tahap awal ada 7 sekolah yang jaraknya tidak lebih dari 2 kilometer dari dapur umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Badan Gizi Nasional (SPPG-BGN) yang ada di Makodim 1707/Merauke,’’ kata Dandim 1707/Merauke Letkol Inf. Johny Nofriady disela-sela uji coba pemberian MBG di SD YPPK Budi Mulia Merauke
  Untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah pusat mengangngarkan dalam APBN sebesar Rp 71 Triliun, dengan sasaran 3 juta anak di seluruh Indonesia. Adapun program tersebut akan dibawa tanggungjawab Badan Gizi Nasional. Tidak hanya itu juga akan melibatkan TNI maupun polri.
Kunjungan ke SMK Negeri 1 Merauke dan Salor untuk memastikan kesiapan menerima kunjungan Wapres Gibran Rakabumingraka dalam waktu dekat ini. Wapres Gibran Rakabumingraka dijadwalkan dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Meski belum diketahui kapan program ini akan dilaksanakan di Kabupaten Mimika, namun Penjabat (Pj) Bupati Mimika, Valentinus Sudarjanto Sumito menyebutkan bahwa pemerintah daerah akan selalu mendukung setiap program yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat.
Sekretaris Dinas Pendidikan Bambang Budiandoyo menyatakan program MBG ini meliputi Paud, TK, SD, SMP, SM/SMK, sehingga mereka akan datang dan mengambil data siswa yang ada di Kabupaten Jayawijaya, diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama program ini bisa berjalan di Kabupaten Jayawijaya.
Pj. Bupati Jayapura Samuel Siriwa menjelaskan, terkait dengan program makan bergizi pihaknya tengah mempersiapkan diri, dimana sudah ada juknis dari pemerintah pusat.
Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Jayapura Sri iriyanti mengatakan bahwa jika benar dianggarkan Rp 10 ribu maka diyakini belum bisa menjawab kebutuhan gizi. Nominal Rp 10 ribu memang cukup untuk membeli seporsi makanan, namun ini jauh dari kata cukup untuk memperoleh makanan yang mengandung protein yang cukup jika sesuai dengan kelompok umur.