Ribuan umat Katolik, biarawan, dan biarawati dari empat dekanat di dua provinsi Papua dan Papua Pegunungan sejak pagi bergerak menuju Istora Papua Bangkit mengikuti Misa Akbar Penutupan Sinode Keuskupan Jayapura 2026. Ad
Sebanyak 300 utusan umat dari seluruh wilayah Keuskupan Jayapura dipastikan ambil bagian. Mereka terdiri dari para imam (pastor paroki), pimpinan kongregasi, biarawan dan biarawati, serta tokoh-tokoh awam yang akan bersa
Ia menjelaskan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi pengurus untuk memperoleh masukan strategis langsung dari Bapa Uskup agar organisasi dapat terus bertumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi Gereja maup
Ketua Panitia Prasinode Keuskupan Jayapura Denat Pegunungan Tengah Benny Mawel kegiatan yang dilakukan saat ini menyongsong Sinode Keuskupan Jayapura tahun 2026 tepatnya pada 2 Februari bertepatan dengan ulang tahun pent
Diawali dengan pemberkatan oleh Uskup Agung Merauke Mgr Petrus Canisius Mandagi. Setelah pemberkatan, dilanjutkan dengan prosesi adat, dimana seekor babi jantan dibunuh dengan cara ditoki (dipukul pada bagian kepala,red)
Tidak hanya menyediakan tempat tinggal, kawasan perumahan ini juga dilengkapi dengan fasilitas pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ada unit ternak ayam petelur, ternak babi, perikanan, kebun, dan pengelolaan air bersih yang
Perayaan Misa Syukur tersebut dipusatkan di Patung Hati Kudus Yesus, Bandara Mopah Merauke. Ribuan umat Katolik swe-Kevikepan Merauke hadir dalam perayaan syukur tersebut dipimpin langsung Uksup Agung Merauke Mgr Petrus
"Kemarin saya sempat membaca beritanya bahwa Uskup Keuskupan Jayapura Pastor Mgr Yanuarius Watopai menyarankan agar mas Gibran menemui KKB dan berdiskusi langsung agar ketahuan apa yang jadi masalah. Alangkah baiknya jik
Menurutnya, pendekatan dialog dengan berbagai elemen masyarakat seperti tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, penyandang disabilitas, hingga masyarakat umum sangat penting untuk memahami realitas di lapangan.
Ia juga mengenang kedekatannya dengan Uskup Yan You, yang sudah terjalin sejak masa tugasnya sebagai Kapolda. Saat itu, Uskup Theofilus menjabat sebagai Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Tanah Papua (PGGP), dan keduan