Pengungkapan tersebut dilakukan setelah aparat melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga proses identifikasi terhadap korban. Dua korban meninggal dunia dalam peristiwa ters
Yanti menyatakan bahwa langkah jumpa pers ini dilakukan karena selama bertahun-tahun hak karyawan belum dipenuhi, meski mereka telah bekerja dan melayani masyarakat di atas tanah Papua.
infrastruktur darat membuat perjalanan ke wilayah pegunungan dan pesisir tidak mudah.
Wilayah-wilayah tersebut merupakan kampung halaman bagi karyawan PTFI yang berasal dari dua suku utama yakni Suku Amungme dan Suku Kam
Saat ditemukan, korban dalam keadaan lemas namun masih sadar. Tim kemudian melakukan evakuasi menggunakan tandu darurat menuju Base Camp PT. Iriana Mutiara Mining untuk penanganan awal.
Senior Vice President (SVP) Community Development PTFI, Nathan Kum menerangkan bahwa Marital Program ini sudah dilaksanakan semenjak tahun 2009 oleh Divisi PAD dan total yang sudah mengikuti program ini adalah 200 pasang
Pada Kamis, tanggal 18 September 2025 sekira pukul 06.15 WIT, Kepolisian Sektor (Polsek) Kuala Kencana menerima informasi terkait adanya satu unit Ekskavator yang dibakar oleh OTK. Ekskavator tersebut menurut informasi d
Katri mengatakan bahwa upaya ini, tim penyelamat terus menerus menghadapi tantangan besar dan risiko keselamatan tinggi. Lanjut dijelaskan, tantangan terbesar adalah volume material basah yang masih aktif dalam jumlah ya
Kali ini, Freeport menggandeng tim Inspektur Tambang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia dalam misi penyelamatan itu. Vice President Corporate Communications PTFI, Katri Krisnati dalam k
Kedua karyawan ini sempat mendapat bogem mentah dari pelaku. Kasus ini sempat terekam CCTV dan akhirnya ramai di media sosial. Paguyuban Flobamora juga sempat memprotes kejadian ini karena korban berasal dari kerukunan t
Dikabarkan, terdapat 7 karyawan PTFI yang terjebak di area tambang Underground milik Freeport saat peristiwa terjadi. Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman membenarkan peristiwa tersebut.