”Sehingga pada malam ini saya selaku kepala Basarnas, selaku SAR Coordinator mendeklir bahwa operasi pencarian dan evakuasi terhadap kecelakaan pesawat PK-THT saya nyatakan selesai,” kata dia tegas.
Hilman mengaku selama di Makassar mendapatkan pelayanan terbaik dan informasi-informasi yang akurat. Dia juga mengaku telah memberanikan diri untuk datang dengan perjalanan 2,5 jam dari bandara dan perjalanan satu jam me
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto mengkonfirmasi identitas korban. Jenazah berusia 43 tahun itu ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di kedalaman 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Evakuasi jenazah Deden
Tim SAR Gabungan menemukan jenazah Florencia pada Senin (19/1). Jenazah itu terdata sebagai korban kedua yang ditemukan. Sehari sebelumnya (18/1), Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah korban berjenis kelamin laki-laki
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 09.15 WIT dan langsung melakukan pemeriksaan serta olah TKP. Kronologisnya bermula saat seorang saksi mendatangi ruko korban karena beberapa hari tidak melihat korban beraktivitas. Sa
Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki mengatakan, ritual pembakaran mayat ini diambil oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak karena kedua belah pihak baik kubu Dang maupun kubu Newegalen menlak untuk bertanggungja
Isak tangis pun pecah ketika Surip Dorci Residay yang tiba di rumah sakit harus menghadapi kenyataan pahit akan kepergian mendiang suami tercinta. Kepada awak media, Surip mengungkapkan kronologi terakhir sebelum suaminy
Hasil pemeriksaan memastikan bayi berjenis kelamin laki-laki itu meninggal akibat jalan napasnya terhambat karena adanya tindakan penekanan atau pembekapan pada bagian leher. Karumkit RS Bhayangkara Jayapura, AKBP Romy S
Kompol Dewa mengatakan, penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh dua masyarakat yang biasa beraktifitas di seputaran TKP sekitar pukul 07.40 WIT. Saat itu keduanya sedang melakukan kegiatan rutinnya di area pembuan
"Awalnya Sertu SL melihat Korban Frengky Kogoya melakukan pelemparan rumah dinas dan ini bukan pertama kalinya namun sudah sering dilakukan. Korban diduga sebagai Orang Dengan Gangguan jiwa (ODGJ)," ungkapnya di Makodim