"Pengiriman jenazah pilot Nicholas Goselin untuk dimakamkan ke kampung halamannya di Kentucky, difasilitasi oleh Kedubes AS di Jakarta," kata Direktur Utama PT AMA Bob Kayadu kepada ANTARA di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa.Menur
Keberadaan jenazah Nahkoda KMN Sardi Utama bernama Ahir yang sehari-harinya dipanggil Rizal belum jelas. Nahkoda KMN Sardi Utama Ahir yang sehari-harinya dipanggil Rizal itu tewas ditembak saat memasuki perairan PNG, pada 9 Juni 2026 sekira
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan, melalui Kasat Reskrim AKP Axel Panggabean, mengatakan korban diketahui bernama MT (30), seorang laki-laki yang berdomisili di Jalan Polomo, Kelurahan Hinekombe, Distrik Sentani, Kabupaten Jayap
Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan sejak hari pertama kejadian, 6 Mei lalu personel Polres Jayawijaya langsung turun ke lokasi untuk melakukan proses pencarian dan evakuasi korban, Dengan menyisir b
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan hari ke enam ini berhasil mendapatkan 3 korban tambahan yang sudah dalam keadaan meninggal dunia. Menurutnya, tiga jenazah ini tidak ditemukan secara bersam
Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial TikTok oleh akun Kka nes (@dherlie_melindah).
Tim kepolisian yang tiba di lokasi segera mengamankan area dan melakukan pendataa
Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam. Namun dari sekian banyak ini tujuh diantaranya dinyatakan meninggal. Warga juga tak bisa menyelamatkan diri sebab arus air kali terseb
Kapolres Boven Digoel melalui Kasat Reskrim AKP Ishak O. Runtulalo menyampaikan, laporan awal diterima pihaknya sekira pukul 10.15 WIT. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket SPKT bersama piket Reskrim langsung menuju Tempat Kejad
Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum diberangkatkan dari rumah duka di Kampung Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Dalam amanatnya di hadapan keluarga dan para pelayat, Jenderal Agus Subiy
Nelayan tersebut diduga telah meninggal dunia sehingga tak mampu lagi megendalikan laju kemudi perahu dan menabrak pemecah ombak. Mengetahui hal tersebut, saksi segera melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian melalui
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna dalam keterangan resminya pada Senin malam membenarkan hal tersebut. I Wayan menerangkan bahwa korban ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian, oleh masyar
“Hasilnya, pada pukul 00.50 WIT sistem berhasil mengidentifikasi identitas korban melalui sidik jari jempol kanan dengan tingkat kecocokan yang tinggi. Berdasarkan hasil identifikasi, korban diketahui berinisial A.Y. (42
Pemakaman tersebut dilakukan setelah Polresta Jayapura Kota berkomunikasi intens dengan keluarga korban di Kabupaten Yahukimo. Alhasil pada Selasa (24/2) keluarga korban tiba di Jayapura dan pada Rabu (25/2) korban atasn
Kapolsek Heram Iptu F. Andri Rihulay, S.E., M.H mengungkapkan bahwa belum ada pihak keluarga dari korban yang mengambil jenazahnya. Melihat kondisi tersebut, Polresta Jayapura melalui Polsek Heram akan melakukan koordina
Direktur RS Bhayangkara Jayapura melalui Kepala Instalasi Kamar Jenazah, dr. Ilham A. Hamka, menjelaskan bahwa otopsi dilakukan pada hari yang sama oleh Dokter Spesialis Forensik, dr. Jimmy Sembai, sekitar pukul 22.42 WI
”Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel didukung oleh Tim DVI Pusdokkes Polri, Tim Pusiden Polri, Tim Iden Polda Sulsel, dan Fakultas Kedokteran Unhas telah menerima kantong jenazah dan melaksanakan identifikasi,” imbuhnya.
”Sehingga pada malam ini saya selaku kepala Basarnas, selaku SAR Coordinator mendeklir bahwa operasi pencarian dan evakuasi terhadap kecelakaan pesawat PK-THT saya nyatakan selesai,” kata dia tegas.
Hilman mengaku selama di Makassar mendapatkan pelayanan terbaik dan informasi-informasi yang akurat. Dia juga mengaku telah memberanikan diri untuk datang dengan perjalanan 2,5 jam dari bandara dan perjalanan satu jam me
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto mengkonfirmasi identitas korban. Jenazah berusia 43 tahun itu ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di kedalaman 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Evakuasi jenazah Deden
Tim SAR Gabungan menemukan jenazah Florencia pada Senin (19/1). Jenazah itu terdata sebagai korban kedua yang ditemukan. Sehari sebelumnya (18/1), Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah korban berjenis kelamin laki-laki
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 09.15 WIT dan langsung melakukan pemeriksaan serta olah TKP. Kronologisnya bermula saat seorang saksi mendatangi ruko korban karena beberapa hari tidak melihat korban beraktivitas. Sa
Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki mengatakan, ritual pembakaran mayat ini diambil oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak karena kedua belah pihak baik kubu Dang maupun kubu Newegalen menlak untuk bertanggungja
Isak tangis pun pecah ketika Surip Dorci Residay yang tiba di rumah sakit harus menghadapi kenyataan pahit akan kepergian mendiang suami tercinta. Kepada awak media, Surip mengungkapkan kronologi terakhir sebelum suaminy
Hasil pemeriksaan memastikan bayi berjenis kelamin laki-laki itu meninggal akibat jalan napasnya terhambat karena adanya tindakan penekanan atau pembekapan pada bagian leher. Karumkit RS Bhayangkara Jayapura, AKBP Romy S
Kompol Dewa mengatakan, penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh dua masyarakat yang biasa beraktifitas di seputaran TKP sekitar pukul 07.40 WIT. Saat itu keduanya sedang melakukan kegiatan rutinnya di area pembuan
"Awalnya Sertu SL melihat Korban Frengky Kogoya melakukan pelemparan rumah dinas dan ini bukan pertama kalinya namun sudah sering dilakukan. Korban diduga sebagai Orang Dengan Gangguan jiwa (ODGJ)," ungkapnya di Makodim
Kapolres Mimika, AKBO Billyandha Hildiario Budiman mengatakan bahwa jenazah berinisial RJ tersebut berusia sekitar 15 tahun. Lebih Lanjut dikatakan, saat ini tim medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika telah mel
Penemuan jasad tersebut pertama kali dilaporkan oleh Moses Tembua (27), warga Kampung Nggolar, sekitar pukul 07.15 WIT. Saat itu, Moses bersama adiknya, Yohakim, sedang memeriksa jaring ikan yang mereka pasang di kali. K
Menurut saksi mata di lokasi, suasana sempat mencekam ketika pelaku mengamuk sambil menodongkan senjata tajam. Salah satu tokoh masyarakat yang juga kepala suku setempat berusaha menghentikan aksi pelaku dengan berteriak
Korban pertama kalinya ditemukan oleh para nelayan yang sedang memancing di sekitar lokasi penemuan dalam keadaan mengapng terombang ambing dengan jarak sekitar 9,3 kilo dari Muara Sungai Kumbe.
Sudah hampir satu pekan, identitas mayat wanita yang ditemukan di Kampung Hulu Atas, Distrik Airu, Kabupaten Jayapura, masih belum diketahui identitasnya.
Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Alamsyah Ali, S.H., M.H., memb
Empat dari lima jenazah pekerja PT Freeport Indonesia (PTFI) yang berhasil dievakuasi pada Minggu, 5 Oktober 2025 telah dipulangkan ke kampung halaman. Keempat jenazah diterbangkan ke kampung halaman menggunakan pesawat
Kedua korban telah dievakuasi dengan aman ke RSUD Dekai, Kabupaten Yahukimo, untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak medis. Saat ini tersisa tiga jenasah lagi yang masih di lokasi atau TKP. Untuk kondisinya diperkirakan
"Dugaan kuat, korban sengaja dibuang ke sungai oleh KKB untuk mempersulit aparat dalam melakukan pencarian," ungkap Kapolres Asmat AKBP Wahyu. Menurut Wahyu, pencarian jasad korban telah dilakukan sejak pagi hari dengan
Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, S.I.K melalui Kasat Lantas AKP Robertus Rengil menjelaskan, Berdasarkan informasi yang diterima dari Polsek Heram, kendaraan tersebut dikemudikan oleh seorang laki-laki yang hingga
“Pada hari ini Sabtu, 20 September 2025 sekira pukul 8.45 WIT, Tim Penyelamat Tambang Bawah Tanah telah menemukan dan mengevakuasi 2 (dua) jenazah yang diduga adalah rekan-rekan kami yang terjebak dalam insiden luncuran
Kapolresta Jayapura Kota Kombes. Pol. Fredrickus W.A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR melalui Kapolsek Heram AKP Bernadus Yunus Ick, S.H dalam keterangan tertulisnya,
mengatakan, korban diketahui bernama Oni Wenda (31),
Menurut informasi yang diterima Cenderawasih Pos, korban pertama kali diketahui meninggal dunia oleh kerabatnya sekira pukul 12.30 WIT. Informasi mengenai kepergian Kasman ini lantas menyebar luas dan langsung direspon o
Kejadian ini memantik emosi warga di Dekai yang kemudian mengarak jenasah tersebut di jalan. Terkait ini Polda Papua langsung menurunkan tim investigasi ke Polsek Kota Dekai, Polres Yahukimo. Tim dipimpin langsung Kabid
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Lantas AKP Laly R Pundu menyatakan penemuan jenazah ini pertama sekira pukul 06.30 WIT , diketahui oleh masyarakat sekitar lokasi bahwa terdapat sosok laki-laki dengan motor Jenis Jupite
Jika sesi pertama lebih banyak menceritakan tentang kisah Miki yang pernah kedukaan hingga harus memotong telinganya, pada edisi terakhir ini menjelaskan tentang proses dan pesan apa saja dari tahapan Warekma. Miki menje
Warekma merupakan bentuk penghormatan tertinggi bagi yang meninggal. Proses ini melibatkan keluarga dan komunitas yang berada dalam lingkungan keluarga duka tersebut. Selain itu, proses lainnya adalah Akonipuk yakni trad
Kapolsek Depapre IPDA Akhsani Tqwim bersama tim identifikasi dan piket Reskrim Polres Jayapura segera menuju lokasi dengan menggunakan speed boat dari dermaga Polair. Setibanya di tempat kejadian, tim melakukan pemeriksa
Lokasi penemuan jasad korban jika ditarik lurus dari tempat ditemukannya perahu ketinting milik korban sekitar 1,5 km atau pada koordinat 6°27'49.87"S - 140°36'10.42"E. Korban ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada Senin (
Kepala Kantor SAR Jayapura Anton Sucipto mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga bahwa korban bersama sopir berada di pinggir Kali We, lalu korban di datangi 5 orang dan meminta uang dengan paksa, karen
Jenazah diberangkatkan ke Sumatera Barat melalui jalur udara pada pukul 11.00 WIT. Seluruh proses evakuasi berlangsung tertib dan lancar, berkat koordinasi lintas sektor, termasuk aparat keamanan dan otoritas lokal. Pros
Dimana kedua peristiwa pembunuhan tersebut terjadi secara beruntun di hari yang sama. Korban pertama, Syafaruddin, warga Distrik Wanwi yang berprofesi sebagai tukang ojek, ditemukan tewas pada Sabtu siang sekitar pukul 1
Serka Rudolf merupakan korban penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK) hingga meregang nyawa di Pasar Bhintuka, SP 13, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Minggu, 13 Juli 2025. Kasus pem
Mirisnya proses evakuasi untuk mengangkat tubuh korban ini menggunakan alat sederhana. Terlihat tim SAR terpaksa menggunakan beberapa kayu buah untuk menggali tanah guna mengeluarkan jenasah. Dari kronologisnya diketahui
Pria yang diperkirakan berusia kurang lebih 50 tahun ini merupakan pekerja bangunan yang sedang menyelesaikan proses pengerjaan salah satu rumah di kawasaan perumahan tersebut bersama beberapa orang lainnya.
Kedua korban diketahui bernama Rahmat Hidayat (45) dan Saepudin (39). Jenazah diberangkatkan dari Bandara Wamena pada Kamis (5/6) sekitar Pukul 08.45 WIT. Sekitar satu jam kemudian, Pukul 09.40 WIT, jenazah tiba di Banda
Biasanya, tes ini sering digunakan untuk mencocokan hubungan keluarga dan garis keturunannya. Dan otopsi dan tes DNA, mayat tersebut dipastikan adalah Nurmila Nainin, bocah perempuan berusia 9 tahun yang akrab disapa Tap
Setelah dilakukan rekonsiliasi ketiga Jenazah tersebut langsung diserahkan kepada pihak keluarga untik dimakamkan. Ketiganya di Makamkan di Yahukimo, karena kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk dibawa ke kampung hal
Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menyampaikan bahwa dari 13 jenazah tersebut, 12 telah berhasil dievakuasi ke RSUD Dekai dan Bovendigoel. Seluruh jenazah yang berhasil dievakuasi juga tel
KMN Sukses Selalu 1248 berada di pelabuhan tersebut karena sedang melakukan mesin. Atas temuan jenazah tersebut, Tim Identifikasi Reserse Kriminal Polres Merauke dibawah pimpinan KBO Sat Reskrim Ipda Sewang memimpin lang
"Korban ditemukan dalam posisi tergantung di pohon. Setelah melihat kejadian itu, saksi langsung melaporkannya kepada warga sekitar yang kemudian meneruskan laporan ke pihak kepolisian," terang Rachman dalam keterangan t
Jaraknya sekitar 100-an meter dari lapak orang tuanya berjualan di Jalan Poros Koya Barat. Ia dinyatakan hilang pada Minggu (30/3) sebelum berbuka puasa. Garis polisi pun telah dipasang di lokasi dimana Alisha ditemukan
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK melalui Kasi Humas AKP Prih Sutejo, kepada wartawan mengungkapkan, adanya penemuan jenazah korban yang mulai membusuk itu diketahui pihaknya setelah SPKT Polres Merauke mendapatkan laporan dari masyarakat pada pagi harinya.
Dengan adanya kebijakan ini, seluruh proses pengurusan jenazah, mulai dari perawatan, penyediaan perlengkapan seperti peti, pakaian, hingga biaya pengantaran ke rumah duka, ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
Korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi Meki Kogoya (25) warga lokasi 3 Wamena, dimana dari barang bukti yang ditemukan aparat kepolisian saat melakukan olah TKP di temukan barang bukti berupa satu tas loreng warna cokelat putih berisi celana warna hitam, satu Gunting warna hitam, satu HP Vivo warna hitam, satu topi warna hitam. satu Alkitab berukuran kecil, satu celana jeans warna biru, satu hoodie warna hitam, satu pelastik sabun rinso.
Kapolres Merauke AKBP Leonardoi Yoga melalui Kasi Humas AKP Prih Sutejo membenarkan penemuan jenazah perempuan tersebut. Prih Sutejo menjelaskan bahwa setelah mendapat laporan, Tim identifikasi dari Satuan Reserse Polres Merauke langsung mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Pantauan media ini di lapangan, pihak Kepolisian telah berada di lokasi untuk mengevakuasi jenazah. Terlihat, setelah dikeluarkan dari dalam sungai, tim Inavis Sat Reskrim Polres Mimika kemudian membungkus jenazah tanpa identitas tersebut dengan menggunakan kantong jenazah berwarna oranye.
Menurutnya identitas jenazah pria tersebut terungkap setelah seorang anggota keluarganya mendatangi kantor Pelayanan Polres Mimika yang berada di Jalan Cenderawasih pada Selasa dini hari.
Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika, Lucky Mahakena menyebutkan, janazah pria tanpa identitas tersebut masih berada di kamar jenazah. Pihaknya tengah menunggu koordinasi dengan kepolisian untuk melakukan tindakan.
"Awalnya Saksi keluar dari kamar kos Untuk mengambil handuk dan melihat korban telah terbaring di TKP, sehingga Saksi berpikir korban sedang dalam keadaan mabuk," kata Kompol Komarul melalui keterangan tertulisnya.
Bripka Ronald gugur saat menjalankan tugas pada Selasa (21/1) di Kampung Lima-Lima, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya. Insiden tragis tersebut terjadi ketika almarhum sedang mengantri minyak tanah di sebuah Agen Premium Minyak dan Solar (APMS). Dalam perjalanan pulang, almarhum diserang dan ditembak oleh KKB yang diduga dipimpin oleh Bumiwalo Telenggen.
Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, SIK, ketika di konfirmasi membenarkan adanya penemuan jenazah seorang remaja yang mengapung di sebuah telaga yang ada di Kampung Sabulama Distrik Wesaput Minggu (5/1) sekitar Pukul 07.20 sampai dengan pukul 09.40 wit,
Malah jika diawal hanya ditutup oleh material, kini ditutup menggunakan cor semen dan batu. Alhasil dari penutupan ini ada puluhan jenasah yang harus dialihkan lokasi pemakamannya. Jika sehari bisa 3 hingga 4 jenasah yang dimakamkan maka dengan waktu 13 hari setidaknya ada puluhan jenasah yang terpaksa ditolak dimakamkan di lokasi yang sudah diberi pemerintah Kota Jayapura itu.
Kepala Operasi Damai Cartenz itu menyatakan bahwa personel gabungan dari Brimob Satgas Blukar dan pasukan Kopassus dari Satgas Nanggala Ops Damai Cartenz-2024 masih terus melakukan upaya pengejaran terhadap KKB pelaku tindak pidana pembunuhan di Area di Kali Wabu.
Tim gabungan dari TNI, Polri, dan warga setempat kemudian membawa jenazah ke puskesmas desa Bade kemudian disholatkan di masjid Al-Huda desa Bade, setelah disholatkan langsung diantar ke rumah duka untuk dilakukan prosesi pemakaman.
Dari pantauan drone, terlihat seorang korban tergeletak di area bawah sungai Wabu. Korban yang diidentifikasi bernama Raimon Gustam Kailimang, seorang pekerja proyek TJP (Tigi Jaya Permai) dan berasal dari suku Makassar, ditemukan mengalami luka serius.
Mantan Kapolsek Merauke Kota itu menjelaskan, keenam Kru kapal yang melarikan diri tersebut diduga membuang korban ke laut setelah membunuhnya. Sehingga jasadnya baru ditemukan mengapung setelah 5 hari dinyatakan hilang.
Korban, kata Anisa, hanya dilakukan vizum luar. Dari hasil visum tampak jenazah sudah mengalami proses pembusukan. "Kalau penyebab kematian tidak bisa dipastikan karena tidak dilakukan bedah (Otopsi)," jelasnya.