”Meskipun pergantian pelatih di manapun merupakan sesuatu yang berat, namun saya percaya federasi atau PSSI telah mengambil keputusan dengan berdasarkan yang terbaik bagi Indonesia. Mari kita tetap bersatu dan selalu berjuang bersama menuju cita-cita. Kita Garuda,” ucap Jay yang ditulis di IG pribadinya.
"Kami sudah kami dapatkan calonnya, nanti kita undang semua media untuk konferensi pers berikutnya di tanggal 12 (Januari), kurang lebih jam 4 sore," kata Erick dalam jumpa pers pascalaga.
Saat ini Indonesia berada di peringkat ketiga Grup C babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia. Belum lagi langkah timnas di ajang sebelumnya seperti Piala Asia dan melonjaknya peringkat FIFA.
Rumor pemecatan STY memang beberapa kali sering terdengar ke telinga netizen Indonesia. Namun, PSSI terutama Erick Thohir selalu membantah rumor-rumor liar tersebut. Kali ini, alasan yang beredar mengenai pemecatan pelatih asal Korea Selatan itu adalah karena PSSI merasa metode latihannya terlalu fokus dalam hal fisik dan lari. Dilansir dari media Italia, Tuttosport, pengganti STY bisa jadi seorang pelatih asal Eropa yang sudah memiliki jam terbang tinggi dan CV yang mentereng.
Menurutnya, penayangan lagu nasional dalam siaran pagi bisa menanamkan rasa nasionalisme. Ia mengungkapkan, jika lembaga radio kini sudah mulai menyiarkan lagu Indonesia Raya sekitar pukul 07.00 WIB. Sementara di televisi, lagu tersebut belum serentak ditayangkan.
Ia menyebutkan investasi sosial masa depan itu rencananya hingga tahun 2041. Pada tahun 2024, biaya investasi sosial perusahaan itu mencapai sebesar USD 151,9 juta. Total biaya investasi sosial selama 31 tahun terakhir (1992-2023) perusahaan itu mencapai USD 2,1 miliar. Pada tahun 2023 sebesar USD 122 juta, tahun 2022 sebesar USD 122,3 juta, tahun 2021 sebesar USD 109,3 juta, tahun 2020 sebesar USD 60,7 juta, tahun 2019 sebesar USD 62,8 juta.
Juru taktik asal Korea Selatan itu bahkan menyarankan agar penyelenggaraan Piala AFF selama fase grup digelar secara terpusat. Sementara untuk semifinal, baru menerapkan format kandang-tandang.
Bisa dibilang, kemenangan Garuda tersebut jauh dari kata mudah. Pasalnya, kedua tim bertanding cukup alot, khususnya sebelum gol tercipta. Bahkan, Timnas Indonesia beberapa kali ditekan oleh tuan rumah Myanmar.
Direktur PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) Marsal Irwan Masita mengungkapkan, meski pertandingan home dalam ajang AFF Cup 2024 harus digelar di Solo, timnas Indonesia dipastikan tidak kehilangan dukungan suporter. Sebab, tiket pertandingan untuk dua laga home tersebut sudah terjual habis.
Kemlu RI menilai kegagalan tersebut menghambat proses perdamaian dan semakin memperburuk penderitaan rakyat Palestina. Indonesia pun mendorong komunitas internasional untuk melakukan semua langkah yang diperlukan agar gencatan senjata permanen di Gaza segera tercapai, serta penyaluran bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina bisa segera dilakukan.