Penjabat Walikota Jayapura, Dr. Frans Pekey mengatakan, keberadaan kaum ibu yang ada di setiap rumah tangga dan keluarga adalah bagian dari peran perempuan dalam mengisi pembangunan
Meski tak tahu adanya peringatan Hari Ibu, namun perempuan 42 tahun ini terbilang sukses menjalankan perannya. Mencari nafkah, mengurus tiga anaknya, memasak, dan bahkan mampu membawa anak anaknya untuk menempuh pendidikan.
”Peringatan Hari Ibu di Indonesia bukanlah mother’s day, melainkan sejarah panjang dari Kongres Perempuan Indonesia Pertama pada 22 Desember 1928,” kata dia di aula Universitas Papua. Karena itu, peringatan Hari Ibu punya makna luas. Tidak sekadar membahas jasa ibu, tetapi perempuan secara luas. Diharapkan, perempuan bisa bangkit dan berdaya.