Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno mengatakan, Gudang Logistik ini dimaksudkan agar ada lumbung pangan di kawasan Distrik Agandugume dan sekitarnya. Selain itu, juga untuk mengantisipasi apabila terjadinya krisis pangan ekstrim di masa-masa mendatang sehingga masyarakat tidak kesulitan dalam mengakses pangan.
Sebelumnya pada Rabu 7 Agustus 2024 silam telah diresmikan gudang logistik BNPB Sinak dan kini berlanjut dengan diresmikannya gudang logistik di Agandugume. Kini masyarakat Agandugume bersuka cita karena mimpi dan harapan untuk terhindar dari bencana kelaparan akan terwujud.
Kendati demikian diimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas baik di rumah maupun di gedung ataupun tempat kerja. Sehingga dapat memimimalisir terjadinya hal yang tidak diinginkan salah satunya peristiwa kebakaran seperti itu.
Ia mengaku sempat mendengar ledakan dari dalam gudang tersebut tetapi dirinya tidak dapat memastikan apakah itu gas atau suara ledakan akibat dari kebakaran tersebut karena didalam gudang banyak bahan kimia, termasuk obat-obatan.
Dua mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Merauke dikerahkan untuk memadamkan api sehingga tidak merembet ke rumah mantan wakil bupati Merauke dr. Benjamin Simatupang, MPH, yang bersebelahan dengan gudang yang terbakar itu. Gudang Arsip ini sendiri berada di belakang dan terpisah dengan gedung utama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Merauke.
Di Distrik Agandugume, Nenu Tabuni meninjau pembangunan gudang logistik (Gulog) dari bantuan BNPB. Selain itu, Pj Bupati Nenu Tabuni juga melihat hasil pengaspalan di Bandara Agandugume sekaligus melakukan penyerahan beras bantuan cadangan pangan pemerintah dari Badan Pangan Nasional.
Sehingga, warga mengalami gagal panen. Akibatnya, bencana kelaparan pun tak terelakkan. Terdapat dua gudang logistik yang dibangun pemerintah. Yakni, Gudang Logistik Distrik Sinak, dan Gudang Logistik Distrik Agandugume, di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.
Muhadjir menjelaskan, Pembangunan gudang logistik ini adalah komitmen pemerintah untuk memastikan pemerataan pembangunan di daerah terpencil sehingga berbagai permasalahan terkait pangan dapat teratasi.
Akibat kebakaran ini, 135 KK terpaksa harus diungsikan. Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengatakan, ada 135 kepala keluarga yang harus diungsikan akibat kebakaran di Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.