Menurut keterangan saksi, Luter Matuan (40), Kepala Desa Kurima, kedua pelaku sempat menyiramkan solar di sekitar ban belakang dua unit ambulans yang masing-masing berjenis Triton warna putih dan Arena APV putih bernomor
Beruntung, kobaran api tidak sempat meluas dan hanya menghanguskan sebagian dinding kamar. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIT. Pemilik rumah kos, Hj Saida, mengatakan saat kejadian pelaku berada seorang d
Yang menjadi sasaran adalah pohon Natal yang masih dipajang di depan kantor tersebut kemudian sejumlah kursi plastik dan sebuah meja di pintu masuk kantor itu kemudian di bakar di depan kantor tersebut. Saat kejadian kej
Moses pemilik rumah tersebut, saat ditemui di TKP, mengungkapkan bahwa rumah orang tua mereka tersebut sekitar bulan Maret 2025 lalu, tidak ditempati atau dalam keadaan kosong, karena pihaknya merasa tidak aman dan nyama
Andy menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula sekira pukul 06.00 WIT dengan adanya pengaduan masyarakat bahwa di jalan Dolok, Agats bahwa ada keributan yang disebabkan oleh orang mabuk ke Pos Kout (Komando Utama) Satgas 1
Pada Kamis, tanggal 18 September 2025 sekira pukul 06.15 WIT, Kepolisian Sektor (Polsek) Kuala Kencana menerima informasi terkait adanya satu unit Ekskavator yang dibakar oleh OTK. Ekskavator tersebut menurut informasi d
Ia membenarkan bahwa kejadian tersebut terjadi Minggu malam dan pelaku masih disebut orang tak dikenal atau OTK. Kejadian ini sempat membuat aparat kewalahan mengingat kebakaran terjadi selang waktu berdekatan. Disaat ap
Saat itu, warga setempat yang menyadari adanya kobaran api langsung menghubungi pihak Pemadam Kebakaran (Damkar). Mereka juga melakukan upaya pemadaman sambil menunggu tim Damkar tiba di lokasi untuk membasmi kobaran api
"Kemarin itu masyarakat maunya truk itu di taruh saja di Pos, setelah ada penyelesaian dengan korban baru dievakuasi. Tapi sopir truk tetap tarik truk yang menabrak itu. Lalu masyarakat kejar, pak Sopir tambah kecepatan
Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian material yang signifikan, termasuk dua ruang lab bahasa, enam ruang kelas, satu ruang tata usaha (TU), dan satu ruang lab komputer/multimedia. Kasatgas Humas ODC, Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pengamanan dan menunggu hasil penyelidikan awal dari Polres Paniai.