Pada apel tersebut, bupati Sarmi membuka sambutannya dengan menyampaikan syukur kepada Tuhan.” Pertama-tama kita patut bersyukur kepada Tuhan, atas izin anugerah kehidupan dan kesempatan kerja yang Tuhan berikan buat kita semua.” ujarnya.
Yonathan mengungkapkan, sejauh ini pihaknya belum menerima informasi terkait penundaan tersebut. Untuk saat ini, Pemerintah Kabupaten Mimika masih fokus terkait seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kuota 280 untuk Orang Asli Papua (OAP).
Sebelumnya Didimus dan Esau dijemput di Bandara Nop Goliath dengan tari-tarian tradisional kemudian diarak keliling kota selanjutnya mengisi lapangan kegiatan. Sebanyak 350 ekor babi disiapkan masyarakat sebagai bentuk apresiasi warga atas capaian keduanya. Didimus dan Esaupun mengapresiasi respon masyarakat yang mau menyumbangkan ratusan ekor babi tersebut.
Salah satu program utama yang dicanangkan adalah bantuan duka bagi keluarga pasien yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Biak Numfor. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam meringankan beban keluarga pasien, terutama bagi masyarakat kurang mampu.
Bupati Jayawijaya Athenius Murib merasa senang seluruh ASN Pemkab Jayawijaya hadir dalam apel perdana di tengah cuaca yang cerah. Sebab ia berharap seluruh ASN selalu aktif bekerja bersamanya dan Wabup selama lima tahun ke depan untuk mendukung program kerjanya khususnya 100 hari kerja.
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan sebagai pimpinan daerah dan anak negeri Animha, dirinya mengajak semua pihak baik pemerintah, DPRK, partai politik, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dunia usaha, generasi muda dan seluruh masyarakat Kabupaten Merauke bersama-sama merapatkan barisan menyatukan langkah untuk membangun Merauke dalam semangat izakod bekai izakod kai, satu hati satu tujuan.
“Ini merupakan salah satu beban negara dan rakyat yang telah memberikan kepercayaan kepada kami sebagai bupati dan wakil bupati Kabupaten Yalimo dalam melaksanakan roda pemerintahan di Kabupaten Yalimo dalam 5 tahun kedepan.”ujarnya.
Bupati Jayawijaya Athenius Murib, SH, MH menyatakan visi tersebut dituangkan ke dalam sepuluh misi pertama menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dengan dukungan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, kedua meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan inklusif mulai dari pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar untuk mendukung Jayawijaya sebagai kabupaten cerdas.
Pernyataan ini disampaikan oleh Bupati Biak Numfor, Markus Mansnembra, didampingi Wakil Bupati Jimmy C.R Kapisa, di hadapan Bupati Supiori dan Wakil Bupati Supiori terpilih, Heronimus Mansoben dan Sahrul Hasanudin Nunsi, serta warga jemaat di Biak dan Supiori.
Anggota DPRP Papua Pegunungan Kamelius Logo pernyataan Bupati Jayawijaya di Kantor DPRK Jayawijaya dan Di halaman kantor Bupati Jayawijaya terlalu tendensius, seperti belum move on dari dendaman politik, sehingga diminta kepada Bupati dan Wakil Bupati harusnya fokus untuk menjalankan visi dan misinya.