Diakuinya, sumber pertumbuhan ekonomi Papua menurut lapangan usaha, untuk jasa transportasi dan pergudangan jika dibandingkan (y on y) tahun 2024 sebesar 0,41 persen dan di tahun 2023 tercatat sebesar 0,33 persen,
Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana Caroline menjelaskan, TPK (Tingkat Penghunian Kamar) Hotel Bintang selama Juni 2024 mencapai 45,34 persen atau naik sebesar 5,93 persen dibanding Mei 2024 yang sebesar 39,41 persen.
Diakuinya, sumber pertumbuhan ekonomi Papua menurut lapangan usaha, untuk jasa transportasi dan pergudangan jika dibandingkan (y on y) tahun 2024 sebesar 0,41 persen dan di tahun 2023 tercatat sebesar 0,33 persen,
 Dia mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2024 yang mencatat persentase angka kemiskinan di desa mencapai 11,79 persen, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan perkotaan sebesar 7,09 persen.
Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana H. Caroline menjelaskan, Nilai Impor Papua pada Juni 2024 tercatat senilai US$370,82 ribu yang semuanya merupakan impor nonmigas. Dibandingkan Mei 2024, nilai impor Papua mengalami penurunan sebesar 91,27 persen.Â
Seperti yang disampaikan Kepala Kantor Perwakilan BI Papua, bahwa kopi Papua memiliki keunikan tersendiri dari cita rasanya, sehingga sampai dengan saat ini kopi Papua semakin banyak dicari.
Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana H. Caroline mengatakan, Ekspor Papua pada Juni 2024 tercatat senilai US$4.022,85 ribu atau turun 36,96 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang senilai US$6.380,98 ribu. Untuk jenisnya, ekspor Papua pada bulan ini berupa ekspor migas dan ekspor non migas, masing-masing sebesar US$0,15 ribu dan US$4.022,70 ribu.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Bintang selama Mei 2024 mencapai 39,41 persen dan Jumlah Tamu yang menginap sebanyak 22.918 tamu. Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana Carolina menjelaskan, Rata-rata Lama Tamu Menginap (RLMT) pada Hotel Bintang selama Mei 2024 mencapai 1,66 hari.
Diakuinya, jika dilihat menurut pelabuhan, penurunan terdalam jumlah penumpang berangkat melalui Pelabuhan Biak tercatat sebesar 59,46 persen dan peningkatan jumlah penumpang berangkat paling banyak melalui Pelabuhan Waropen sebesar 9,21 persen.
Diakuinya, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,23 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,42 persen, kelompok pendidikan sebesar 7,49 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,32 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,78 persen.