Dijelaskan, untuk menghitung pertumbuhan ekonomi adalah menghitung Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan untuk PDRB di Papua masih dihitung secara gabungan untuk 4 provinsi, yaitu Provinsi Papua, Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Pegunungan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Faturachman mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas instansi yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah dalam rangka mendorong peningkatan produksi pangan melalui inovasi, sinergi dan digitalisasi.
Rama menjelaskan bahwa FGD yang dilakukan bersama dengan perwakilan Pemprov Papua Selatan dan 4 kabupaten di Selatan Papua untuk melihat progres sekaligus jika ada kendala untuk dicari solusi sekaligus mendampingi dan memberikan asistensi kepada pemerintah baik provinsi dan 4 kabupaten dalam pengisian dalam indeks ETPD sesuai yang diharapkan pemerintah pusat.
Bank Indonesia bersama dengan Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia)galakan peningkatan penggunaan uang non tunai di masyarakat. Ketua Aprindo Papua, Harris Manuputty menjelaskan, pihaknya sebagai Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, memfasilitasi masyarakat dalam hal pembelanjaan menggunakan uang non tunai.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Faturachmat menjelaskan, pembelajaran GAP selama tiga hari dimaksud bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas produksi serta mendukung pengendalian inflasi. Perwakilan petani/PPL berasal dari Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman mengatakan, untuk menjaga kedaulatan Negara, pihak selain melaksanakan ekspedisi rupiah, juga mengadakan sosialisasi CBP.
Dia menjelaskan yang Pertama, Cinta bangga paham rupiah, ini musti terus dilakukan bertujuan supaya masyarakat bisa tahu ciri-ciri kekhasan uang dan bagaimana merawat uang. Yang terpenting adalah masyarakat tidak menjadi korban dengan peredaran uang palsu.
Hal tersebut, Faturahman sampaikan saat membuka Festival Cenderawasih di hadapan PJ Gubernur Papua serta pimpinan OPD di lingkup Pemprov Papua. Dengan terbentuknya tiga provinsi baru di Papua tentunya mengpengaruhi perekonomian Papua yang dinamis dan penuh tantangan.
Melalui kunjungan ini tentu Bi Papua ada hal yang bisa diberikan kepada pelaku usaha di Kabupaten Jayapura. Apakah pelaku usaha di pasar maupun di rumah produksi, sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat Papua dan secara inklusifitas Bank Indonesia akan mendalami usaha budi daya sagu yang nantinya akan dinilai dari peningkatan kapasitas produksi dan sisi promosi.