Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga menemukan seorang ibu hamil berinisial BS, 29, yang tinggal di rumah tersebut. Awalnya BS mengaku disekap, namun belakangan diketahui ia terikat kontrak bahwa bayinya akan di
Kasus pertama terjadi pada November 2025, ketika almarhumah Irene Sokoy meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya setelah diduga ditolak oleh sejumlah rumah sakit di Jayapura. Selanjutnya pada Desember 2025, seorang
Ia mengatakan, kasus yang beredar di media sosial tersebut merupakan kejadian rujukan dari fasilitas kesehatan luar dengan kondisi pasien yang sudah berat. Adapun pasien tersebut masuk di RSUD Jayapura pada 5 Januari dan
Awan kelam dari meninggalnya seorang ibu bernama Irene Sokoy bersama calon bayinya dirasa menjadi pukulan telak bagi dunia kedokteran dan pelayanan kesehatan di Papua. Namun nyatanya kejadian meninggalnya seorang ibu ham
Pihak keluarga pasien ingin mendorong kasus ini untuk ditelusuri lebih jauh karena menganggap ada bentuk kelalaian sehingga meminta dilanjutkan ke proses hukum. Jenasah Almarhum Martha Ngurmetan dan bayi dalam kandungann
Ia menjelaskan, sejak pagi hingga siang hari, Martha sudah berada di ruang bersalin. Namun, selama berjam-jam pihak keluarga tidak melihat adanya tindakan medis signifikan selain pemeriksaan tensi darah. "Dari jam 9 pagi
Hasil pemeriksaan memastikan bayi berjenis kelamin laki-laki itu meninggal akibat jalan napasnya terhambat karena adanya tindakan penekanan atau pembekapan pada bagian leher. Karumkit RS Bhayangkara Jayapura, AKBP Romy S
Kompol Dewa mengatakan, penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh dua masyarakat yang biasa beraktifitas di seputaran TKP sekitar pukul 07.40 WIT. Saat itu keduanya sedang melakukan kegiatan rutinnya di area pembuan
Dian menjadi satu-satunya dokter dari Papua yang memberi materi dalam ajang ilmiah bergengsi The 6th International Symposium on Congenital Anomaly and Developmental Biology (ISCADB) 2025. Kegiatan yang diselenggarakan ol
‘’Untuk ibu bayi tersebut, kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,’’ kata Kapolsek Muting Ipda Melki Agus Bunga, saat dihubungi lewat telpon selulernya, Selasa (2/9). Dari pemeriksaan itu, terungkap