Ipda Ferdi Bilolo selaku Ketua IKT Kabupaten Yalimo menyampaikan bahwa bantuan diberikan kepada korban kebakaran kios atas nama  Suardi Pasorong dan Roni. Bantuan ini sebagai bentuk rasa kebersamaan, kekompakan dan persatuan dari semua warga Toraja yang ada di Yalimo.Â
Menurutnya, untuk bantuan sembako, setiap penerima akan menerima sembako dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 200.000 perbulannya, sehingga setiap penerima bantuan sembako akan mendapatkan Rp 1.200.000. Sementara untuk PKH, bervariasi mulai dari Rp 225.000 sampai Rp 3,5 juta setiap penerima PKH.
  Bupati Yalimo Dr. Nahor Nekwe mengatakan bahwa terkait musibah kebakaran 36 Ruko dan Kios di Elelim ibukota Kabupaten Yalimo sudah memberikan tugas dan wewenang kepada TNI/Polri untuk mengecek secara langsung kejadian kebakaran tersebut.Â
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifa Sjaifudian mengatakan pihaknya sedang mendalami persoalan-persoalan yang tengah dihadapi di Papua, khususnya di masa transisi dengan adanya Undang-undang Otsus.
Dikatakan, setiap keluarga penerima manfaat yang merupakan OAP di Kabupaten Supiori, terkecuali ASN, TNI/Polri dan BUMN, mendapatkan hingga 100 kilogram beras per tahun. Mekanisme distribusi dilakukan bekerja sama dengan Perum Bulog, dengan pendataan berbasis daftar kepala keluarga dari masing-masing kampung. Beras ini.
Direktur Keuangan Bank Papua, Pujianto menjelaskan, melalui program CSR, Bank Papua menyerahkan bantuan sembako kepada 70 anak-anak yatim di wilayah Kota Jayapura, guna membantu memenuhi kebutuhan gizi mereka dan meringankan beban ekonomi. Selain itu, dengan program tersebut Bank Papua harapkan bisa memberikan rasa aman, bagi anak-anak tersebut, sehingga anak-anak ini dapat lebih fokus pada pendidikan dan pengembangan diri mereka.
Karennu menjelaskan bahwa bantuan bahan pangan ini bersumber dari tanggung jawab sosial dan lingkungan Program Bulog aksi berbagi di tahun 2024. ‘’Untuk penyalurannya kepada masyarakat, kami tetap bekerja sama dengan Dandim Merauke melalui Danramil Kimaam. Karena mereka punya personel di sana,’’ katanya.
Penjabat Bupati Puncak, Nenu Tabuni dalam sambutannya saat membuka kegiatan penyaluran bibit kepada masyarakat mengatakan bahwa bibit ternak yang diserahkan kepada masyarakat tidak boleh dibawa pulang lalu dimakan tapi dipelihara dan dikembangbiakkan oleh masyarakat yang menerima bibit ternak sehingga dapat berkembang biak sehingga nanti bisa dijual lagi.
PJ Bupati mengaku bantuan ini tidak seberapa, hanya tapi hal ini merupakan wujud perhatian dari pemerintah daerah melalui dinas teknis untuk membantu masyarakat di distrik, dan bantuan ini tak hanya di wamena kota saja tapi beberapa waktu lalu juga dilakukan beberapa distrik lain dan juga puskesmas untuk menyerahkan bantuan yang sama.
Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Merauke Karennu, SE, kepada wartawan di kantornya mengungkapkan, bantuan beras 10 ton yang disalurkan ke masyarakat terdampak Program Strategis Nasional di Distrik Ilwayab tersebut bersumber dari tanggung jawab sosial dan lingkungan Program Bulog aksi berbagai tahun 2024.