Seperti dilansir dari Reuters, Minggu (29/3), lebih dari 3.200 aksi direncanakan di seluruh 50 negara bagian. Menariknya, sekitar dua pertiga kegiatan justru berlangsung di kota-kota kecil, meningkat hampir 40 persen dib
Para nelayan menilai penyitaan rumpon dilakukan secara sepihak tanpa pemberitahuan maupun sosialisasi terlebih dahulu kepada pemilik rumpon. Ini membuat mereka kesal bahkan marah. Salah satu pemilik rumpon di wilayah Jay
Dari pantauan media ini di Depo Kontainer Pelabuhan Merauke, aktifitas di terminal Depo Kontainer Pelabuhan Merauke tersebut sudah berjalan seperti biasa. Pembongkaran barang dari dalam kontainer ke atas truk untuk selan
Dalam aksi tersebut, para pendemo menyuarakan tuntutan agar pemerintah daerah bersikap tegas terhadap segala bentuk rasisme yang dinilai dapat memecah persatuan masyarakat di Tanah Tabi, khususnya di Kabupaten Jayapura.
Aksi dengan nama “Aksi Damai Untuk Kemanusiaan” yang didedikasikan untuk masyarakat Distrik Jila itu, diawali dengan long march dari bundaran Timika Indah di Jalan Budi Utomo pada pukul 08.30 WIT menuju ke Jalan Cenderaw
Koordinator aksi yang enggan menyebut namanya menyampaikan, para honorer sudah berulang kali menyuarakan aspirasi melalui berbagai pertemuan dan surat resmi, namun tidak pernah mendapat tindak lanjut yang jelas. “Kami su
Plt. Sekda Abdul Rahman Basri menegaskan bahwa aksi bergizi ini merupakan bagian dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Jayapura dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui kesehatan. Menurutnya, up
Berdasarkan data yang dihimpun Cenderawasih Pos, aksi dipimpin oleh Yeri Stenly Hamadi (Masyarakat Adat Tobati Enggros) dan diikuti sekira 25 orang. Masa aksi membawa sejumlah spanduk bertuliskan 'Tanah Adat Milik Ahli W
Rencana pemerintah kota Jayapura untuk menertibkan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat di ruang publik memunculkan perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Sebagian pihak menilai langkah ini sebagai upaya menjaga k
Pantauan media ini, massa yang jumlahnya mencapai ratusan orang itu mendatangi kantor DPRK Mimika dan langsung melakukan orasi. Mereka datang dengan membawa berbagai atribut, mulai dari spanduk hingga potongan karton den