Persainganya tidak mudah, apalagi semua orang di dunia ini terus berusaha dan berjuang untuk menyiapkan masa depan bangsanya. Karena itu salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Jayapura, dengan menyiapkan generasi muda Papua yang berkualitas, tidak saja secara akademik, tetapi juga secara attitude dan mentalnya.
Pembukaan palang dipimpin langsung Kabag Ops Polres Jayapura Kompol Erol Sudrajat, S.Sos., M.Si., bersama puluhan personel Polres Jayapura, setelah sebelumnya dipalang Suku Kallem serta beberapa masyarakat, sehubungan dengan adanya surat somasi dari Suku Felle sejak Senin (29/05), sehingga membuat aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut terhenti.
"Karena tahun ini merupakan tahun terakhir di mana semua sekolah menggunakan kurikulum 2013.Untuk di Kota Jayapura ujian sekolah ini dilaksanakan bersamaan, di mana soal kita susun bersama oleh MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) di Kota Jayapura yang dikoordinir oleh MKKS dan Dinas Pendidikan Kebudayaan kota Jayapura," kata Purnama Sinaga, Selasa (9/5).
Selain itu, tujuannya mendengar masukan dari masing-masing instasi pendidikan terutama kedua sekolah tersebut. Menyikapi setiap keluhan dari kedua sekolah tersebut, pihaknya akan teruskan kepada Dinas Pendidikan Kota Jayapura.
Pemerintah kota Jayapura dalam hal ini penjabat walikota Frans Pekey, bersama jajaran Dinas Pendidikan Kota Jayapura melaksanakan pemantauan langsung terhadap jalannya penyelenggaraan ujian akhir siswa di sejumlah sekolah di Kota Jayapura, Senin (8/5).
Abdul Majid mengungkapkan, selebrasi kegiatan ini merupakan puncak acara pembelajaran pada kurikulum merdeka pada sekolah penggerak dan sekolah lainnya, acara ini juga sangat spesial karena dihadiri Pj wali Kota Jayapura walaupun melalui zoom, dan dihadiri Asisten III Setda Kota Jayapura, Anggota Komisi D DPRD Kota Jayapura.
"Sebagai tenaga pendidik tentu kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Karena anak-anak sekolah ini adalah generasi masa depan bangsa, generasi masa depan Papua. Karena itu semestinya hal-hal atau praktik-praktek negatif semacam ini jangan sampai mereka terlibat," kata Eqbert Kopeuw, Rabu (12/4).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Debora Rumbino mengaku adanya gempa bumi yang terjadi di Kota Jayapura berlangsung beberapa hari ini, perlu diantisipasi. Namun begitu, untuk kegiatan aktivitas belajar di sekolah saat ini masih tetap dilakukan seperti biasa.
Penjabat Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo merespon soal polemik SMPN 1 Sentani, yang mana saat ini kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah tersebut masih berjalan di gedung lama, yang ada di jalan masuk Bandara Sentani.
Ajakan ini disampaikan Sub Koordinator Perlindugan Kepentingan Nasional BNPT RI, Nanda Fajar Aditya pada kegiatan Pelibatan Pemuda Dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme dengan Pitutur Kebangsaan di Aula Diskominfo Papua, Selasa (13/9).