Berdasarkan video berdurasi sekitar 1 menit 43 detik itu, ditetapkan bahwa awal puasa atau 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada 1 Maret 2025. Adapun 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 31 Maret 2025. "1 Ramadhan 1446 H jatuh pada hari Sabtu Pahing, 1 Maret 2025. Untuk 1 Syawal 1446 H, jatuh pada hari Senin Pahing, 31 Maret 2025," kata Muhammad Sayuti.
"KM Dobonsolo merupakan salah satu kapal penumpang yang melalui jalur padat. Melalui docking ini, kami melakukan pengecekan dan perbaikan pada lambung kapal, sistem mesin, baling-baling, serta kelengkapan keselamatan seperti sekoci dan alat pemadam kebakaran," ujar Robert dalam siaran persnya yang diterima Wartawan Cenderawasih Pos,
  Kepala Kantor KSOP Merauke Capt. Julivan CH Sakindeho saat menutup posko lebaran tersebut mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan pergerakan penumpang angkutan laut di Pelabuhan Merauke, penyelenggaraan angkutan laut lebaran tahun 2024 yang dilaksanakan mulai 26 Maret sampai 26 April 2024, untuk penumpang turun atau tiba mengalami peningkatan sebesar 10,26 persen dibandingkan tahun 2023 lalu.
Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran Pelabuhan Jayapura, Semuel Yabes Yermia menjelaskan bahwa bertepatan dengan momen arus balik terakhir, posko angkutan laut lebaran juga telah ditutup.
Hal tersebut disampaikan Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran Pelabuhan Jayapura, Semuel Yabes Yermia bahwa puncak arus balik di Pelabuhan Jayapura, puncaknya Rabu (24/4) menggunakan KM. Labobar. Pasalnya dari beberapa kapal yang sudah masuk di Jayapura sebelumnya masih di kisaran 1.200, 1.400 dan kali ini 1.673 penumpang.
Penurunan ini disebabkan oleh banyaknya transaski non tunai atau uang elektronik. Diakuinya penyerapan uang pada momen Nataru jauh lebih besar untuk daerah Papua. "Kalau Natal dan Tahun Baru (Nataru) sekitar Rp 4 triliun,’’ujarnya.
Dimana menurut perkiraan, untuk arus balik berjumlah 7.000-an penumpang sementara dari dua kapal yang sandar yakni KM Sinabung dan KM Gunung Dempo baru 2.000-an lebih penumpang yang sudah turun di Pelabuhan Jayapura.
 Kegiatan kepolisian yang ditingkatkan tersebut dilaksanakan guna mencegah adanya aksi kejahatan selama libur hari raya idul Fitri seperti pencurian, premanisme, kejahatan jalanan maupun tindak pidana lainnya.
Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey mengaku, Kota Jayapura saat ini sudah padat jumlah penduduknya. "Kalau bisa yang mudik, nanti ketika arus baliknya bisa datang sendiri, kecuali kalau memang dalam kondisi terpaksa harus ikut keluarga,"ucap Frans Pekey.
PJ Bupati Jayawijaya Dr. Sumule Tumbo , SE, MM meminta kepada Dinas Kesehatan dan RSUD Wamena untuk mengatur petugasnya dalam memberikan pelayanan kesehatan, sebab dalam masa libur ini tentunya pelayanan kesehatan tak bisa untuk tidak beroperasi sebab masih ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan baik di setiuap puskesmas maupun RSUD Wamena.