Tokoh Selatan Papua Drs Johanes Gluba Gebze menyampaikan terima kasih kepada tarekat Hati Kudus Yesus (MSC) yang pertama kali mengabarkan Injil di Selatan Papua melalui pembaptisan pertama orang asli Papua khususnya orang Marind kalah itu. Sejak itu, Injil atau kabar baik terus diberitakan hingga ke seluruh pelosok Papua Selatan.
  Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura Ronni Fajar Purba  mengatakan peningkatan permohonan surat Pas Lintas Batas dikarenakan antusias masyarakat terutama umat Katholik sangat tinggi untuk mengikuti kegiatan Misa bersama Paus Fransiskus di Vanimo, Papua Nugini (PNG) yang rencananya berlangsung pada September 2024 mendatang.
 Pada kunjungannya kali ini, Paus diagendakan mengikuti sejumlah kegiatan, mulai dari acara kenegaraan bersama Presiden Joko Widodo, lawatan ke Masjid Istiqlal Jakarta, pertemuan dengan perwakilan Gereja Katedral Jakarta, hingga ibadah akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).
Uskup Petrus Canisius Mandagi mengungkapkan, seminari adalah jantung dari keuskupan. ‘Mengapa dikatakan demikian, karena uskup dan para imam membuat keuskupan itu hidup seperti jantung. Karena melalui mereka,dirayakan ekaristi. Melalui uskup dan para imam orang diampuni dosanya dan seterusnya. Jantung keuskupan,’’ katanya.
Kongres Nasional XXXIII dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXI Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) St. Thomas Aquinas di Merauke, Provinsi Papua Selatan diikuti sekitar 300 peserta dari 85 cabang seluruh Indonesia berlangsung 7-14 Juli 2024.
Menurut Uskup berumur 75 tahun ini ada beberapa hal yang ingin ditunjukan Paus sehingga mau mengunjungi Indonesia. Pertama, Paus mau datang ke Indonesia karena mau menghargai orang Katolik  di Indonesia.
RD Thomas menjelaskan, selama empat hari tersebut Paus Fransiskus rencananya akan bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Merdeka. Selanjutnya, Paus juga akan melakukan pertemuan dengan para rohaniawan di Gereja Katedral, tokoh lintas agama di Masjid Istiqlal dan melaksanakan Misa Akbar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).
  Ia juga berharap WKRI Keuskupan Jayapura harus berperan aktif untuk berkerja sama dengan organisasi wanita lainnya yang ada di tanah Papua, ini terkhusus di Kota Jayapura. Karena menurut Monsinyur Yanuarius, peran ibu-ibu dalam keluarga sangatlah penting.
 Adapun lima nama-nama yang sebelumnya telah memenuhi kriteria dan menyatakan bersedia untuk dipilih beserta perolehan suara setelah pemilihan berlangsung yakni, Rini Sesilia Klanit (46 suara), Theresia Mote (40 suara), Tin Rosa Mohim Teniwut (25 suara), Veronika Irma Tappi (19 suara) dan Yasenta Mote (35 suara).