Dari jumlah tersebut, 1 orang dinyatakan meninggal dunia, 8 orang kritis dan 124 lainnya luka-luka. Warga juga banyak yang ketakutan sehingga memilih mengungsi. Terkait itu, Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare bersama rombongan mengunjungi para pengungsi di beberapa lokasi, seperti Mako Polres Puncak Jaya, Makodim 1714/PJ, Polsek Mulia, dan Aula Gereja GIDI.
Irjen Patrige perediksikan ganguan Kamtibmas diwilayah hukumnya pada tahun 2025 masih terus berlanjut bahkan akan meningkat. Dan dari pemetaan yang dilakukan tercatat ada beberapa kabupaten yang diyakini masih menjadi basis KKB. Kabupaten Yahukimo, Pegunungan Bintang, Nduga, Lanny Jaya dan Tolikara Provinsi Pegunungan yang menjadi catatan pihak keamanan.
“Saya sudah perintahkan para Kapolres dan Kapolsek, bersama rekan-rekan TNI dan instansi terkait agar aktif melakukan imbauan dan pencegahan. Bila perlu lakukan penegakan hukum bagi yang adakan pesta-pesta miras yang berpotensi terjadinya konflik atau bentrok fisik,” pintanya.
“Saya ingin mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama para pengemudi, untuk tidak mengonsumsi minuman beralkohol sebelum mengemudi,” tegas Patrige, kepada Wartawan, usai mengelar apel pasukan di lapangan Brimob Polda Papua, Jumat (20/12) lalu.
"Silahkan datang ke saya dan tunjukkan bukti ketidaknetralan kami dimana. Tapi kalau mau tantang saya untuk menunjukkan netralitas. Saya akan ambil langkah-langkah," tegasnya. Ia mengatakan, soal netralitas Polri, Kapolri telah mengeluarkan TR (surat perintah) yang mengarahkan jajaran kepolisian untuk tidak menangani tindak pidana yang melibatkan calon-calon kepala daerah," jelasnya dalam siaran pers
Melalui aksi tersebut pihaknya mendesak aparat kepolisian dalam hal ini Polda Papua, untuk segera menangkap pelaku aksi teror tersebut. Karena aksi teror terhadap media Jubi ini bagian dari upaya pembungkaman demokrasi, tapi juga kebebasan pers dalam mengawal jalannya pembangunan di Papua.
Layanan Koling Kamtibmas ini merupakan salah satu upaya pendekatan kepolisian kepada masyarakat, yang bertujuan untuk membuka ruang diskusi ringan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sambil menyajikan kopi secara gratis.
Kunjungan ini merupakan kesempatan bagi Kapolda untuk bertatap muka langsung dengan seluruh anggota Polres Supiori, sebagai bagian dari pengenalan dirinya sebagai Kapolda baru, setelah sehari sebelumnya telah melakukan tatap muka bersama anggota Polres Biak Numfor.
Kapolda Irjen Patrige mengharapkan masyarakat agar jangan mudah percaya dengan informasi hoaks di media sosial (medsos). Berita hoaks yang tidak benar jika disebarluaskan, menurut Kapolda, dapat menimbulkan pertentangan antarsimpatisan pasangan calon tertentu.
Diakui Kapolda, saat ini Polres Biak Numfor yang hanya memiliki 510 personil, masih jauh dari kata cukup untuk pengamanan di 345 TPS yang tersebar di 19 Distrik 14 Kelurahan dan 268 kampung. Tentu saja, Polres dalam pengamanan nanti saat Pilkada tetap melibatkan Linmas dalam membantu pengamanan di Lokasi pemungutan suara.