"Jadi ada beberapa kegiatan yang kita lakukan dalam rangka penanganan stunting di Kota Jayapura ini, salah satunya memberikan penguatan kepada para kader dan juga ibu-ibu yang ada di kota Jayapura dalam rangka untuk penanganan stunting.
 Kegiatan ini berlangsung di Dermaga Satrol Lantamal X, Kota Jayapura dengan jarak yang ditempuh 3.000 meter yakni start dari Dermaga Satrol Lantamal X Jayapura, dan finish di pantai Kantor Gubernur Jayapura, Dok 2, Kota Jayapura, Papua.
PJ Walikota Jayapura dalam sambutannya yang dibacakan oleh, Staf Ahli Robert Awarawi mengatakan, Ibu adalah tiang dalam keluarga karena mereka adalah pendidik pertama bagi anak-anak yang dilahirkan ke dunia di mana dari ibu juga menanamkan nilai-nilai moral etika dan pengetahuan dasar.
Mungkin satu sisi karena peringatan noken kali ini bersamaan dengan momentum pilkada sehingga gaungnya tak terdengar akan tetapi menurut Wiga situasi ini bukan hanya terjadi sekarang dari dulu peringatan hari noken selalu hanya diatas kertas. "Kita lihat selasa kemarin jangankan masyarakat, pegawai di pemerintahan saja mereka tidak merayakan hari noken ini, baik dengan menggunakan noken atau ataupun acara ceremonial tampak hampir tidak terdengar," ujarnya, Rabu (5/12).
Iapun pulang melaporkan tentang kabar bahagia tersebut dengan harapan ada perhatian lebih yang bisa dilakukan pemerintah Provinsi Papua terkait noken mendapat pengakuan dunia. Ada banyak upaya yang sudah dilakukan namun Titus mengaku ekspektasinya terlalu tinggi. Awalnya ia cukup yakin karena setahun kemudian dilakukan peletakan batu pertama pembangunan galeri atau museum noken di Taman Budaya Expo Waena.
Penganggas Noken Unesco Titus Pekei, mengatakan, hari Ulang Tahun Noken Unesco perlu terus dirayakan, untuk mengingatkan masyarakat Papua akan nilai warisan budaya yang perlu terus dilestarikan. Dengan terus merayakan setidaknya mengingatkan masyarakat untuk selalu mencintai noken dan memberi tempat bagi kehidupan bagi para perajutnya.
  Nerlince menjelaskan sebagai ketua panti asuhan kasih Mama dan perwakilan lembaga kultural Papua pihaknya membagikan sembako tersebut kepada para istri-istri dari para pejuang atau veteran yang telah berjuang untuk Indonesia terutama Papua.
  Penjabat Walikota Jayapura, Christian Sohilait mengungkapkan, jika pada zaman perjuangan kemerdekaan, para pahlawan telah berjuang untuk mewujudkan dan mempertahankan kemerdekaan itu. Namun pada saat ini, ketika negara sudah merdeka dan masyarakat hidup mengisi kemerdekaan, maka jadikan diri sendiri sebagai pahlawan sesuai dengan profesi dan pekerjaan masing-masing.
Dengan mengusung tema, teladani pahlawanmu, cintai negerimu. Tema ini mengandung makna yang dalam teladani pahlawanmu berarti bahwa semua olah pikiran dan perbuatan harus senantiasa dihilhami oleh semangat kepahlawanan. Adapun cintai negerimu mengandung makna apapun bentuk pengabdian kita harus memberikan sumbangsih yang berarti bagi kemajuan bangsa Indonesia.
 "Artinya bahwa semua olah pikiran dan perbuatan harus senantiasa diilhami oleh semangat kepahlawanan. Adapun "Cintai Negerimu" mengandung makna bahwa apapun bentuk pengabdian kita harus memberikan sumbangsih yang berarti bagi kemajuan bangsa. Indonesia," kata Kompol Hermanto.