Capaian tersebut tidak lepas dari lima program unggulan yang telah diimplementasikan dan disalurkan ke berbagai lapisan masyarakat Papua masing-masing di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan tanggap darurat bencana.
Bahkan, data Badan Pusat Statistik Papua mencatat, Papua mengalami inflasi year on year sebesar 1,47 persen pada Juni 2024 lalu. Dan Kementerian Dalam Negeri pun mengapresiasi bumi cenderawasih sebagai salah satu daerah yang berhasil mengendalikan inflasi.
Fokus usaha yang didorong bervariasi, ada yang merajut noken, memproduksi makanan lokal, serta produk lainnya yamg nejadi fokus binaan. "Kita modelnya gotong royong, baku jaga, baku bantu, baku sayang," tuturnya.
 Tema yang diusung pada ajang kali ini yakni "Jayapura Makan Ikan Asar" atau Jamaika merupakan upaya pemerintah setempat untuk menampilkan semua potensi yang dimiliki oleh Kampung Nelayan seperti pembuatan perahu dan jaring ikan sekaligus memperkenalkan potensi perikanan laut yang dimiliki Kota Jayapura.
Akbar Arif Owner Djimbaran menjelaskan, bahwa potensi bisnis restoran di Kota Jayapura masih menggiurkan, apalagi dikawasan area Pantai Holtekamp, semakin banyak resto yang tersedia, turut membantu peningkatan pariwisata di Kota Jayapura.
Khususnya kebutuhan baliho akan meningkat, kebutuhan baju, attribut kampanye dan sebagainya. Hal ini akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Papua.
Seperti yang disampaikan Kepala Toko Central Elektronik Saga Mall Abepura Lantai 1, Yenni bahwa pihaknya tidak hanya fokus menghadirkan diskon setiap bulanny, tapi juga terus menghadirkan produk-produk baru.
  Jangan pemerintah hanya mengadakan satu pekerjaan kemudian ditinggal begitu saja dan akhirnya bangunan atau sarana yang dibangun tidak maksimal akibat tidak bisa dimanfaatkan.
Selain itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Faturachman juga menjelaskan bahwa pariwisata merupakan salah satu sektor alternatif yang berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Tanah Papua.
  Hakim tinggi Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Jayapura, Drs.H.Muh. Syafi, SH, MH mengungkapkan bahwa perkara banding yang telah diterima pihaknya itu didominasi oleh kasus penceraian. "Penceraian yang paling banyak, penceraian yang dilakukan suami (cerai talak), dan cerai yang dilakukan istri (cerai gugat)," kata Syafi kepada Cenderawasih Pos, Kamis (6/5).