Sidak yang dilakukan Pemerintah Kota Jayapura ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman serta harga tetap stabil, sehingga warga dapat menyambut Natal dan Tahun Baru dengan tenang
Menurut Mutmainah, pihaknya secara rutin melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar tradisional, toko, serta distributor guna memastikan tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang dapat merugikan masyarakat.
Gubernur mengatakan, dinamika ekonomi global dan nasional masih penuh ketidakpastian. Berbagai tantangan, mulai dari fluktuasi harga komoditas global, hingga gangguan rantai pasokan, secara langsung maupun tidak langsung
Makanuay mengakui, siapa saja penerima paket bantuan Pemprov Papua diserahkan sepenuhnya kepada pemda melalui dinas sosial setempat. Ia menyebut, untuk paket sembako warga di Kabupaten Biak Numfor dan Supiori diserahkan
Gerakan Pangan Murah ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob. Pantauan media ini, sejak pukul 08.30 WIT masyarakat sudah mulai berdatangan dan memadati setiap stan-stan distributor meski kegi
Ketersediaan bahan pokok di Papua, termasuk Minyakita tercukupi pasca Lebaran. Meski stoknya tercukupi, namun khusus Minyakita ada sebagian yang dijual tidak sesuai harga eceran tertinggi (HET) di pasar. Hal ini disebabk
Seperti halnya, cabai rawit Rp 70 ribu/kg, cabai keriting Rp 60 ribu/kg, tomat Rp 10 ribu/kg, bawang merah Rp 60 ribu/kg, bawang putih Rp 50 ribu/kg.
Sayuran seperti kol Rp 20 ribu/kg, kentang Rp 22 ribu/kg, wortel Rp 2
  Ambri menambahkan terkhusus untuk Tomat mengalami penurunan harga dari harga sebelumnya Rp 12.000/ kilogram kini kembali dengan harga Rp 7.000 per kilogram. Sementara itu untuk harga berbagai jenis cabai telah kembali
  Kepala Dinas Pewindakop Papua Selatan Laurensius Waimu, S.Sos, yang memimpin langsung pemantauan ketersediaan Bapok di sejumlha distributor tersebut mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini dalam rangka memantau bahan pokok khususnya di Kabupaten Merauke, Papua selatan, lebih fokus pada Minyakita.
 Tidak seperti tahun lalu, bahkan para pedagang turut mempertanyakan penyebab daya beli masyarakat menurun apakah dikarenakan pemotongan anggaran, atau karena perputaran ekonomi sedang melambat.