Thursday, January 15, 2026
27.4 C
Jayapura

Prediksi Ekuador U-17 vs Brasil U-17, Lebih Banyak Bicara Budaya Indonesia

“CBF sebagai Federasi Sepak Bola Brasil selalu mendukung penuh perjuangan pemain di luar negeri. Apalagi, ini adalah kejuaraan Piala Dunia U-17 2023. Presiden CBF dan Chief of Delegation kami selalu membantu untuk membuat pemain nyaman. Karena ini penting sekali mengingat ada perbedaan makanan di Indonesia dengan Brasil. Oleh karena itu, kami membawa chef sendiri supaya anak-anak semakin nyaman dengan makanannya,” ucap Leal.

Sambutan dari penggemar sepak bola nasional tentu tidak terlepas dengan kehadiran pemain dan pelatih Brasil yang bermain di Indonesia. Hal itu membuat masyarakat lokal bisa akrab dengan timnas Brasil.

Kebetulan lagi di tim Brasil ada Fabio Oliviera, asisten pelatih Leal yang pernah bermain di Indonesia. Bahkan, dirinya sempat menjadi asisten pelatih timnas.

Baca Juga :  KPU PPS Plenokan KPU Asmat, Ini yang Terjadi 

Brasil yang berstatus juara bertahan bertemu Ekuador di babak 16 besar. Laga digelar di Stadion Manahan, Solo, Senin (20/11) pukul 15.30 WIB. Duel sesama tim Amerika Selatan ini sepertinya tak dirisaukan pelatih berusia 36 tahun itu. Pasalnya, kedua timnas sudah sering berjumpa.

Terakhir kali, mereka bertemu pada ajang Piala Amerika Selatan U-17 2023. Dari dua pertemuan ini, kedua tim kompak berbagi poin karena hasilnya sama-sama berakhir dengan skor yang identik, yakni 2-2.

“Kami sudah berjumpa beberapa kali melawan Ekuador pada beberapa kejuaraan sebelumnya. Pemain-pemain Ekuador dilatih dengan baik oleh pelatih Martinez,” ujarnya.

Sementara Martinez tak punya pilihan selain memberikan performa bagus kontra Brasil. Pihaknya menyadari bahwa Ekuador belum memberikan performa bagus, meski lolos ke babak 16 besar.

Baca Juga :  Poin Bersejarah, Presiden Jokowi dan Erick Thohir: Alhamdulillah Kita Bisa

Itu tercermin dari hasil kurang impresif di penyisihan Grup A, di mana Ekuador hanya meraih satu kemenangan dan dua kali hasil imbang. Fakta itu membuat mereka harus puas menjadi runner-up dengan lima poin, atau di belakang Maroko yang keluar sebagai juara grup. (*)

Sumber: PSSI            |        Jawapos

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

“CBF sebagai Federasi Sepak Bola Brasil selalu mendukung penuh perjuangan pemain di luar negeri. Apalagi, ini adalah kejuaraan Piala Dunia U-17 2023. Presiden CBF dan Chief of Delegation kami selalu membantu untuk membuat pemain nyaman. Karena ini penting sekali mengingat ada perbedaan makanan di Indonesia dengan Brasil. Oleh karena itu, kami membawa chef sendiri supaya anak-anak semakin nyaman dengan makanannya,” ucap Leal.

Sambutan dari penggemar sepak bola nasional tentu tidak terlepas dengan kehadiran pemain dan pelatih Brasil yang bermain di Indonesia. Hal itu membuat masyarakat lokal bisa akrab dengan timnas Brasil.

Kebetulan lagi di tim Brasil ada Fabio Oliviera, asisten pelatih Leal yang pernah bermain di Indonesia. Bahkan, dirinya sempat menjadi asisten pelatih timnas.

Baca Juga :  Maarten Paes Tampil Gemilang Gagalkan Penalti Arab Saudi

Brasil yang berstatus juara bertahan bertemu Ekuador di babak 16 besar. Laga digelar di Stadion Manahan, Solo, Senin (20/11) pukul 15.30 WIB. Duel sesama tim Amerika Selatan ini sepertinya tak dirisaukan pelatih berusia 36 tahun itu. Pasalnya, kedua timnas sudah sering berjumpa.

Terakhir kali, mereka bertemu pada ajang Piala Amerika Selatan U-17 2023. Dari dua pertemuan ini, kedua tim kompak berbagi poin karena hasilnya sama-sama berakhir dengan skor yang identik, yakni 2-2.

“Kami sudah berjumpa beberapa kali melawan Ekuador pada beberapa kejuaraan sebelumnya. Pemain-pemain Ekuador dilatih dengan baik oleh pelatih Martinez,” ujarnya.

Sementara Martinez tak punya pilihan selain memberikan performa bagus kontra Brasil. Pihaknya menyadari bahwa Ekuador belum memberikan performa bagus, meski lolos ke babak 16 besar.

Baca Juga :  Kesadaran Politik Jadi Faktor Partisipasi Pemilih Pemula 

Itu tercermin dari hasil kurang impresif di penyisihan Grup A, di mana Ekuador hanya meraih satu kemenangan dan dua kali hasil imbang. Fakta itu membuat mereka harus puas menjadi runner-up dengan lima poin, atau di belakang Maroko yang keluar sebagai juara grup. (*)

Sumber: PSSI            |        Jawapos

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya