alexametrics
27.7 C
Jayapura
Sunday, May 22, 2022

Siap Kumpulkan Kadinkes Daerah Perbatasan

drg. Aloysius Giyai, M.Kes.,( FOTO : Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Mengantisipasi cacar monyet di Provinsi Papua, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes., mengatakan bahwa dirinya akan mengumpulkan seluruh Kepala Dinas Kesehatan di daerah-daerah yang berbatasan dengan negara lain.

“Kita sudah koordinasi dengan Litbang, Balai POM, dan beberapa lembaga, sehingga kita pagari di kampung-kampung yang terletak di perbatasan negara. Ini akan diterapkan seperti halnya yang kita galakkan pada imunisasi Polio di perbatasan, baik di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke, Pegunungan Bintang, Boven Digoel, Keerom, termasuk juga Supiori,’’ujar drg. Aloysius Giyai, M.Kes kepada wartawan, Jumat (24/5).

 Dengan kata lain, koordinasi perlu dilakukan antar instansi terkait tingkat kabupaten/kota dan tingkat provinsi, sehingga paling tidak pelayanan kesehatan dasar di daerah tidak putus. Sebaliknya, promosi maupun penyuluhan terhadap daerah-daerah yang berbatasan dengan negara lain harus rutin dilakukan.

Baca Juga :  Wifi Gratis dari Pemerintah Diharapkan Bisa Dipasang di Sekolah

“Hal ini bertujuan untuk mencegah. Makanya, pihak Imigrasi maupun instansi atau lembaga sektor lain harus diperketat juga, yang mana mobilitas orang yang masuk dan keluar melalui pintu-pintu perbatasan harus diperketat. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, sebab kami pun di perbatasan memiliki pos kesehatan, sehingga dapat  terkontrol kondisi kesehatan orang yang keluar atau masuk tersebut,” tambahnya. (gr/ary)

drg. Aloysius Giyai, M.Kes.,( FOTO : Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Mengantisipasi cacar monyet di Provinsi Papua, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes., mengatakan bahwa dirinya akan mengumpulkan seluruh Kepala Dinas Kesehatan di daerah-daerah yang berbatasan dengan negara lain.

“Kita sudah koordinasi dengan Litbang, Balai POM, dan beberapa lembaga, sehingga kita pagari di kampung-kampung yang terletak di perbatasan negara. Ini akan diterapkan seperti halnya yang kita galakkan pada imunisasi Polio di perbatasan, baik di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke, Pegunungan Bintang, Boven Digoel, Keerom, termasuk juga Supiori,’’ujar drg. Aloysius Giyai, M.Kes kepada wartawan, Jumat (24/5).

 Dengan kata lain, koordinasi perlu dilakukan antar instansi terkait tingkat kabupaten/kota dan tingkat provinsi, sehingga paling tidak pelayanan kesehatan dasar di daerah tidak putus. Sebaliknya, promosi maupun penyuluhan terhadap daerah-daerah yang berbatasan dengan negara lain harus rutin dilakukan.

Baca Juga :  Gubernur Apresiasi Penyusunan Revisi RTRW

“Hal ini bertujuan untuk mencegah. Makanya, pihak Imigrasi maupun instansi atau lembaga sektor lain harus diperketat juga, yang mana mobilitas orang yang masuk dan keluar melalui pintu-pintu perbatasan harus diperketat. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, sebab kami pun di perbatasan memiliki pos kesehatan, sehingga dapat  terkontrol kondisi kesehatan orang yang keluar atau masuk tersebut,” tambahnya. (gr/ary)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/