Friday, April 4, 2025
26.7 C
Jayapura

Alejandro Garnacho Tak Dapatkan Hukuman dari FA Terkait Unggahan Media Sosial

Alejandro Garnacho mengunggah foto selebrasi menampilkan Onana dan rekan-rekan setimnya. Menyusul penyelamatannya di menit-menit akhir saat kemenangan 1-0 atas FC Kopenhagen saat lanjutan fase grup Liga Champions.

Sebelum unggahan tersebut dihapus, diketahui menyertakan emoji yang dapat dianggap menyinggung. FA menyimpulkan investigasi mereka terhadap unggahan media sosial tersebut.

“Dimaksudkan untuk menyoroti kekuatan dan kekuatan rekan-rekan setimnya” Ujar Garnacho dilansir Sky Sports.

FA merasa puas dengan jawaban dari sang pemain dan konteks yang dimaksudkan dalam postingan tersebut. Kami (FA) tidak akan mengeluarkan proses disipliner dalam kasus ini.

Dia telah diingatkan oleh FA terkait tanggung jawab unggahan media sosial dan penggunaan emoji untuk menghindari penafsiran yang berbeda.

Baca Juga :  Fermin Lopez Menjadi Wonderkid yang Bersinar saat Barcelona Atasi Shakhtar

Mereka berniat bekerja sama dengan “Kick It Out” dan “PFA” untuk mendiskusikan masalah potensial lainnya seputar penggunaan emoji dan bentuk pesan serupa. Termasuk edukasi yang dapat diberikan mengenai hal tersebut.

Onana membela kawan setimnya dengan menulis di media sosial Instagramnya.

“Orang-orang tidak bisa memilih apa yang membuat saya tersinggung, saya tahu persis apa yang dimaksud (Garnacho) kekuasaan dan kekuatan. Masalah ini seharusnya tidak perlu diperpanjang lagi” dalam kutipan Onana dalam Instagramnya.

Menanggapi hal tersebut, Sporting Equals ingin agar pendidikan menjadi hal yang wajib bagi para pesepakbola profesional untuk mencegah situasi serupa terjadi di masa depan.

“Kami memahami keputusan FA untuk tidak mendakwa Alejandro Garnacho terkait cuitan yang dia publikasikan tentang rekan setimnya, Andre Onana” Pernyataan dari Sporting Equals.

Baca Juga :  Ipswich Town Promosi ke Liga Premier, Elkan Baggott Bakal Kawal Mo Salah

Karena kasus ini Sporting Equals mendorong klub dan badan-badan yang mengatur untuk memintas pelatihan mengenai sosial mediannya.

Kami mengetahui ada beberapa klub yang memberikan sebuah kepelatihan namun ini menjadi pilihan dan bukan kewajiban. (*)

Sumber: skysports.com          |         Jawapos

Alejandro Garnacho mengunggah foto selebrasi menampilkan Onana dan rekan-rekan setimnya. Menyusul penyelamatannya di menit-menit akhir saat kemenangan 1-0 atas FC Kopenhagen saat lanjutan fase grup Liga Champions.

Sebelum unggahan tersebut dihapus, diketahui menyertakan emoji yang dapat dianggap menyinggung. FA menyimpulkan investigasi mereka terhadap unggahan media sosial tersebut.

“Dimaksudkan untuk menyoroti kekuatan dan kekuatan rekan-rekan setimnya” Ujar Garnacho dilansir Sky Sports.

FA merasa puas dengan jawaban dari sang pemain dan konteks yang dimaksudkan dalam postingan tersebut. Kami (FA) tidak akan mengeluarkan proses disipliner dalam kasus ini.

Dia telah diingatkan oleh FA terkait tanggung jawab unggahan media sosial dan penggunaan emoji untuk menghindari penafsiran yang berbeda.

Baca Juga :  Fermin Lopez Menjadi Wonderkid yang Bersinar saat Barcelona Atasi Shakhtar

Mereka berniat bekerja sama dengan “Kick It Out” dan “PFA” untuk mendiskusikan masalah potensial lainnya seputar penggunaan emoji dan bentuk pesan serupa. Termasuk edukasi yang dapat diberikan mengenai hal tersebut.

Onana membela kawan setimnya dengan menulis di media sosial Instagramnya.

“Orang-orang tidak bisa memilih apa yang membuat saya tersinggung, saya tahu persis apa yang dimaksud (Garnacho) kekuasaan dan kekuatan. Masalah ini seharusnya tidak perlu diperpanjang lagi” dalam kutipan Onana dalam Instagramnya.

Menanggapi hal tersebut, Sporting Equals ingin agar pendidikan menjadi hal yang wajib bagi para pesepakbola profesional untuk mencegah situasi serupa terjadi di masa depan.

“Kami memahami keputusan FA untuk tidak mendakwa Alejandro Garnacho terkait cuitan yang dia publikasikan tentang rekan setimnya, Andre Onana” Pernyataan dari Sporting Equals.

Baca Juga :  Barcelona Gagal Raih Poin Sempurna, Kandas di Tangan Shakhtar Donetsk

Karena kasus ini Sporting Equals mendorong klub dan badan-badan yang mengatur untuk memintas pelatihan mengenai sosial mediannya.

Kami mengetahui ada beberapa klub yang memberikan sebuah kepelatihan namun ini menjadi pilihan dan bukan kewajiban. (*)

Sumber: skysports.com          |         Jawapos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya