SOLO – Delapan tim memastikan langkah ke babak 8 besar Liga Nusantara atau Liga 3 2025/2026. Kepastian itu diraih setelah mereka sukses finis di posisi dua teratas pada masing-masing grup di babak penyisihan yang digelar di sejumlah kota. Dua tim asal tanah Papua yang berlga di kasta ketiga itu yakni Persinab Sang Maestro (Nabire) dan Waaanal Brother (Timika) gagal total, dan harus meunda mimpinya untuk naik ke Liga 2.
Persaingan sejak fase awal berlangsung ketat. Sejumlah tim tampil dominan, sementara lainnya harus berjuang hingga laga terakhir demi mengamankan tiket ke fase krusial.
Dari Grup A yang dipusatkan di Magelang, Dejan FC tampil luar biasa. Mereka menuntaskan 12 pertandingan tanpa satu pun kekalahan. Catatan 10 kemenangan dan dua hasil imbang mengantarkan Dejan FC mengoleksi 32 poin, dengan produktivitas 30 gol dan hanya tiga kali kebobolan.
Satu tiket lain dari Grup A diamankan Batavia FC. Meski performanya tak sedominan Dejan FC, Batavia FC tetap konsisten. Dari 12 laga, mereka mencatat lima kemenangan, empat hasil seri, dan tiga kekalahan. Total 19 poin sudah cukup membawa mereka melangkah ke babak berikutnya.
Grup B yang dimainkan di Solo juga menyuguhkan persaingan sengit. PSGC Ciamis tampil solid sepanjang turnamen. Dari 15 pertandingan, PSGC mencatat sembilan kemenangan, empat seri, dan dua kekalahan. Dengan koleksi 31 poin, tim asal Jawa Barat itu keluar sebagai salah satu pemuncak grup.
Pekanbaru FC menemani PSGC Ciamis ke babak 8 besar. Bermodal lima kemenangan, tujuh hasil imbang, dan tiga kekalahan dari 15 laga, Pekanbaru FC mengumpulkan 22 poin dan mengamankan posisi dua besar.
Sementara itu dari Grup C yang juga digelar di Solo, Persika Karanganyar menunjukkan performa stabil. Mereka membukukan tujuh kemenangan, dua seri, dan tiga kekalahan dari 12 laga. Torehan 23 poin memastikan Persika lolos ke fase delapan besar.
SOLO – Delapan tim memastikan langkah ke babak 8 besar Liga Nusantara atau Liga 3 2025/2026. Kepastian itu diraih setelah mereka sukses finis di posisi dua teratas pada masing-masing grup di babak penyisihan yang digelar di sejumlah kota. Dua tim asal tanah Papua yang berlga di kasta ketiga itu yakni Persinab Sang Maestro (Nabire) dan Waaanal Brother (Timika) gagal total, dan harus meunda mimpinya untuk naik ke Liga 2.
Persaingan sejak fase awal berlangsung ketat. Sejumlah tim tampil dominan, sementara lainnya harus berjuang hingga laga terakhir demi mengamankan tiket ke fase krusial.
Dari Grup A yang dipusatkan di Magelang, Dejan FC tampil luar biasa. Mereka menuntaskan 12 pertandingan tanpa satu pun kekalahan. Catatan 10 kemenangan dan dua hasil imbang mengantarkan Dejan FC mengoleksi 32 poin, dengan produktivitas 30 gol dan hanya tiga kali kebobolan.
Satu tiket lain dari Grup A diamankan Batavia FC. Meski performanya tak sedominan Dejan FC, Batavia FC tetap konsisten. Dari 12 laga, mereka mencatat lima kemenangan, empat hasil seri, dan tiga kekalahan. Total 19 poin sudah cukup membawa mereka melangkah ke babak berikutnya.
Grup B yang dimainkan di Solo juga menyuguhkan persaingan sengit. PSGC Ciamis tampil solid sepanjang turnamen. Dari 15 pertandingan, PSGC mencatat sembilan kemenangan, empat seri, dan dua kekalahan. Dengan koleksi 31 poin, tim asal Jawa Barat itu keluar sebagai salah satu pemuncak grup.
Pekanbaru FC menemani PSGC Ciamis ke babak 8 besar. Bermodal lima kemenangan, tujuh hasil imbang, dan tiga kekalahan dari 15 laga, Pekanbaru FC mengumpulkan 22 poin dan mengamankan posisi dua besar.
Sementara itu dari Grup C yang juga digelar di Solo, Persika Karanganyar menunjukkan performa stabil. Mereka membukukan tujuh kemenangan, dua seri, dan tiga kekalahan dari 12 laga. Torehan 23 poin memastikan Persika lolos ke fase delapan besar.