JAYAPURA – Tim sepakbola Waanal Brothers FC atau WBFC kembali menelan kekalahan 0-3 atas Perseden Denpasar dalam lanjutan Liga 3 2025/2026 yang berlangsung di lapangan sepakbola Thor Surabaya, Jumat (26/12).
Kekalahan ini tentu menjadi pil pahit bagi pasukan WBFC. Mengingat di dua laga terakhir, WBFC berhasil meraih empat poin usai bermain imbang 1-1 dengan Persiba Bantul dan menang 2-1 atas Gresik United.
Menghadapi Persen, juru taktik WBFC, Sahala Saragih mengaku timnya kalah segalanya dalam laga itu.
“Pertandingan kemarin Perseden tampil cukup fantastik, mereka bermain cukup agresif dan sangat percaya diri dan betul-betul menguasai pertandingan dan saya akui kali ini kita benar-benar kalah dengan Perseden,” ungkap Sahala kepada Cenderawasih Pos, Minggu (28/12).
Ia menyebutkan jika pemainnya tidak bisa membendung agresivitas pemain tengah dari lawan. Sehingga mereka kesulitan untuk mengontrol jalannya pertandingan.
“Kita kalah di lini tengah dan tidak mampu mengontrol alur bola dari Perseden, sehingga membuat Perseden sering kelebihan jumlah pemain di tengah. Itu membuat mereka lebih leluasa menguasai bola,” ujarnya.
JAYAPURA – Tim sepakbola Waanal Brothers FC atau WBFC kembali menelan kekalahan 0-3 atas Perseden Denpasar dalam lanjutan Liga 3 2025/2026 yang berlangsung di lapangan sepakbola Thor Surabaya, Jumat (26/12).
Kekalahan ini tentu menjadi pil pahit bagi pasukan WBFC. Mengingat di dua laga terakhir, WBFC berhasil meraih empat poin usai bermain imbang 1-1 dengan Persiba Bantul dan menang 2-1 atas Gresik United.
Menghadapi Persen, juru taktik WBFC, Sahala Saragih mengaku timnya kalah segalanya dalam laga itu.
“Pertandingan kemarin Perseden tampil cukup fantastik, mereka bermain cukup agresif dan sangat percaya diri dan betul-betul menguasai pertandingan dan saya akui kali ini kita benar-benar kalah dengan Perseden,” ungkap Sahala kepada Cenderawasih Pos, Minggu (28/12).
Ia menyebutkan jika pemainnya tidak bisa membendung agresivitas pemain tengah dari lawan. Sehingga mereka kesulitan untuk mengontrol jalannya pertandingan.
“Kita kalah di lini tengah dan tidak mampu mengontrol alur bola dari Perseden, sehingga membuat Perseden sering kelebihan jumlah pemain di tengah. Itu membuat mereka lebih leluasa menguasai bola,” ujarnya.