Friday, April 12, 2024
25.7 C
Jayapura

LSI Ajang Pencarian Bakat Sepak Bola Muda Papua

SENTANI-Papua turut ambil bagian dalam kompetisi Liga Sentra Indonesia (LSI) 2023 yang kembali bergulir di seluruh Nusantara sebagai ajang pencarian bakat pemain sepak bola muda.

Koordinator Liga Sentra Indonesia wilayah Papua, Natalia Tulungan mengatakan kompetisi sepak bola ini berlangsung di seluruh Indonesia dan khusus Papua penyelenggaraannya pada Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Biak. “Ada 20 tim Sekolah Sepak Bola (SSB) yang mengikuti kompetisi LSI yakni dari Kota Jayapura 16 tim dan Kabupaten Jayapura empat tim,” katanya.

Menurut Natalia untuk seri Provinsi Papua digelar di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Selanjutnya tim yang berhasil masuk sebagai juara akan maju mendapatkan pengalaman di seri nasional. “Akan ada sekitar 15 tim dari Papua yang akan masuk ke seri nasional, tidak seperti kompetisi yang sudah-sudah dahulu dimana hanya satu tim mewakili Papua,” ujarnya.

Dia menjelaskan kompetisi Liga Sentra Indonesia dilaksanakan untuk kelompok usia 12, 14 dan 16 tahun jadi seluruhnya ada sekitar 800 anak yang terlibat dalam kompetisi ini. “Kompetisi ini menggunakan sistem liga yang mana semua tim akan saling berhadapan, sedangkan waktu pelaksanaan pertandingan pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu sore,” katanya lagi.

Baca Juga :  Manajemen Pengelolaan Venue Segera Rampung

Dia menambahkan LSI bergulir sejak 10 Februari dan berakhir pada Mei 2023, juara akan ditentukan dari tim dengan poin terbanyak, tempat pelaksanaannya yaitu lapangan PLN Nendali dan lapangan Tunas Muda Hamadi. “Dengan adanya kompetisi sepak bola ini tentunya anak-anak akan aktif mengikuti latihan di SSB masing-masing, otomatis akan mengurangi pergaulan buruk dari lingkungan yang mungkin kurang baik,” ujarnya lagi.

Sementara itu, empat Sekolah Sepak Bola (SSB) Kabupaten Jayapura, Papua mengikuti Liga Sentra Indonesia (LSI) yang dilaksanakan di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura sejak Februari hingga Mei 2023.

Pelatih SSB Petra Sentani Silas Ohee kepada Antara di Jayapura, Senin mengatakan partisipasi klub dari Kabupaten Jayapura masih minim karena hanya empat tim yang ikut kompetisi. “Dari Kota Jayapura banyak klub yang berpartisipasi sampai 16 tim, kalau kita Kabupaten Jayapura hanya empat tim saja,” katanya.

Baca Juga :  19 September, Venue Paralayang Rampung

Silas berharap klub sepak bola usia dini dari Kabupaten Jayapura dapat di dorong untuk berkompetisi di liga yang sedang bergulir. “Empat tim dari SSB yang ada di Kabupaten Jayapura yakni Papua United, Petra Sentani, Putra Yeabhu Nendali dan Yofa Ayapo,” ujarnya.

Dia menjelaskan jika kemampuan dan keterampilan anak dibina sejak dini, kelak mereka akan menjadi pemain sepak bola handal dari Kabupaten Jayapura. “Kompetisi LSI ini untuk anak usia 12, 14 dan 16 tahun jadi jika kita benar-benar mengharapkan generasi ini handal dalam bermain bola maka harus dibina sejak dini,” katanya lagi.

Dia menambahkan pihaknya selaku pelatih yang selalu mengharapkan lahirnya bibit-bibit pemain bola handal dari Kabupaten Jayapura berharap agar pemerintah memberikan perhatian pada pengembangan SSB di daerah tersebut.

“Kami para pelatih SSB di Kabupaten Jayapura mengharapkan perhatian pemerintah agar bakat-bakat muda kita dapat dibina dengan baik sehingga waktunya anak-anak dapat di isi dengan hal yang positif,” ujarnya lagi.(Antara/nat)

SENTANI-Papua turut ambil bagian dalam kompetisi Liga Sentra Indonesia (LSI) 2023 yang kembali bergulir di seluruh Nusantara sebagai ajang pencarian bakat pemain sepak bola muda.

Koordinator Liga Sentra Indonesia wilayah Papua, Natalia Tulungan mengatakan kompetisi sepak bola ini berlangsung di seluruh Indonesia dan khusus Papua penyelenggaraannya pada Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Biak. “Ada 20 tim Sekolah Sepak Bola (SSB) yang mengikuti kompetisi LSI yakni dari Kota Jayapura 16 tim dan Kabupaten Jayapura empat tim,” katanya.

Menurut Natalia untuk seri Provinsi Papua digelar di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Selanjutnya tim yang berhasil masuk sebagai juara akan maju mendapatkan pengalaman di seri nasional. “Akan ada sekitar 15 tim dari Papua yang akan masuk ke seri nasional, tidak seperti kompetisi yang sudah-sudah dahulu dimana hanya satu tim mewakili Papua,” ujarnya.

Dia menjelaskan kompetisi Liga Sentra Indonesia dilaksanakan untuk kelompok usia 12, 14 dan 16 tahun jadi seluruhnya ada sekitar 800 anak yang terlibat dalam kompetisi ini. “Kompetisi ini menggunakan sistem liga yang mana semua tim akan saling berhadapan, sedangkan waktu pelaksanaan pertandingan pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu sore,” katanya lagi.

Baca Juga :  Guru Harus jadi Inspirasi  Peningkatan Mutu Pendidikan

Dia menambahkan LSI bergulir sejak 10 Februari dan berakhir pada Mei 2023, juara akan ditentukan dari tim dengan poin terbanyak, tempat pelaksanaannya yaitu lapangan PLN Nendali dan lapangan Tunas Muda Hamadi. “Dengan adanya kompetisi sepak bola ini tentunya anak-anak akan aktif mengikuti latihan di SSB masing-masing, otomatis akan mengurangi pergaulan buruk dari lingkungan yang mungkin kurang baik,” ujarnya lagi.

Sementara itu, empat Sekolah Sepak Bola (SSB) Kabupaten Jayapura, Papua mengikuti Liga Sentra Indonesia (LSI) yang dilaksanakan di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura sejak Februari hingga Mei 2023.

Pelatih SSB Petra Sentani Silas Ohee kepada Antara di Jayapura, Senin mengatakan partisipasi klub dari Kabupaten Jayapura masih minim karena hanya empat tim yang ikut kompetisi. “Dari Kota Jayapura banyak klub yang berpartisipasi sampai 16 tim, kalau kita Kabupaten Jayapura hanya empat tim saja,” katanya.

Baca Juga :  Target 3 Medali Emas

Silas berharap klub sepak bola usia dini dari Kabupaten Jayapura dapat di dorong untuk berkompetisi di liga yang sedang bergulir. “Empat tim dari SSB yang ada di Kabupaten Jayapura yakni Papua United, Petra Sentani, Putra Yeabhu Nendali dan Yofa Ayapo,” ujarnya.

Dia menjelaskan jika kemampuan dan keterampilan anak dibina sejak dini, kelak mereka akan menjadi pemain sepak bola handal dari Kabupaten Jayapura. “Kompetisi LSI ini untuk anak usia 12, 14 dan 16 tahun jadi jika kita benar-benar mengharapkan generasi ini handal dalam bermain bola maka harus dibina sejak dini,” katanya lagi.

Dia menambahkan pihaknya selaku pelatih yang selalu mengharapkan lahirnya bibit-bibit pemain bola handal dari Kabupaten Jayapura berharap agar pemerintah memberikan perhatian pada pengembangan SSB di daerah tersebut.

“Kami para pelatih SSB di Kabupaten Jayapura mengharapkan perhatian pemerintah agar bakat-bakat muda kita dapat dibina dengan baik sehingga waktunya anak-anak dapat di isi dengan hal yang positif,” ujarnya lagi.(Antara/nat)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya