KEEROM – Kejuaran Daerah Bupati Keerom Cup Series II Motocross dan Grasstrack Tahun 2026 memberikan banyak cerita. Mulai dari hadirnya pembalap nasional hingga munculnya para pembalap lokal. Kejuaraan yang berlangsung sejak 15-17 Mei di Sirkuit Yuwanain, Arso II itu menjadi wadah bagi pembinaan atlet lokal Kabupaten Keerom. Mereka bisa bersaing dengan pembalap nasional dan pembalap handal Papua lainnya.
Iven ini melahirkan para sang juara umum di masing-masing kelas. Untuk juara umum se-tanah Papua dimenangkan oleh crosser Dimas Lintang. Kemudian Javier Bhagawanta menjadi juara umum Papua Raya U23.
Sementara untuk kelas lokal Keerom, juara umum dimenangkan oleh pembalap Jendri Ardiyansyah. Kemudian crosser nasional dan kebanggaan Papua, Yosua Pattipi berhasil menyabet gelar juara umum open. Ia benar-benar tak bisa diimbangi oleh pembalap lokal Papua dalam semua kelas yang ia ikuti. Yosua menunjukkan kelasnya dengan finish terdepan dalam semua kelas.
Bupati Keerom, Piter Gusbager mengatakan ini bukan hanya sekedar ajang balap kuda besi, tapi menjadi wadah bagi anak muda Keerom dalam menyalurkan bakat dan hobi.
”Dengan adanya iven ini, kita ingin membangun semangat sportivitas, persaudaraan, disiplin serta menjauhkan generasi muda Keerom dari pengaruh negatif,” ungkap Bupati Gusbager.
KEEROM – Kejuaran Daerah Bupati Keerom Cup Series II Motocross dan Grasstrack Tahun 2026 memberikan banyak cerita. Mulai dari hadirnya pembalap nasional hingga munculnya para pembalap lokal. Kejuaraan yang berlangsung sejak 15-17 Mei di Sirkuit Yuwanain, Arso II itu menjadi wadah bagi pembinaan atlet lokal Kabupaten Keerom. Mereka bisa bersaing dengan pembalap nasional dan pembalap handal Papua lainnya.
Iven ini melahirkan para sang juara umum di masing-masing kelas. Untuk juara umum se-tanah Papua dimenangkan oleh crosser Dimas Lintang. Kemudian Javier Bhagawanta menjadi juara umum Papua Raya U23.
Sementara untuk kelas lokal Keerom, juara umum dimenangkan oleh pembalap Jendri Ardiyansyah. Kemudian crosser nasional dan kebanggaan Papua, Yosua Pattipi berhasil menyabet gelar juara umum open. Ia benar-benar tak bisa diimbangi oleh pembalap lokal Papua dalam semua kelas yang ia ikuti. Yosua menunjukkan kelasnya dengan finish terdepan dalam semua kelas.
Bupati Keerom, Piter Gusbager mengatakan ini bukan hanya sekedar ajang balap kuda besi, tapi menjadi wadah bagi anak muda Keerom dalam menyalurkan bakat dan hobi.
”Dengan adanya iven ini, kita ingin membangun semangat sportivitas, persaudaraan, disiplin serta menjauhkan generasi muda Keerom dari pengaruh negatif,” ungkap Bupati Gusbager.