alexametrics
28.7 C
Jayapura
Tuesday, June 21, 2022

Mutiara Hitam Cup Ajang Penjaringan Atlet

Persiapan PON XXI Aceh – Sumut 2024

JAYAPURA – Resmi digelar, sebanyak 42 tim futsal di bumi Papua ikut berkompetisi pada turnamen Mutiara Hitam Cup V 2022. Turnamen ini dibuka langsung oleh Ketua Asprov PSSI Papua dan akan berlangsung hingga 1 Juni mendatang. Turnamen ini merupakan agenda tahunan dari tim Futsal Mutiara Hitam.

Ketua Asprov PSSI Papua, Benhur Tomi Mano memberikan apresiasi kepada pihak Mutiara Hitam yang terus melakukan pembinaan olahraga Futsal di Kota Jayapura dan Provinsi Papua. Wali Kota Jayapura itu juga menyebutkan jika turnamen ini juga akan menjadi wadah penjaringan atlet-atlet potensial yang akan disiapkan untuk PON XXI Aceh – Sumut.

“Mutiara Hitam Cup salah satu event yang mendukung potensi olahraga di Kota Jayapura. Dan kita menyumbang atlet untuk Futsal Papua meraih medali emas di PON dan kedepan juga ada PON, dan kami menunjuk Pak Surya dan Pak Daud untuk menyiapkan atlet sesuai umur yang ditetapkan karena kami sudah lolos secara otomatis,” ungkap Tomi Mano kepada awak media usai membuka turnamen yang berlangsung di Lapangan Futsal Mutiara Hitam, Polimak, Senin (16/5).

Baca Juga :  JJO Beri Dukungan Bagi SSB dan PAM Jemaat Elim Ayapo

Ketua panitia penyelenggara, Surya Ibrahim juga menuturkan hal yang sama, ia mengaku jika turnamen ini akan digunakan untuk menjaring atlet-atlet Futsal yang memiliki potensi. Sebab skuat yang mereka gunakan saat PON XX tidak lagi bisa tampil pada PON XXI Aceh – Sumut 2024 mendatang.

“Event ini bagian dari mempersiapkan tim PON Aceh – Sumut, karena Papua sudah pasti lolos. Di PON Papua saya sebagai sekretaris panitia dan Pak Daud sebagai pelatih. Dan sesuai dengan petunjuk Pak Wali Kota pada event ini kita akan tetap melakukan seleksi pemain untuk mempersiapkan tim untuk futsal Papua,” ujarnya.

Sehingga sisa waktu kurang lebih dua tahun, mereka akan menyiapkan pemain yang benar-benar solid. Mengingat mereka memiliki tugas untuk bisa mempertahankan gelar juara mereka.

“Kami juga punya keterbatasan untuk menjangkau seluruh kabupaten di Papua, sehingga minimal bisa bisa melakukan event-event dan mengirimkan sejumlah nama untuk melakukan seleksi,” ucapnya.

Baca Juga :  Luciano : Puji Perkembangan Leguin Asing

Ia juga menyebutkan jika 42 tim futsal yang ikut berkompetisi dalam turnamen ini, diantaranya 37 tim putra dan 5 tim putri. Kemudian salah satu diantara tim putra merupakan perwakilan Kota Sorong, Papua Barat.

Sementara itu, Ketua Tim Futsal Mutiara Hitam, Daud Henry Arim menyebutkan Mutiara Hitam merupakan salah satu klub asal Papua yang pernah mencicipi pentas Liga Profesional Futsal Indonesia pada tahun 2008/2009 dengan merengkuh juara tiga. Sehingga dirinya merasa memiliki kewajiban untuk terus melakukan pembinaan futsal di tanah Papua.

“Kita sudah melakukan turnamen seperti ini, dan ini yang kelima. Tahun 2020 dan 2021 kita seharusnya melakukan tapi karena covid dan PON sehingga kita tidak bisa melaksanakan kejuaraan dan tahun ini baru kita lakukan. Kita terus melakukan pembinaan tim futsal di Jayapura dan Papua, salah satu contohnya Ardiansyah Runtuboy dan Evan Soumilena atlet Futsal Mutiara Hitam yang kita bina dan hasilnya ada di Timnas,” pungkasnya. (eri/wen)

Persiapan PON XXI Aceh – Sumut 2024

JAYAPURA – Resmi digelar, sebanyak 42 tim futsal di bumi Papua ikut berkompetisi pada turnamen Mutiara Hitam Cup V 2022. Turnamen ini dibuka langsung oleh Ketua Asprov PSSI Papua dan akan berlangsung hingga 1 Juni mendatang. Turnamen ini merupakan agenda tahunan dari tim Futsal Mutiara Hitam.

Ketua Asprov PSSI Papua, Benhur Tomi Mano memberikan apresiasi kepada pihak Mutiara Hitam yang terus melakukan pembinaan olahraga Futsal di Kota Jayapura dan Provinsi Papua. Wali Kota Jayapura itu juga menyebutkan jika turnamen ini juga akan menjadi wadah penjaringan atlet-atlet potensial yang akan disiapkan untuk PON XXI Aceh – Sumut.

“Mutiara Hitam Cup salah satu event yang mendukung potensi olahraga di Kota Jayapura. Dan kita menyumbang atlet untuk Futsal Papua meraih medali emas di PON dan kedepan juga ada PON, dan kami menunjuk Pak Surya dan Pak Daud untuk menyiapkan atlet sesuai umur yang ditetapkan karena kami sudah lolos secara otomatis,” ungkap Tomi Mano kepada awak media usai membuka turnamen yang berlangsung di Lapangan Futsal Mutiara Hitam, Polimak, Senin (16/5).

Baca Juga :  Sore ini, Tim Sepak Bola PON Papua Uji Tanding Persimer

Ketua panitia penyelenggara, Surya Ibrahim juga menuturkan hal yang sama, ia mengaku jika turnamen ini akan digunakan untuk menjaring atlet-atlet Futsal yang memiliki potensi. Sebab skuat yang mereka gunakan saat PON XX tidak lagi bisa tampil pada PON XXI Aceh – Sumut 2024 mendatang.

“Event ini bagian dari mempersiapkan tim PON Aceh – Sumut, karena Papua sudah pasti lolos. Di PON Papua saya sebagai sekretaris panitia dan Pak Daud sebagai pelatih. Dan sesuai dengan petunjuk Pak Wali Kota pada event ini kita akan tetap melakukan seleksi pemain untuk mempersiapkan tim untuk futsal Papua,” ujarnya.

Sehingga sisa waktu kurang lebih dua tahun, mereka akan menyiapkan pemain yang benar-benar solid. Mengingat mereka memiliki tugas untuk bisa mempertahankan gelar juara mereka.

“Kami juga punya keterbatasan untuk menjangkau seluruh kabupaten di Papua, sehingga minimal bisa bisa melakukan event-event dan mengirimkan sejumlah nama untuk melakukan seleksi,” ucapnya.

Baca Juga :  Luciano : Puji Perkembangan Leguin Asing

Ia juga menyebutkan jika 42 tim futsal yang ikut berkompetisi dalam turnamen ini, diantaranya 37 tim putra dan 5 tim putri. Kemudian salah satu diantara tim putra merupakan perwakilan Kota Sorong, Papua Barat.

Sementara itu, Ketua Tim Futsal Mutiara Hitam, Daud Henry Arim menyebutkan Mutiara Hitam merupakan salah satu klub asal Papua yang pernah mencicipi pentas Liga Profesional Futsal Indonesia pada tahun 2008/2009 dengan merengkuh juara tiga. Sehingga dirinya merasa memiliki kewajiban untuk terus melakukan pembinaan futsal di tanah Papua.

“Kita sudah melakukan turnamen seperti ini, dan ini yang kelima. Tahun 2020 dan 2021 kita seharusnya melakukan tapi karena covid dan PON sehingga kita tidak bisa melaksanakan kejuaraan dan tahun ini baru kita lakukan. Kita terus melakukan pembinaan tim futsal di Jayapura dan Papua, salah satu contohnya Ardiansyah Runtuboy dan Evan Soumilena atlet Futsal Mutiara Hitam yang kita bina dan hasilnya ada di Timnas,” pungkasnya. (eri/wen)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/