alexametrics
28.7 C
Jayapura
Thursday, May 19, 2022

Mengubah Kebiasaan Tidaklah Mudah, Siapkan Karton dan Kantong Belanjaan Sebagai Alternatif

Kasir Saga Mal Abepura saat melayani konsumen yang berbelanja, langsung menggunakan karton dan kantong belanja yang disiapkan,  guna mensukseskan program pemerintah terkait larangan penggunaan kantong plastik, Jumat (29/3) kemarin.( FOTO : Yohana/Cepos)

Mengintip Pusat Perbelanjaan di Jayapura Menerapkan Larangan Pengunaan Kantong Plastik

Berbagai pusat perbelanjaan di Jayapura mulai menertibkan penggunaan kantong plastik. Pengunjung yang berbelanja wajib  membawa kantong belanjaan sendiri. Bagaimana pelaksanaanya?

Laporan: Yohana_JAYAPURA

Guna mengajak masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik, hampir sebagian besar supermarket dan retail yang ada di Kota Jayapura sudah mulai menerapkan aturan pemerintah dengan tidak lagi menyediakan kantong plastik atau kresek di pusat-pusat perbelanjaan.

 Masyarakat atau para pengunjung yang datang berbelanja diharapkan menyediakan kantong belanja maupun noken sendiri atau bisa langsung membeli kantong belanja yang telah disediakan oleh toko/pusat perbelanjaan. Tidak hanya kantong belanja berbahan tisu,  karton kini juga menjadi alternatif lainnya untuk menampung belanjaan konsumen yang dibeli dalam jumlah banyak.

 Meski demikian, untuk mengubah suatu kebiasan tidak semudah yang dibayangkan. Masih membutuhkan waktu dan komitmen yang cukup baik bagi masyarakat maupun para pengusaha retail, termasuk pedagang kaki lima untuk tidak menyediakan kantong plastik sebagai wadah untuk menampung belanjaan pembeli.

 Saga Group juga sudah mulai menertibkan penggunaan kantong plastik bagi konsumen yang berbelanja.

General Manager Saga Group, Haris Manuputih mengatakan, sejak 25 Maret 2019 lalu pihaknya sudah tidak lagi menggunakan kantong plastik di seluruh Saga Group.  Ini merupakan salah satu komitmen Saga Group dalam mendukung program pemerintah terkait aturan penggunaan kantong plastik.

Baca Juga :  DKI Menurun, DIY dan Jatim Naik.

“Kami tidak menyediakan kantong plastik dalam setiap transaksi. Begitu tagline yang digunakan Saga Group untuk memotivasi para konsumen yang ingin berbelanja di Saga Group untuk dapat menyediakan kantong belanja sendiri atau pun tidak lagi menggunakan kantong plastik.

“Saat ini memang masih ada kendala, terutama dalam mengajak masyarakat untuk dapat menyediakan kantong belanja langsung dari rumah ataupun membiasakan mereka untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik.  Akan tetapi saya percaya lama kelamaan konsumen kami akan menjadi terbiasa,” terangnya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (29/3) kemarin.

 Diaku Haris, sebagai pengganti pihaknya telah menyediakan kantong belanja yang bisa dipakai ulang dan juga karton, jika konsumen berbelanja dengan jumlah yang banyak.

“Harga kantong belanja yang kami siapkan mulai dari Rp 5.000- Rp 16 ribu. Kantong yang kami siapkan ini dapat dsipakai konsumen setiap kali berbelanja di Saga Group atau dimanapun, dengan begini konsumen akan lebih mudah dan terbiasa,” jelasnya.

Sementara itu, Divisi Manager Hypermart Jayapura, Hazrul Husaein mengatakan, pihaknya dalam mengikuti program pemerintah terkait penggunaan kantong plastik, sejak awal Maret 2019 lalu pihaknya sudah tidak lagi menyediakan kantong plastik bagi konsumen yang berbelanja di Hypermart. 

“Kami baru menertipkan pengunaan kantong plastik di bulan Maret, karena bulan sebelumnya masih kami lakukan sosialisasi terlebih dahulu dan juga menghabiskan stok kantong plastik yang masih tersisah,” jelasnya.

Diakuinya dengan penertiban tersebut cukup berdampak bagi konsumen yang kerap kali protes akan layanan Hypermart yang tidak lagi menyediakan kantong plastik. sebagai gantinya pihaknya menyediakan tas alternatif sebagai pengganti kantong dengan harga Rp 9.900 perkantong.

Baca Juga :  Pemerintah Andalkan TMC Kendalikan Hujan

“Penyediaan kantong belanja yang dapat digunakan berulang ini cukup diminati konsumen karena sejak awal Maret kami datangkan 3.000 kantong alternatif dan sudah habis terjual. Selain itu kami juga menyediakan karton bagi konsumen yang belanja dalam jumlah banyak,” terangnya.

Diakuinya, saat ini yang masih dipelajari pihaknya adalah pada saat momen Lebaran, penanganan belanja dengan tidak menggunakan kantong plastik nantinya seperti apa. karena dengan menggunakan karton dan kantong alternatif yang disediakanya terbatas. Untuk itu pihaknya selalu mengimbau konsumen untuk selalu menyediakan kantong belanja sendiri pada saat belanja di Hypermart.

Dampak tidak lagi disediakan  kantong plastik pada saat berbelanja, bagi sebagian konsumen cukup kaget karena selain tidak memiliki persiapan sebelumnya dan rencana belanja yang dadakan membuat mereka kewalahan dalam mencari kantong plastik. 

Hal serupa dialmi Ibu. Vanny dirinya mengakui sangat menyetujui program pemerintah dalam mengatasi dampak kantong plastik yang tidak ramah bagi lingkungan, baginya kebijakan tersebut sangat bagus, akan tetapi untuk mengubah kebiasan para wanita dalam berbelanja dadakan ini agak sedikit sulit untuk pihaknya terima.

“Mungkin lama-lama kami akan terbiasa, namun untuk saat ini sedikit kaget menerima aturan tersebut, kadang saya terpaksa tidak jadi belanja karena lupa membawa kantong, ya memang saat ini ada kantong alternative yang disediakan yang bisa membantu akan tetapi itu tidak bisa membntu jika kami belanja dalam jumlah banyak, yang mana mau tidak mamu kami tetap harus menggunakan karton yang menurut saya sangat sulit untuk ditenteng, apalagi bagi kami para pejalan kaki,” terangnya.

Meski demikian pihaknya akui, dengan adanya aturan tersebut akan sangat membantu pihaknya untuk tidak membuang-buang kantong plastik, karena ada kantong alternative yang dapat dipakai berulang-ulang.**

Kasir Saga Mal Abepura saat melayani konsumen yang berbelanja, langsung menggunakan karton dan kantong belanja yang disiapkan,  guna mensukseskan program pemerintah terkait larangan penggunaan kantong plastik, Jumat (29/3) kemarin.( FOTO : Yohana/Cepos)

Mengintip Pusat Perbelanjaan di Jayapura Menerapkan Larangan Pengunaan Kantong Plastik

Berbagai pusat perbelanjaan di Jayapura mulai menertibkan penggunaan kantong plastik. Pengunjung yang berbelanja wajib  membawa kantong belanjaan sendiri. Bagaimana pelaksanaanya?

Laporan: Yohana_JAYAPURA

Guna mengajak masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik, hampir sebagian besar supermarket dan retail yang ada di Kota Jayapura sudah mulai menerapkan aturan pemerintah dengan tidak lagi menyediakan kantong plastik atau kresek di pusat-pusat perbelanjaan.

 Masyarakat atau para pengunjung yang datang berbelanja diharapkan menyediakan kantong belanja maupun noken sendiri atau bisa langsung membeli kantong belanja yang telah disediakan oleh toko/pusat perbelanjaan. Tidak hanya kantong belanja berbahan tisu,  karton kini juga menjadi alternatif lainnya untuk menampung belanjaan konsumen yang dibeli dalam jumlah banyak.

 Meski demikian, untuk mengubah suatu kebiasan tidak semudah yang dibayangkan. Masih membutuhkan waktu dan komitmen yang cukup baik bagi masyarakat maupun para pengusaha retail, termasuk pedagang kaki lima untuk tidak menyediakan kantong plastik sebagai wadah untuk menampung belanjaan pembeli.

 Saga Group juga sudah mulai menertibkan penggunaan kantong plastik bagi konsumen yang berbelanja.

General Manager Saga Group, Haris Manuputih mengatakan, sejak 25 Maret 2019 lalu pihaknya sudah tidak lagi menggunakan kantong plastik di seluruh Saga Group.  Ini merupakan salah satu komitmen Saga Group dalam mendukung program pemerintah terkait aturan penggunaan kantong plastik.

Baca Juga :  DKI Menurun, DIY dan Jatim Naik.

“Kami tidak menyediakan kantong plastik dalam setiap transaksi. Begitu tagline yang digunakan Saga Group untuk memotivasi para konsumen yang ingin berbelanja di Saga Group untuk dapat menyediakan kantong belanja sendiri atau pun tidak lagi menggunakan kantong plastik.

“Saat ini memang masih ada kendala, terutama dalam mengajak masyarakat untuk dapat menyediakan kantong belanja langsung dari rumah ataupun membiasakan mereka untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik.  Akan tetapi saya percaya lama kelamaan konsumen kami akan menjadi terbiasa,” terangnya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (29/3) kemarin.

 Diaku Haris, sebagai pengganti pihaknya telah menyediakan kantong belanja yang bisa dipakai ulang dan juga karton, jika konsumen berbelanja dengan jumlah yang banyak.

“Harga kantong belanja yang kami siapkan mulai dari Rp 5.000- Rp 16 ribu. Kantong yang kami siapkan ini dapat dsipakai konsumen setiap kali berbelanja di Saga Group atau dimanapun, dengan begini konsumen akan lebih mudah dan terbiasa,” jelasnya.

Sementara itu, Divisi Manager Hypermart Jayapura, Hazrul Husaein mengatakan, pihaknya dalam mengikuti program pemerintah terkait penggunaan kantong plastik, sejak awal Maret 2019 lalu pihaknya sudah tidak lagi menyediakan kantong plastik bagi konsumen yang berbelanja di Hypermart. 

“Kami baru menertipkan pengunaan kantong plastik di bulan Maret, karena bulan sebelumnya masih kami lakukan sosialisasi terlebih dahulu dan juga menghabiskan stok kantong plastik yang masih tersisah,” jelasnya.

Diakuinya dengan penertiban tersebut cukup berdampak bagi konsumen yang kerap kali protes akan layanan Hypermart yang tidak lagi menyediakan kantong plastik. sebagai gantinya pihaknya menyediakan tas alternatif sebagai pengganti kantong dengan harga Rp 9.900 perkantong.

Baca Juga :  Berniat Mencuri, Malah Perkosa Istri Tetangga     

“Penyediaan kantong belanja yang dapat digunakan berulang ini cukup diminati konsumen karena sejak awal Maret kami datangkan 3.000 kantong alternatif dan sudah habis terjual. Selain itu kami juga menyediakan karton bagi konsumen yang belanja dalam jumlah banyak,” terangnya.

Diakuinya, saat ini yang masih dipelajari pihaknya adalah pada saat momen Lebaran, penanganan belanja dengan tidak menggunakan kantong plastik nantinya seperti apa. karena dengan menggunakan karton dan kantong alternatif yang disediakanya terbatas. Untuk itu pihaknya selalu mengimbau konsumen untuk selalu menyediakan kantong belanja sendiri pada saat belanja di Hypermart.

Dampak tidak lagi disediakan  kantong plastik pada saat berbelanja, bagi sebagian konsumen cukup kaget karena selain tidak memiliki persiapan sebelumnya dan rencana belanja yang dadakan membuat mereka kewalahan dalam mencari kantong plastik. 

Hal serupa dialmi Ibu. Vanny dirinya mengakui sangat menyetujui program pemerintah dalam mengatasi dampak kantong plastik yang tidak ramah bagi lingkungan, baginya kebijakan tersebut sangat bagus, akan tetapi untuk mengubah kebiasan para wanita dalam berbelanja dadakan ini agak sedikit sulit untuk pihaknya terima.

“Mungkin lama-lama kami akan terbiasa, namun untuk saat ini sedikit kaget menerima aturan tersebut, kadang saya terpaksa tidak jadi belanja karena lupa membawa kantong, ya memang saat ini ada kantong alternative yang disediakan yang bisa membantu akan tetapi itu tidak bisa membntu jika kami belanja dalam jumlah banyak, yang mana mau tidak mamu kami tetap harus menggunakan karton yang menurut saya sangat sulit untuk ditenteng, apalagi bagi kami para pejalan kaki,” terangnya.

Meski demikian pihaknya akui, dengan adanya aturan tersebut akan sangat membantu pihaknya untuk tidak membuang-buang kantong plastik, karena ada kantong alternative yang dapat dipakai berulang-ulang.**

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/