Wednesday, January 28, 2026
28.7 C
Jayapura

Zuckerberg Dorong Meta Menjadi Kekuatan Infrastruktur AI Global

JAKARTA — Meta Platforms Inc. mengambil langkah strategis besar untuk memosisikan diri sebagai salah satu kekuatan utama infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dunia. Melalui pembentukan organisasi baru bernama Meta Compute, Mark Zuckerberg menegaskan bahwa Meta tidak lagi sekadar membangun teknologi AI, melainkan juga menguasai fondasi fisik dan energi yang menopang revolusi tersebut.

Dilansir dari Fortune, Senin (26/1/2026), Zuckerberg mengumumkan inisiatif tersebut melalui jejaring sosial Threads. “Meta berencana membangun pusat data dan infrastruktur komputasi dengan kapasitas listrik puluhan gigawatt dalam dekade ini, dan ratusan gigawatt atau lebih seiring waktu.

Cara kami merekayasa, berinvestasi, dan bermitra untuk membangun infrastruktur ini akan menjadi keunggulan strategis,” tulis Zuckerberg. Sebagai informasi, kapasitas satu gigawatt setara dengan daya listrik yang dapat menyuplai ratusan ribu rumah.

Baca Juga :  Satu Positif Omicron, Lima Masih Kemungkinan

Langkah ini dipandang sebagai sinyal tegas bahwa Meta tidak ingin tertinggal dalam perlombaan pembangunan pusat data yang didominasi oleh Microsoft, Google, OpenAI, Oracle, dan xAI. Patrick Moorhead, pendiri sekaligus analis utama Moor Insights and Strategy, mengatakan pengumuman Meta Compute awalnya menimbulkan tanda tanya di kalangan pengamat.

“Pada awalnya pengumuman ini terasa membingungkan, tetapi pada akhirnya ini adalah cara Meta menjelaskan secara terbuka strategi mereka dalam membangun dan menggulirkan infrastruktur AI,” ujarnya.

JAKARTA — Meta Platforms Inc. mengambil langkah strategis besar untuk memosisikan diri sebagai salah satu kekuatan utama infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dunia. Melalui pembentukan organisasi baru bernama Meta Compute, Mark Zuckerberg menegaskan bahwa Meta tidak lagi sekadar membangun teknologi AI, melainkan juga menguasai fondasi fisik dan energi yang menopang revolusi tersebut.

Dilansir dari Fortune, Senin (26/1/2026), Zuckerberg mengumumkan inisiatif tersebut melalui jejaring sosial Threads. “Meta berencana membangun pusat data dan infrastruktur komputasi dengan kapasitas listrik puluhan gigawatt dalam dekade ini, dan ratusan gigawatt atau lebih seiring waktu.

Cara kami merekayasa, berinvestasi, dan bermitra untuk membangun infrastruktur ini akan menjadi keunggulan strategis,” tulis Zuckerberg. Sebagai informasi, kapasitas satu gigawatt setara dengan daya listrik yang dapat menyuplai ratusan ribu rumah.

Baca Juga :  Didikan Keras Sang Ibu Buat Dolfina Bisa Bicara Banyak Soal Laser

Langkah ini dipandang sebagai sinyal tegas bahwa Meta tidak ingin tertinggal dalam perlombaan pembangunan pusat data yang didominasi oleh Microsoft, Google, OpenAI, Oracle, dan xAI. Patrick Moorhead, pendiri sekaligus analis utama Moor Insights and Strategy, mengatakan pengumuman Meta Compute awalnya menimbulkan tanda tanya di kalangan pengamat.

“Pada awalnya pengumuman ini terasa membingungkan, tetapi pada akhirnya ini adalah cara Meta menjelaskan secara terbuka strategi mereka dalam membangun dan menggulirkan infrastruktur AI,” ujarnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya