Lebih jauh, Rassvet dirancang untuk menyediakan layanan internet pita lebar di seluruh wilayah Rusia, termasuk kawasan terpencil yang belum terjangkau infrastruktur darat. Dengan demikian, proyek ini tidak hanya bersifat kompetitif secara global, tetapi juga memiliki dimensi domestik dalam memperluas akses digital nasional.
Alexei Shelobkov, pimpinan ICS Holding selaku perusahaan induk Bureau 1440, menegaskan arah ekspansi berikutnya. Dia menyatakan, “Tahap berikutnya dari penyebaran Rassvet akan melibatkan puluhan peluncuran tambahan,” sebagaimana dikutip dari Kommersant. Pernyataan ini menunjukkan bahwa peluncuran awal hanyalah fondasi dari agenda yang jauh lebih ambisius.
Di sisi lain, Kepala Roscosmos Dmitry Bakanov sebelumnya mengungkapkan bahwa lebih dari 900 satelit orbit rendah direncanakan akan ditempatkan hingga 2035. Dia juga menyebutkan bahwa operasi komersial awal, yang melibatkan lebih dari 250 satelit, ditargetkan mulai berjalan pada tahun depan.
Namun demikian, skala proyek ini masih tertinggal dibandingkan Starlink yang dioperasikan oleh SpaceX, yang telah menempatkan lebih dari 7.000 satelit sejak 2019. Kesenjangan ini menegaskan bahwa Rusia menghadapi tantangan besar untuk mengejar dominasi yang telah lebih dahulu terbentuk.
Dari aspek pendanaan, pemerintah Rusia telah mengalokasikan 102,8 miliar rubel, setara sekitar Rp 21,6 triliun (dengan kurs Rp 210,1 per rubel Rusia), untuk pengembangan proyek ini. Sementara itu, Bureau 1440 berencana menginvestasikan tambahan 329 miliar rubel atau sekitar Rp 69,1 triliun hingga 2030 guna mempercepat realisasi jaringan.
Lebih jauh, Rassvet dirancang untuk menyediakan layanan internet pita lebar di seluruh wilayah Rusia, termasuk kawasan terpencil yang belum terjangkau infrastruktur darat. Dengan demikian, proyek ini tidak hanya bersifat kompetitif secara global, tetapi juga memiliki dimensi domestik dalam memperluas akses digital nasional.
Alexei Shelobkov, pimpinan ICS Holding selaku perusahaan induk Bureau 1440, menegaskan arah ekspansi berikutnya. Dia menyatakan, “Tahap berikutnya dari penyebaran Rassvet akan melibatkan puluhan peluncuran tambahan,” sebagaimana dikutip dari Kommersant. Pernyataan ini menunjukkan bahwa peluncuran awal hanyalah fondasi dari agenda yang jauh lebih ambisius.
Di sisi lain, Kepala Roscosmos Dmitry Bakanov sebelumnya mengungkapkan bahwa lebih dari 900 satelit orbit rendah direncanakan akan ditempatkan hingga 2035. Dia juga menyebutkan bahwa operasi komersial awal, yang melibatkan lebih dari 250 satelit, ditargetkan mulai berjalan pada tahun depan.
Namun demikian, skala proyek ini masih tertinggal dibandingkan Starlink yang dioperasikan oleh SpaceX, yang telah menempatkan lebih dari 7.000 satelit sejak 2019. Kesenjangan ini menegaskan bahwa Rusia menghadapi tantangan besar untuk mengejar dominasi yang telah lebih dahulu terbentuk.
Dari aspek pendanaan, pemerintah Rusia telah mengalokasikan 102,8 miliar rubel, setara sekitar Rp 21,6 triliun (dengan kurs Rp 210,1 per rubel Rusia), untuk pengembangan proyek ini. Sementara itu, Bureau 1440 berencana menginvestasikan tambahan 329 miliar rubel atau sekitar Rp 69,1 triliun hingga 2030 guna mempercepat realisasi jaringan.