Friday, March 27, 2026
22.7 C
Jayapura

Starlink Elon Musk Kini Miliki Pesaing dari Rusia

JAKARTA — Rusia memulai langkah strategis dalam perebutan infrastruktur internet global dengan meluncurkan tahap awal konstelasi satelit orbit rendah Rassvet, sebuah proyek yang secara langsung diposisikan untuk menyaingi dominasi Starlink milik Elon Musk. Manuver ini menandai pergeseran penting, dari sekadar kompetisi teknologi menjadi kontestasi geopolitik di ruang angkasa.

Dalam kerangka strategi tersebut, proyek Rassvet dikembangkan oleh perusahaan kedirgantaraan swasta Bureau 1440 dengan dukungan negara, mencerminkan pendekatan hibrida antara kekuatan industri dan kepentingan strategis nasional. Dengan demikian, Rusia tidak hanya membangun jaringan internet, tetapi juga berupaya mengurangi ketergantungan pada infrastruktur digital yang selama ini didominasi aktor asing.

Dilansir dari The Moscow Times, Rabu (25/3/2026), perusahaan tersebut menyatakan bahwa “16 satelit telah diluncurkan ke luar angkasa pada Senin malam,” sebagai tahap awal pembentukan konstelasi berskala besar. Peluncuran ini semula direncanakan pada akhir tahun lalu, namun mengalami penundaan hingga akhirnya terealisasi pada Maret 2026.

Baca Juga :  Komisi V DPR RI Tegaskan Tak Pernah Usulkan Alfamart dan Indomaret Ditutup

Selanjutnya, Bureau 1440 menegaskan bahwa satelit yang telah diluncurkan “akan menjalani pemeriksaan sistem sebelum berpindah ke posisi orbit targetnya.” Proses ini menjadi tahapan krusial untuk memastikan keandalan sistem sebelum jaringan difungsikan secara komersial dan luas.

JAKARTA — Rusia memulai langkah strategis dalam perebutan infrastruktur internet global dengan meluncurkan tahap awal konstelasi satelit orbit rendah Rassvet, sebuah proyek yang secara langsung diposisikan untuk menyaingi dominasi Starlink milik Elon Musk. Manuver ini menandai pergeseran penting, dari sekadar kompetisi teknologi menjadi kontestasi geopolitik di ruang angkasa.

Dalam kerangka strategi tersebut, proyek Rassvet dikembangkan oleh perusahaan kedirgantaraan swasta Bureau 1440 dengan dukungan negara, mencerminkan pendekatan hibrida antara kekuatan industri dan kepentingan strategis nasional. Dengan demikian, Rusia tidak hanya membangun jaringan internet, tetapi juga berupaya mengurangi ketergantungan pada infrastruktur digital yang selama ini didominasi aktor asing.

Dilansir dari The Moscow Times, Rabu (25/3/2026), perusahaan tersebut menyatakan bahwa “16 satelit telah diluncurkan ke luar angkasa pada Senin malam,” sebagai tahap awal pembentukan konstelasi berskala besar. Peluncuran ini semula direncanakan pada akhir tahun lalu, namun mengalami penundaan hingga akhirnya terealisasi pada Maret 2026.

Baca Juga :  Pasukan Khusus dari Kopaska dan Taifib Gelar Latihan Operasi Amfibi di Papua

Selanjutnya, Bureau 1440 menegaskan bahwa satelit yang telah diluncurkan “akan menjalani pemeriksaan sistem sebelum berpindah ke posisi orbit targetnya.” Proses ini menjadi tahapan krusial untuk memastikan keandalan sistem sebelum jaringan difungsikan secara komersial dan luas.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/