Wednesday, February 25, 2026
25.7 C
Jayapura

7 Manfaat Puasa Ramadhan untuk Kesehatan Mental

1. Mengurangi Stres
Melansir laman Universitas Gadjah Mada “Discovering the Advantages of Fasting for Mental Health”, ternyata puasa membantu menghilangkan stres.
Menurut Psikiater yang juga Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Psikiatri FK KMK UGM, puasa memiliki efek langsung dalam menghilangkan stres.

Menurutnya, saat berpuasa orang cenderung membuat jadwal makan yang lebih baik. Konsumsi makanan yang diatur juga memengaruhi cara berpikir menjadi lebih teratur.
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa menurunkan tingkat makan, termasuk sejumlah karbohidrat, lemak, selama beberapa minggu, dapat meningkatkan kemampuan berpikir.

Nah menurut pakar di atas, jika kita berpikir dengan baik, emosi kita akan terkontrol dengan lebih baik. Nah, hal inilah yang dapat membantu mengurangi stres.
Di samping itu, puasa juga dapat menstabilkan hormon kortisol (hormon yang berhubungan dengan stres) yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Sederhananya, hal ini dapat menurunkan tingkat stres dalam pikiran.

Baca Juga :  Ketua MPR: Pembangunan Desa Berperan Kurangi Kesenjangan Pembangunan

2. Meningkatkan Suasana Hati
Selain mengurangi stres, puasa juga dapat meningkatkan suasana hati, lo. Penelitian di Journal of Nutrition Health & Aging, menemukan bahwa setelah 3 bulan puasa intermiten, peserta studi melaporkan suasana hati yang membaik.
Tak cuma itu saja, mereka juga merasakan penurunan ketegangan, kemarahan, dan kebingungan.

Di samping itu, ada pula studi lain pada 2018 yang menyelidiki strategi penurunan berat badan.  Studi tersebut menemukan bahwa puasa intermiten dikaitkan dengan peningkatan signifikan dalam kesejahteraan emosional dan depresi.

3. Meningkatkan Memori
Menurut sebuah penelitian di Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, membatasi jam makan seperti puasa telah terbukti secara signifikan dapat meningkatkan daya ingat.
Dalam studi tersebut, setelah subjek penelitian melakukan empat minggu puasa intermiten, kinerja pada tugas perencanaan tata ruang dan memori kerja meningkat secara signifikan.

Baca Juga :  TNI Terus Berupaya Hilangkan Trauma Masyarakat Pasca Teror di Pegubin

Di samping itu, penelitian tambahan pada hewan telah menemukan bahwa puasa intermiten meningkatkan pembelajaran dan daya ingat.

1. Mengurangi Stres
Melansir laman Universitas Gadjah Mada “Discovering the Advantages of Fasting for Mental Health”, ternyata puasa membantu menghilangkan stres.
Menurut Psikiater yang juga Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Psikiatri FK KMK UGM, puasa memiliki efek langsung dalam menghilangkan stres.

Menurutnya, saat berpuasa orang cenderung membuat jadwal makan yang lebih baik. Konsumsi makanan yang diatur juga memengaruhi cara berpikir menjadi lebih teratur.
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa menurunkan tingkat makan, termasuk sejumlah karbohidrat, lemak, selama beberapa minggu, dapat meningkatkan kemampuan berpikir.

Nah menurut pakar di atas, jika kita berpikir dengan baik, emosi kita akan terkontrol dengan lebih baik. Nah, hal inilah yang dapat membantu mengurangi stres.
Di samping itu, puasa juga dapat menstabilkan hormon kortisol (hormon yang berhubungan dengan stres) yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Sederhananya, hal ini dapat menurunkan tingkat stres dalam pikiran.

Baca Juga :  Malas Makan Ketika Sahur? Ini Tips Menanganinya Biar Tubuh Kuat Sehari Penuh

2. Meningkatkan Suasana Hati
Selain mengurangi stres, puasa juga dapat meningkatkan suasana hati, lo. Penelitian di Journal of Nutrition Health & Aging, menemukan bahwa setelah 3 bulan puasa intermiten, peserta studi melaporkan suasana hati yang membaik.
Tak cuma itu saja, mereka juga merasakan penurunan ketegangan, kemarahan, dan kebingungan.

Di samping itu, ada pula studi lain pada 2018 yang menyelidiki strategi penurunan berat badan.  Studi tersebut menemukan bahwa puasa intermiten dikaitkan dengan peningkatan signifikan dalam kesejahteraan emosional dan depresi.

3. Meningkatkan Memori
Menurut sebuah penelitian di Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, membatasi jam makan seperti puasa telah terbukti secara signifikan dapat meningkatkan daya ingat.
Dalam studi tersebut, setelah subjek penelitian melakukan empat minggu puasa intermiten, kinerja pada tugas perencanaan tata ruang dan memori kerja meningkat secara signifikan.

Baca Juga :  Festival Ramadan di Pulau Kosong, Perbedaan Menyatukan

Di samping itu, penelitian tambahan pada hewan telah menemukan bahwa puasa intermiten meningkatkan pembelajaran dan daya ingat.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya