Thursday, March 19, 2026
29.1 C
Jayapura

Pakaian Thrift Tetap Miliki Segmen

Menurutnya, penjualan baju bekas biasanya dipengaruhi momen tertentu, seperti menjelang Natal atau saat stok barang baru datang. Ketika stok baru tersedia dalam jumlah banyak, pilihan pakaian juga lebih beragam sehingga harga yang ditawarkan relatif lebih tinggi. “Saat ini baru bongkar stok, jadi pilihannya masih banyak dengan berbagai merek, baik brand lokal maupun luar negeri.

Harganya mulai sekitar Rp50 ribu hingga Rp200 ribu. Bahkan ada juga yang masih memiliki label karena sebagian merupakan barang yang tidak terjual di gudang,” jelasnya.

Sementara itu, Ronal, pedagang baju bekas di Pasar Rakyat Kelapa Dua Entrop, juga mengakui bahwa penjualan jelang Lebaran tidak mengalami peningkatan signifikan. “Kalau bulan Desember menjelang Natal biasanya ada peningkatan cukup besar karena pembelinya dari berbagai kalangan. Sedangkan saat Lebaran, masyarakat cenderung mencari baju baru, terutama dengan nuansa Islami seperti koko dan gamis,” katanya.

Baca Juga :  BMKG: Waspadi Suhu Panas Maksimum 34 Derajat Celcius

Meski demikian, ia menilai minat masyarakat Jayapura terhadap baju bekas masih cukup baik. Hal ini karena tidak semua orang membeli pakaian baru, dan sebagian masyarakat mengetahui bahwa kualitas baju bekas tidak selalu buruk.

“Banyak juga baju bekas dari brand terkenal dengan kualitas bahan bagus. Bahkan ada yang kualitasnya lebih baik dari yang dijual di toko. Segmennya juga luas, bukan hanya orang tua tetapi anak muda yang mencari jaket, celana panjang, atau pakaian model tertentu,” jelasnya.

Menurutnya, penjualan baju bekas biasanya dipengaruhi momen tertentu, seperti menjelang Natal atau saat stok barang baru datang. Ketika stok baru tersedia dalam jumlah banyak, pilihan pakaian juga lebih beragam sehingga harga yang ditawarkan relatif lebih tinggi. “Saat ini baru bongkar stok, jadi pilihannya masih banyak dengan berbagai merek, baik brand lokal maupun luar negeri.

Harganya mulai sekitar Rp50 ribu hingga Rp200 ribu. Bahkan ada juga yang masih memiliki label karena sebagian merupakan barang yang tidak terjual di gudang,” jelasnya.

Sementara itu, Ronal, pedagang baju bekas di Pasar Rakyat Kelapa Dua Entrop, juga mengakui bahwa penjualan jelang Lebaran tidak mengalami peningkatan signifikan. “Kalau bulan Desember menjelang Natal biasanya ada peningkatan cukup besar karena pembelinya dari berbagai kalangan. Sedangkan saat Lebaran, masyarakat cenderung mencari baju baru, terutama dengan nuansa Islami seperti koko dan gamis,” katanya.

Baca Juga :  Jelang Mudik Lebaran, Maskpai Ajukan Extra Flight

Meski demikian, ia menilai minat masyarakat Jayapura terhadap baju bekas masih cukup baik. Hal ini karena tidak semua orang membeli pakaian baru, dan sebagian masyarakat mengetahui bahwa kualitas baju bekas tidak selalu buruk.

“Banyak juga baju bekas dari brand terkenal dengan kualitas bahan bagus. Bahkan ada yang kualitasnya lebih baik dari yang dijual di toko. Segmennya juga luas, bukan hanya orang tua tetapi anak muda yang mencari jaket, celana panjang, atau pakaian model tertentu,” jelasnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya