Timur Tengah Bergejolak, Indonesia Terdampak Gangguan Pasokan BBM

Sementara, Pengamat Terorisme M. Syauqillah menyoroti pergeseran bahaya konflik ke ruang digital yang memicu polarisasi masyarakat. Sentimen publik terpecah ke dalam berbagai narasi, mulai dari ajakan jihad, khilafah, isu akhir zaman, hingga polarisasi pro dan anti-Syiah.

Ancaman menjadi semakin nyata apabila kelompok teror mengeksploitasi secara massif sentimen tersebut . Lebih jauh lagi, memanasnya tensi konflik di media sosial turut memperbesar risiko munculnya lone actor atau pelaku teror tunggal yang teradikalisasi secara mandiri. Menghadapi potensi penyebaran propaganda ideologis di media sosial dan dampak ke ekonomi sosial.

“Strategi mitigasi yang komprehensif harus disiapkan untuk merespons dampak keamanan, politik, ekonomi dan fragmentasi sosial dengan mempertimbangkan level, mulai dari level rendah, moderat, tinggi, hingga ekstrem,” pungkasnya. (*/JawaPos.com)

Baca Juga :  Harus Ada Surat Edaran dari Pemerintah Untuk Menstabilkan Harga BBM Enceran

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Sementara, Pengamat Terorisme M. Syauqillah menyoroti pergeseran bahaya konflik ke ruang digital yang memicu polarisasi masyarakat. Sentimen publik terpecah ke dalam berbagai narasi, mulai dari ajakan jihad, khilafah, isu akhir zaman, hingga polarisasi pro dan anti-Syiah.

Ancaman menjadi semakin nyata apabila kelompok teror mengeksploitasi secara massif sentimen tersebut . Lebih jauh lagi, memanasnya tensi konflik di media sosial turut memperbesar risiko munculnya lone actor atau pelaku teror tunggal yang teradikalisasi secara mandiri. Menghadapi potensi penyebaran propaganda ideologis di media sosial dan dampak ke ekonomi sosial.

“Strategi mitigasi yang komprehensif harus disiapkan untuk merespons dampak keamanan, politik, ekonomi dan fragmentasi sosial dengan mempertimbangkan level, mulai dari level rendah, moderat, tinggi, hingga ekstrem,” pungkasnya. (*/JawaPos.com)

Baca Juga :  Tim DVI Polda Identifikasi Jenazah Pramugari Pesawat ATR 42-500 Florencia

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya