Monday, January 12, 2026
25.9 C
Jayapura

Prabowo Sebut Prediksi Pakar, Indonesia Bisa Jadi Negara Terkaya ke-4 di Dunia

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengutip pandangan sejumlah pakar geopolitik dunia, yang menyebut Indonesia punya peluang untuk tempati posisi empat besar negara terkaya di dunia. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam Perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Jakarta pada Senin (5/1/2026), dan disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Menurut Prabowo, para analis geopolitik menilai Indonesia memiliki modal alam yang sangat besar, mulai dari sumber daya mineral, energi, hasil laut, hingga kekayaan hayati.

“Para pakar geopolitik mengatakan Indonesia bisa menjadi bangsa terkaya keempat di dunia,” ujar Prabowo.Namun, potensi tersebut tidak akan otomatis menjadikan Indonesia negara kaya jika tidak disertai tata kelola yang tepat.

Baca Juga :  Budiman Sudjatmiko Temui Prabowo

Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dan dilakukan agar Indonesia bisa benar-benar menjadi kaya. Prabowo menekankan bahwa persatuan nasional menjadi kunci utama untuk mewujudkan proyeksi tersebut.

Secara khusus, ia menyoroti peran elite politik dan pemimpin nasional yang harus mampu bekerja sama, menekan ego sektoral, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.

“Syaratnya apa? syaratnya adalah apabila bangsa Indonesia bisa bersatu. Terutama apabila elitnya bisa bekerja sama,” ucap dia.

Ia menilai perpecahan di tingkat elite justru berpotensi menghambat pengelolaan kekayaan alam yang seharusnya bisa menjadi sumber kesejahteraan bersama. Dalam pidatonya, Prabowo juga mengingatkan bahwa kebanggaan terhadap kekayaan sumber daya alam tidak boleh berhenti pada klaim semata.Tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah memastikan kekayaan tersebut dikelola secara optimal, berkelanjutan, dan adil.

Baca Juga :  Menteri Spanyol: Akhiri Genosida di Gaza

“Kita jangan hanya bangga dengan kata-kata bahwa kita kaya. Kita harus berjuang agar kekayaan itu benar-benar dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengutip pandangan sejumlah pakar geopolitik dunia, yang menyebut Indonesia punya peluang untuk tempati posisi empat besar negara terkaya di dunia. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam Perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Jakarta pada Senin (5/1/2026), dan disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Menurut Prabowo, para analis geopolitik menilai Indonesia memiliki modal alam yang sangat besar, mulai dari sumber daya mineral, energi, hasil laut, hingga kekayaan hayati.

“Para pakar geopolitik mengatakan Indonesia bisa menjadi bangsa terkaya keempat di dunia,” ujar Prabowo.Namun, potensi tersebut tidak akan otomatis menjadikan Indonesia negara kaya jika tidak disertai tata kelola yang tepat.

Baca Juga :  TNI Terus Berupaya Hilangkan Trauma Masyarakat Pasca Teror di Pegubin

Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dan dilakukan agar Indonesia bisa benar-benar menjadi kaya. Prabowo menekankan bahwa persatuan nasional menjadi kunci utama untuk mewujudkan proyeksi tersebut.

Secara khusus, ia menyoroti peran elite politik dan pemimpin nasional yang harus mampu bekerja sama, menekan ego sektoral, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.

“Syaratnya apa? syaratnya adalah apabila bangsa Indonesia bisa bersatu. Terutama apabila elitnya bisa bekerja sama,” ucap dia.

Ia menilai perpecahan di tingkat elite justru berpotensi menghambat pengelolaan kekayaan alam yang seharusnya bisa menjadi sumber kesejahteraan bersama. Dalam pidatonya, Prabowo juga mengingatkan bahwa kebanggaan terhadap kekayaan sumber daya alam tidak boleh berhenti pada klaim semata.Tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah memastikan kekayaan tersebut dikelola secara optimal, berkelanjutan, dan adil.

Baca Juga :  Agung Laksono Benarkan Gibran akan Bergabung Partai Golkar

“Kita jangan hanya bangga dengan kata-kata bahwa kita kaya. Kita harus berjuang agar kekayaan itu benar-benar dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya