RAMADAN membawa dampak dan kebiasaan-kebiasaan baik dari berbagai sisi. Berbagi terhadap sesama, melaksanakan ibadah sunnah, hingga menahan diri dari segala keburukan, selayaknya selalu dipelihara dan istiqamah dalam kehidupan sehari-hari. Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo Amin Rasyadi menjelaskan, kewajiban beribadah kepada Allah tidak dibatasi oleh waktu tertentu.
Menurutnya, bulan suci Ramadan hanyalah momentum untuk memperkuat keimanan. “Allah memerintahkan manusia untuk terus beribadah kepada-Nya, sampai datangnya kematian. Artinya, ibadah tidak berhenti ketika Ramadan berakhir,” jelas Amin, Jumat (6/3). Amin mengingatkan agar umat muslim tidak merusak amal baik yang telah dibangun dengan susah payah.
“Allah SWT telah mewanti-wanti kita dalam Quran Surat An-Nahl ayat 92, jangan sampai kita seperti orang yang telah menenun kain dengan kuat, lalu menguraikannya kembali hingga menjadi cerai berai,” bebernya. Kebiasaan baik yang dilakukan selama Ramadan, urai Amin, perlu dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau selama Ramadan rajin membaca Alquran, setelah Ramadan berakhir seharusnya tetap dekat dengan Alquran. Begitu juga dengan shalat sunnah, sedekah, dan kepedulian terhadap sesama,” imbuhnya.
Menurut Amin, Ramadan menjadi sarana pendidikan spiritual bagi umat Islam. Ibadah puasa, salat Tarawih, membaca Alquran, zikir, iktikaf, hingga sedekah dan zakat menjadi sarana latihan untuk meningkatkan kualitas keimanan.Tidak hanya itu, Ramadan juga melatih umat Islam untuk memperbaiki akhlak. Seperti berkata jujur, bersikap sabar, menahan amarah, serta menjauhi kebiasaan buruk seperti ghibah dan berkata bohong.