Friday, March 6, 2026
29.3 C
Jayapura

Kenapa Laut Diciptakan Lebih Luas dari Daratan? Ini Hikmahnya

Lentera Ramadan

BILA manusia menatap hamparan daratan yang luas dengan gunung menjulang dan lembah terbentang, sesungguhnya itu hanyalah sebagian kecil dari wajah bumi. Selebihnya adalah samudra luas yang membentang tak bertepi, menutupi sebagian besar permukaan planet ini.

Lautan diciptakan Allah SWT bukan tanpa tujuan, melainkan sebagai anugerah agung yang menyimpan manfaat tak terhingga bagi kehidupan. Jika daratan dan pegunungan dibandingkan dengan keseluruhan air di bumi, maka ibarat seonggok karang kecil di tengah samudra raya. Begitu pula jumlah makhluk yang hidup di darat, tak sebanding dengan ragam kehidupan yang tersembunyi di kedalaman laut.

Di balik permukaannya yang tenang, tersimpan dunia lain yang penuh misteri, kekayaan, dan tanda-tanda kebesaran Sang Pencipta. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan Dia-lah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari laut itu perhiasan yang kamu pakai, dan kamu melihat bahtera berlayar di atasnya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya dan agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 14)

Baca Juga :  BPS Mengeklaim Penumpang Angkutan Laut Anjlok.

Ayat ini menegaskan bahwa lautan bukan sekadar bentangan air asin. Ia adalah sumber pangan, jalur perniagaan, serta ladang karunia yang memanggil manusia untuk bersyukur. Samudra dan Kehidupan yang Tak Terhitung. Renungkanlah sejenak kedalaman laut yang gelap dan luas. Di sana hidup makhluk-makhluk yang belum tentu pernah disaksikan mata manusia. Ada hewan raksasa yang bila muncul ke permukaan, mungkin disangka karang atau bahkan pulau kecil. Ada pula spesies unik yang tak memiliki padanan di daratan.

Sebagaimana di darat terdapat manusia, burung, dan hewan ternak, di laut pun terdapat makhluk-makhluk dengan bentuk dan fungsi yang seakan menjadi “kembaran” mereka.Bahkan jumlah dan jenisnya jauh lebih banyak. Semua bergerak dalam keseimbangan yang telah ditetapkan, tunduk pada hukum alam yang Allah SWT tetapkan sejak awal penciptaan.

Baca Juga :  Pemprov Izinkan Salat Ied di Halaman Kantor Gubernur

Lentera Ramadan

BILA manusia menatap hamparan daratan yang luas dengan gunung menjulang dan lembah terbentang, sesungguhnya itu hanyalah sebagian kecil dari wajah bumi. Selebihnya adalah samudra luas yang membentang tak bertepi, menutupi sebagian besar permukaan planet ini.

Lautan diciptakan Allah SWT bukan tanpa tujuan, melainkan sebagai anugerah agung yang menyimpan manfaat tak terhingga bagi kehidupan. Jika daratan dan pegunungan dibandingkan dengan keseluruhan air di bumi, maka ibarat seonggok karang kecil di tengah samudra raya. Begitu pula jumlah makhluk yang hidup di darat, tak sebanding dengan ragam kehidupan yang tersembunyi di kedalaman laut.

Di balik permukaannya yang tenang, tersimpan dunia lain yang penuh misteri, kekayaan, dan tanda-tanda kebesaran Sang Pencipta. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan Dia-lah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari laut itu perhiasan yang kamu pakai, dan kamu melihat bahtera berlayar di atasnya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya dan agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 14)

Baca Juga :  Tips Olahraga untuk Ibu Hamil saat Puasa, Tetap Jaga Kesehatan Selama Ramadan

Ayat ini menegaskan bahwa lautan bukan sekadar bentangan air asin. Ia adalah sumber pangan, jalur perniagaan, serta ladang karunia yang memanggil manusia untuk bersyukur. Samudra dan Kehidupan yang Tak Terhitung. Renungkanlah sejenak kedalaman laut yang gelap dan luas. Di sana hidup makhluk-makhluk yang belum tentu pernah disaksikan mata manusia. Ada hewan raksasa yang bila muncul ke permukaan, mungkin disangka karang atau bahkan pulau kecil. Ada pula spesies unik yang tak memiliki padanan di daratan.

Sebagaimana di darat terdapat manusia, burung, dan hewan ternak, di laut pun terdapat makhluk-makhluk dengan bentuk dan fungsi yang seakan menjadi “kembaran” mereka.Bahkan jumlah dan jenisnya jauh lebih banyak. Semua bergerak dalam keseimbangan yang telah ditetapkan, tunduk pada hukum alam yang Allah SWT tetapkan sejak awal penciptaan.

Baca Juga :  Ritel Modern Mulai Sediakan Stok Minuman Kaleng

Berita Terbaru

Artikel Lainnya