Sunday, March 1, 2026
28 C
Jayapura

Nabi Nuh Palsu Ebo Noah Ditangkap Polisi

Dalam sejumlah video yang beredar luas di YouTube, TikTok, dan Facebook, Ebo Noah kerap terlihat memamerkan kapal-kapal dan material bangunan. Ia menjelaskan bahwa Tuhan memerintahkannya untuk membangun bahtera tersebut sebagai tempat berlindung selama masa hujan yang, menurut visinya, akan berlangsung selama tiga tahun penuh sejak 25 Desember 2025.

Ia bahkan menyatakan siap tinggal di atas bahtera selama periode tersebut. Salah satu video berjudul ‘What Will Happen and How It Will Happen’ yang diunggah pada Agustus lalu menjadi sorotan utama. Dalam video itu, Ebo Noah menjabarkan secara detail skenario kehancuran dunia versi dirinya, termasuk curah hujan ekstrem tanpa henti dan banjir yang akan menenggelamkan kota-kota besar di berbagai belahan dunia.

Baca Juga :  RS Vertikal Disiapkan Jadi Rujukan Wilayah  Pasifik

Klaim sensasional tersebut menuai reaksi beragam. Sebagian pengikutnya mempercayai ramalan itu dan menyebarkannya secara masif, sementara banyak pihak lain menilai Ebo Noah menyebarkan ketakutan publik dan disinformasi. Video-videonya tercatat meraih jutaan penonton dan interaksi, menandakan besarnya atensi global terhadap narasi kiamat yang ia bangun.Namun, seiring berlalunya 25 Desember 2025 tanpa adanya hujan ekstrem atau banjir global seperti yang diramalkan, kejanggalan mulai terkuak.

Penyelidikan mengungkap bahwa kapal-kapal yang diklaim sebagai bahtera Nuh modern tersebut bukan milik Ebo Noah, melainkan perahu biasa yang kepemilikannya dipertanyakan. Kegagalan ramalan tersebut, ditambah dugaan penyebaran informasi menyesatkan melalui platform digital, diduga menjadi alasan utama aparat bertindak.

Baca Juga :  KPK Panggil Kepala Kantor Pertanahan Jayapura

Dalam sejumlah video yang beredar luas di YouTube, TikTok, dan Facebook, Ebo Noah kerap terlihat memamerkan kapal-kapal dan material bangunan. Ia menjelaskan bahwa Tuhan memerintahkannya untuk membangun bahtera tersebut sebagai tempat berlindung selama masa hujan yang, menurut visinya, akan berlangsung selama tiga tahun penuh sejak 25 Desember 2025.

Ia bahkan menyatakan siap tinggal di atas bahtera selama periode tersebut. Salah satu video berjudul ‘What Will Happen and How It Will Happen’ yang diunggah pada Agustus lalu menjadi sorotan utama. Dalam video itu, Ebo Noah menjabarkan secara detail skenario kehancuran dunia versi dirinya, termasuk curah hujan ekstrem tanpa henti dan banjir yang akan menenggelamkan kota-kota besar di berbagai belahan dunia.

Baca Juga :  Kenali Barongsai, Atraksi Ikonik di Perayaan Tahun Baru Imlek

Klaim sensasional tersebut menuai reaksi beragam. Sebagian pengikutnya mempercayai ramalan itu dan menyebarkannya secara masif, sementara banyak pihak lain menilai Ebo Noah menyebarkan ketakutan publik dan disinformasi. Video-videonya tercatat meraih jutaan penonton dan interaksi, menandakan besarnya atensi global terhadap narasi kiamat yang ia bangun.Namun, seiring berlalunya 25 Desember 2025 tanpa adanya hujan ekstrem atau banjir global seperti yang diramalkan, kejanggalan mulai terkuak.

Penyelidikan mengungkap bahwa kapal-kapal yang diklaim sebagai bahtera Nuh modern tersebut bukan milik Ebo Noah, melainkan perahu biasa yang kepemilikannya dipertanyakan. Kegagalan ramalan tersebut, ditambah dugaan penyebaran informasi menyesatkan melalui platform digital, diduga menjadi alasan utama aparat bertindak.

Baca Juga :  Intensitas Hujan Masih Cukup Tinggi di Biak

Berita Terbaru

Artikel Lainnya