Saturday, March 28, 2026
27.5 C
Jayapura

Pensiunan Rawan Jadi Sasaran Penipuan Digital

JAYAPURA- PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Jayapura memperkuat edukasi kepada para pensiunan guna mencegah mereka menjadi korban penipuan digital yang mengatasnamakan lembaga tersebut di Tanah Papua.

Kepala Cabang Taspen Jayapura Theofilus Amfotis, mengatakan peningkatan literasi digital bagi pensiunan menjadi langkah penting seiring berkembangnya berbagai modus kejahatan yang memanfaatkan teknologi.

“Masih banyak oknum yang tidak bertanggung jawab kerap dan mengatasnamakan PT Taspen (Persero) untuk meminta data pribadi, seperti nomor rekening, NIK, hingga kode OTP, bahkan mengarahkan korban untuk mentransfer sejumlah uang,” katanya di Jayapura, Kamis.

Menurut Theofilus, dalam pembayaran THR serta gaji ke-13 pihaknya menggunakan layanan perbankan dan itu dilakukan secara otomatis ke rekening penerima tanpa proses pengajuan maupun biaya tambahan.

Baca Juga :  Pasar Digital Ditutup, Total Transaksi Qris Capai Rp 400 Juta

“Oleh sebab itu kami meminta agar seluruh pensiunan memahami bahwa Taspen tidak pernah meminta data sensitif melalui telepon, pesan singkat, maupun media sosial yang tidak resmi,” ujarnya.

Dia menjelaskan sebagai langkah pencegahan, pihaknya mengimbau pensiunan untuk menerapkan prinsip “Tahan, Pastikan dan Laporkan” setiap menerima informasi mencurigakan.

“Tahan berarti tidak langsung percaya, pastikan dengan menghubungi Kantor Taspen atau instansi terkait, dan laporkan jika ditemukan indikasi penipuan,” katanya lagi.

JAYAPURA- PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Jayapura memperkuat edukasi kepada para pensiunan guna mencegah mereka menjadi korban penipuan digital yang mengatasnamakan lembaga tersebut di Tanah Papua.

Kepala Cabang Taspen Jayapura Theofilus Amfotis, mengatakan peningkatan literasi digital bagi pensiunan menjadi langkah penting seiring berkembangnya berbagai modus kejahatan yang memanfaatkan teknologi.

“Masih banyak oknum yang tidak bertanggung jawab kerap dan mengatasnamakan PT Taspen (Persero) untuk meminta data pribadi, seperti nomor rekening, NIK, hingga kode OTP, bahkan mengarahkan korban untuk mentransfer sejumlah uang,” katanya di Jayapura, Kamis.

Menurut Theofilus, dalam pembayaran THR serta gaji ke-13 pihaknya menggunakan layanan perbankan dan itu dilakukan secara otomatis ke rekening penerima tanpa proses pengajuan maupun biaya tambahan.

Baca Juga :  Gawat, Program KPA Papua Mandek! 

“Oleh sebab itu kami meminta agar seluruh pensiunan memahami bahwa Taspen tidak pernah meminta data sensitif melalui telepon, pesan singkat, maupun media sosial yang tidak resmi,” ujarnya.

Dia menjelaskan sebagai langkah pencegahan, pihaknya mengimbau pensiunan untuk menerapkan prinsip “Tahan, Pastikan dan Laporkan” setiap menerima informasi mencurigakan.

“Tahan berarti tidak langsung percaya, pastikan dengan menghubungi Kantor Taspen atau instansi terkait, dan laporkan jika ditemukan indikasi penipuan,” katanya lagi.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/