Maret 2026, Emas dan Transportasi Pacu Inflasi Timika

MIMIKA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mencatat Kota Timika mengalami inflasi tahunan (year on year) sebesar 1,87 persen pada Maret 2026.  Kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,66 pada tahun lalu menjadi 113,75 ini dipicu oleh lonjakan harga di sektor jasa dan perawatan pribadi.

Kepala BPS Mimika, Ouceu Satyadipura, mengungkapkan bahwa meski secara tahunan terjadi kenaikan, tren bulanan (month to month) masih terkendali di angka 0,26 persen.

Sementara itu, inflasi tahun kalender (year to date) berada pada posisi 0,87 persen.
Lonjakan inflasi tahunan kali ini didorong oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang meroket hingga 26,76 persen. Diikuti oleh sektor rekreasi, olahraga, dan budaya yang naik 4,95 persen, serta sektor transportasi sebesar 2,00 persen.

Baca Juga :  Miliki Sabu sabu, Seorang Pria Ditangkap

“Kenaikan harga pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga memberikan andil signifikan sebesar 1,89 persen terhadap inflasi,” ujar Ouceu dalam keterangan resminya, Jumat, 10 April 2026.

Sejumlah komoditas utama yang menjadi biang kerok inflasi tahunan di Timika antara lain adalah emas perhiasan, minyak goreng, beras, hingga tarif angkutan udara. Selain itu, kenaikan tarif listrik dan harga bahan bakar rumah tangga turut memperberat laju inflasi di Bumi Amungme tersebut.

MIMIKA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mencatat Kota Timika mengalami inflasi tahunan (year on year) sebesar 1,87 persen pada Maret 2026.  Kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,66 pada tahun lalu menjadi 113,75 ini dipicu oleh lonjakan harga di sektor jasa dan perawatan pribadi.

Kepala BPS Mimika, Ouceu Satyadipura, mengungkapkan bahwa meski secara tahunan terjadi kenaikan, tren bulanan (month to month) masih terkendali di angka 0,26 persen.

Sementara itu, inflasi tahun kalender (year to date) berada pada posisi 0,87 persen.
Lonjakan inflasi tahunan kali ini didorong oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang meroket hingga 26,76 persen. Diikuti oleh sektor rekreasi, olahraga, dan budaya yang naik 4,95 persen, serta sektor transportasi sebesar 2,00 persen.

Baca Juga :  Dukcapil Goes to School, Langkah Pemerintah Akomodir Hak Pemilih Pemula

“Kenaikan harga pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga memberikan andil signifikan sebesar 1,89 persen terhadap inflasi,” ujar Ouceu dalam keterangan resminya, Jumat, 10 April 2026.

Sejumlah komoditas utama yang menjadi biang kerok inflasi tahunan di Timika antara lain adalah emas perhiasan, minyak goreng, beras, hingga tarif angkutan udara. Selain itu, kenaikan tarif listrik dan harga bahan bakar rumah tangga turut memperberat laju inflasi di Bumi Amungme tersebut.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya