Wednesday, January 7, 2026
27.4 C
Jayapura

Masyarakat Kampung Bring Keluhkan Kerusakan Jalan

Kondisi jalan tanjakan Kampung Bring, Distrik Kemtuk Gresik. Masyarakat minta agar Pemkab segera memperbaiki jalan tersebut. Foto ini diambil, Senin, (17/8).

SENTANI-Tidak pernah diperbaiki  sejak Tahun 80-an dan sering terjadi kecelakaan lalu lintas, masyarakat Kampung Bring, Distrik Kemtuk Gresik, Kabupaten Jayapura minta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura segera memperbaiki jalan di kampung tersebut.

Menurut warga setempat, pada perayaan Hari Masyarakat Pribumi, Bupati Mathius Awoitauw, SE, M.Si sudah meninjau dan merasakan jalan rusak di wilayah itu. 

“Tahun 80-an dari perusahaan Wulansari yang melakukan penimbunan, sampai saat ini tidak pernah diperbaiki,” kata Tokoh Masyarakat Kampung Bring, Hendrik Elly, Senin, (17/8).

Bahkan dalam mengatasi masalah jalan rusak yang mencapai tuju kilo meter itu, pihaknya dan masyarakat berulang kali melakukan penimbunan.

Baca Juga :  Bandara Sentani Layani 80 Ribu Lebih Penumpang Selama Lebaran

“Kami sering timbun tapi rusak lagi,”tandasnya. Untuk itu, kehadiran bupati pada Hari Masyarakat Pribumi, harus ditindaklanjuti dengan perbaikan jalan tersebut.

Menurutnya, masalah ini sudah disampaikan berulang-ulang kepada Pemkab Jayapura, tapi sampai saat ini belum ditindaklanjuti.

“Sudah dua kali kami ajukan proposal, tapi tidak ada jawaban sampai saat ini,” katanya.

Bahkan kata dia,  jalan itu sudah sering terjadi kecelakaan lalu lintas, terutama saat musim hujan.(oel/tho)

Kondisi jalan tanjakan Kampung Bring, Distrik Kemtuk Gresik. Masyarakat minta agar Pemkab segera memperbaiki jalan tersebut. Foto ini diambil, Senin, (17/8).

SENTANI-Tidak pernah diperbaiki  sejak Tahun 80-an dan sering terjadi kecelakaan lalu lintas, masyarakat Kampung Bring, Distrik Kemtuk Gresik, Kabupaten Jayapura minta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura segera memperbaiki jalan di kampung tersebut.

Menurut warga setempat, pada perayaan Hari Masyarakat Pribumi, Bupati Mathius Awoitauw, SE, M.Si sudah meninjau dan merasakan jalan rusak di wilayah itu. 

“Tahun 80-an dari perusahaan Wulansari yang melakukan penimbunan, sampai saat ini tidak pernah diperbaiki,” kata Tokoh Masyarakat Kampung Bring, Hendrik Elly, Senin, (17/8).

Bahkan dalam mengatasi masalah jalan rusak yang mencapai tuju kilo meter itu, pihaknya dan masyarakat berulang kali melakukan penimbunan.

Baca Juga :  105 Hutan Adat di Seluruh Indonesia Sudah Diakui Negara

“Kami sering timbun tapi rusak lagi,”tandasnya. Untuk itu, kehadiran bupati pada Hari Masyarakat Pribumi, harus ditindaklanjuti dengan perbaikan jalan tersebut.

Menurutnya, masalah ini sudah disampaikan berulang-ulang kepada Pemkab Jayapura, tapi sampai saat ini belum ditindaklanjuti.

“Sudah dua kali kami ajukan proposal, tapi tidak ada jawaban sampai saat ini,” katanya.

Bahkan kata dia,  jalan itu sudah sering terjadi kecelakaan lalu lintas, terutama saat musim hujan.(oel/tho)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya