alexametrics
26.7 C
Jayapura
Thursday, May 26, 2022

Dibantu Oleh Dua Orang Anaknya, Dipasarkan Melalui Medsos

Mama Antonia Mandosir saat memperlihatkan hasil kerajinan tangan berupa bunga yang dibuat dari bahan sampah plastik di sela-sela peresmian Kantor Bank Sampah Kenambai Umbai, Jumat (3/5).( FOTO : Yewen/Cepos)

Mengenal Mama Antonia Mandosir, Pembuat Kerajinan Tangan dari Sampah Plastik


Sampah plastik ternyata bisa dibuat menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi, seperti bunga, pot bunga, noken, keranjang barang dan beberapa kerajinan tangan lainnya. Kerajinan tangan dari sampah plastik inilah yang selama ini dilakukan oleh mama Antonia Mandosir. 

Seperti apa pemanfaatan sampah plastik yang dilakukan selama ini oleh mama Antonia Mandosir menjadi sebuah barang yang memiliki nilai ekonomis?

Laporan: Roberth Yewen-Sentani

Sampah plastik tidak hanya ditabung dan didaur ulang di Bank Sampah, tapi bisa diolah dan dibuat menjadi sesuatu yang dapat memiliki nilai ekonomi dan bisa dipasarkan kepada masyarakat secara luas. Hal inilah yang dilakukan oleh mama Antonia Mandosir di Sentani selama ini.

Sampah plastik seperti gelas air vit, bungkusan gula-gula, bungkusan mocca  dan beberapa sampah plastik lainnya dibuat oleh mama Antonia menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis, seperti membuat bunga, tempat pot bunga, tempat tisu, keranjang air gelas vit dan berbagai kerajinan tangan lainnya. 

Antonia mengatakan, bunga yang dihasilkan ini semuanya berasal dari sampah plastik yang dibuang oleh masyarakat. Sampah plastik yang berhasil dikumpulkan biasanya langsung dicuci bersih menggunakan air sebelum dikerjakan menjadi sebuah bahan yang memiliki nilai ekonomis.

Baca Juga :  Jelang Porkab, Bupati Lantik Kolektif Pengcab Olahraga

Antonia tidak mengerjakannya sendiri, tetapi dibantu oleh dua orang anaknya dalam merangkai sampah plastik menjadi sebuah bunga, pot bunga, noken yang bisa dibeli oleh masyarakat dan menjadi hiasan di setiap rumah.

“Sampah plastik biasanya saya kumpulkan dan bawa pulang ke rumah. Sampah yang kotor kita cuci, sebelum saya bersama dua orang anak kita membuatnya menjadi bunga, pot, tempat tisu, noken, dan lain sebagainya,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos saat ditemui ketika mengikuti kegiatan peresmian Kantor Bank Sampah Kenambai Umbai di Komba Distrik Sentani Kabupaten Jayapura, Jumat (3/5).

Kerajinan tangan berbahan sampah plastik sendiri bukan hal yang baru yang ditekuni oleh mama lima anak ini, tapi sudah ditekuni sejak masih sekolah dan kuliah. Hasil kerajinan yang dibuat inilah yang dijual membayar uang sekolah maupun kuliah saat itu. Selain itu juga, hingga saat ini uang kerajinan tangan yang dihasilkan ini membiayai kebutuhan anak-anaknya untuk sekolah. 

Kerajinan tangan ini dijual dengan harga yang terjangkau seperti untuk bunga bisanya dijual dengan harga Rp 25-50 ribu, noken dijual Rp 200-300 ribu, begitupun dengan keranjang barang. Harga ini bukan merupakan harga pas, tapi bisa ditawar oleh para pembeli jika berniat membelinya.

Baca Juga :  Lagi, 102 Pengendara Ditilang

“Mama biasa buat untuk ikut pameran dan biasanya kalau ada orang yang pesan, maka mama langsung buat,” ucap perempuan yang sehari-hari berprofesi sebagai guru SMA YPPGI Sentani ini.

Tidak semua barang hasil kerajinan yang dibuat oleh mama Antonia diminati oleh seluruh masyarakat. Hanya beberapa hasil kerajinan saja yang sangat diminati oleh masyarakat seperti bunga dan noken yang terbuat dari plastik mocca.

Untuk mempromosikan hasil kerajinannya, mama Antonia harus membuat sebuah media sosial (Medsos) berupa facebook, sehingga hasil kerajinan yang dibuat menggunakan sampah plastik ini langsung dishare ke Medsos, biasanya masyarakat yang melihatnya melalui akun facebook jika berminat langsung menghubungi mama Antonia untuk membelinya.

“Ketrampilan yang saya buat ini sering saya foto dan share di Medsos. Tujuan mama buat akun facebook ini untuk mempromosikan keterampilan yang ada, sehingga jika ada yang berminat langsung menghubungi alamat yang sudah tersedia,”ujar alumni SPM Manokwari ini. (*)

Mama Antonia Mandosir saat memperlihatkan hasil kerajinan tangan berupa bunga yang dibuat dari bahan sampah plastik di sela-sela peresmian Kantor Bank Sampah Kenambai Umbai, Jumat (3/5).( FOTO : Yewen/Cepos)

Mengenal Mama Antonia Mandosir, Pembuat Kerajinan Tangan dari Sampah Plastik


Sampah plastik ternyata bisa dibuat menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi, seperti bunga, pot bunga, noken, keranjang barang dan beberapa kerajinan tangan lainnya. Kerajinan tangan dari sampah plastik inilah yang selama ini dilakukan oleh mama Antonia Mandosir. 

Seperti apa pemanfaatan sampah plastik yang dilakukan selama ini oleh mama Antonia Mandosir menjadi sebuah barang yang memiliki nilai ekonomis?

Laporan: Roberth Yewen-Sentani

Sampah plastik tidak hanya ditabung dan didaur ulang di Bank Sampah, tapi bisa diolah dan dibuat menjadi sesuatu yang dapat memiliki nilai ekonomi dan bisa dipasarkan kepada masyarakat secara luas. Hal inilah yang dilakukan oleh mama Antonia Mandosir di Sentani selama ini.

Sampah plastik seperti gelas air vit, bungkusan gula-gula, bungkusan mocca  dan beberapa sampah plastik lainnya dibuat oleh mama Antonia menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis, seperti membuat bunga, tempat pot bunga, tempat tisu, keranjang air gelas vit dan berbagai kerajinan tangan lainnya. 

Antonia mengatakan, bunga yang dihasilkan ini semuanya berasal dari sampah plastik yang dibuang oleh masyarakat. Sampah plastik yang berhasil dikumpulkan biasanya langsung dicuci bersih menggunakan air sebelum dikerjakan menjadi sebuah bahan yang memiliki nilai ekonomis.

Baca Juga :  Jalan Masuk Venue Cricket masih Dipalang

Antonia tidak mengerjakannya sendiri, tetapi dibantu oleh dua orang anaknya dalam merangkai sampah plastik menjadi sebuah bunga, pot bunga, noken yang bisa dibeli oleh masyarakat dan menjadi hiasan di setiap rumah.

“Sampah plastik biasanya saya kumpulkan dan bawa pulang ke rumah. Sampah yang kotor kita cuci, sebelum saya bersama dua orang anak kita membuatnya menjadi bunga, pot, tempat tisu, noken, dan lain sebagainya,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos saat ditemui ketika mengikuti kegiatan peresmian Kantor Bank Sampah Kenambai Umbai di Komba Distrik Sentani Kabupaten Jayapura, Jumat (3/5).

Kerajinan tangan berbahan sampah plastik sendiri bukan hal yang baru yang ditekuni oleh mama lima anak ini, tapi sudah ditekuni sejak masih sekolah dan kuliah. Hasil kerajinan yang dibuat inilah yang dijual membayar uang sekolah maupun kuliah saat itu. Selain itu juga, hingga saat ini uang kerajinan tangan yang dihasilkan ini membiayai kebutuhan anak-anaknya untuk sekolah. 

Kerajinan tangan ini dijual dengan harga yang terjangkau seperti untuk bunga bisanya dijual dengan harga Rp 25-50 ribu, noken dijual Rp 200-300 ribu, begitupun dengan keranjang barang. Harga ini bukan merupakan harga pas, tapi bisa ditawar oleh para pembeli jika berniat membelinya.

Baca Juga :  Danlanud: Pengawasan Harus Dimulai dari Bandara

“Mama biasa buat untuk ikut pameran dan biasanya kalau ada orang yang pesan, maka mama langsung buat,” ucap perempuan yang sehari-hari berprofesi sebagai guru SMA YPPGI Sentani ini.

Tidak semua barang hasil kerajinan yang dibuat oleh mama Antonia diminati oleh seluruh masyarakat. Hanya beberapa hasil kerajinan saja yang sangat diminati oleh masyarakat seperti bunga dan noken yang terbuat dari plastik mocca.

Untuk mempromosikan hasil kerajinannya, mama Antonia harus membuat sebuah media sosial (Medsos) berupa facebook, sehingga hasil kerajinan yang dibuat menggunakan sampah plastik ini langsung dishare ke Medsos, biasanya masyarakat yang melihatnya melalui akun facebook jika berminat langsung menghubungi mama Antonia untuk membelinya.

“Ketrampilan yang saya buat ini sering saya foto dan share di Medsos. Tujuan mama buat akun facebook ini untuk mempromosikan keterampilan yang ada, sehingga jika ada yang berminat langsung menghubungi alamat yang sudah tersedia,”ujar alumni SPM Manokwari ini. (*)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/